A1news.co.id|Takengon– Meskipun dilanda kemarau panjang yang menyebabkan kekeringan, para petani di wilayah Kecamatan Bintang, berhasil memanen padi secara normal dari sawah yang digarapnya.
Petani sawah, Pahmisyah Pitra, mengatakan, petani yang sekarang sedang panen adalah mereka yang sawahnya dekat dengan Masjid Al Kawakib Kecamatan Bintang.
Pahmisyah Pitra mengatakan, para petani yang sedang panen padi di Kecamatan Bintang yang sawahnya dekat Masjid Al Kawakib, ini ada sekitar 100 hektar, dari 4 desa yaitu Desa Linung Bulen II, Kuala I, Desa Kala Bintang dan Desa Linung Bulen 1.
“Alhamdulilah padi yang kami panen cukup bagus, dengan hasil normal, 1 hektarnya bisa menghasilkan padi 6 ton,” ungkapnya, pada Minggu (30/6/2024).
Pahmisyah Pitra mengatakan, para petani di Bintang lebih memilih menanam padi, meski kesulitan dalam pembagian air.
“Karena padi menjadi komoditas yang lebih mudah dijual sangat membantu perekonomian rumah tangga” ungkapnya.
Kepala Desa Kampung Linung Bulen II Kecamatan Bintang, Miswandi mengatakan, petani Kecamatan Bintang, saat ini sedang menggunakan bibit varietas Inpari 28, berdasarkan hasil panen menunjukan produksi Inpari 28 mencapai 6,5 ton satu hektar lahan sawah sekali l musim panen.
Sedangkan produksi padi lokal hanya 4,2-4,5 ton/ha/musim panen. Artinya, dengan menggunakan varietas unggul Inpari 28 ada peningkatan produksi sebesar 2 ton 1 hektar lahan” ujarnya.
Karena selain adaptif di lahan kering, varietas ini juga dapat dibudidayakan di lahan sawah pengairan yang terbatas.
“Diharapkan selain dapat meningkatkan produktivitas di lahan kering, dapat memenuhi kebutuhan gizi, dengan menggunakan varietas yang secara genetik mampu menghasilkan kadungan zinc dan protein tinggi sesuai dengan tingkat yang dibutuhkan oleh masyarakat. ” ungkapnya.
Tokoh pemuda Kampung Linung Bulen II Kecamatan Bintang, Mudar, juga mengatakan, para petani di wilayahnya, pada umumnya kesulitan menggarap sawah karena kebanyakan masuk kategori sawah susah pembagian air.
“Tapi para petani yang sawahnya dekat dengan Masjid tetap semangat dan produktif menanam padi sampai panen, dengan memanfaatkan sumber air sungai dari Jurung” katanya.
Mudar sangat bersyukur para petani yang ada di wilayah Kecamatan Bintang yang berhasil melakukan panen, meskipun di musim kemarau, ada diluar Kecamatan Bintang yang gagal panen disebabkan kemarau dan serangan hama.
“Ya, panen ini menunjukkan bahwa wilayah Kecamatan Bintang kami para petani atau masyarakat bisa menjaga ketahanan pangan di musim kemarau, dan ini juga membuktikan para petani luar biasa semangatnya,” ungkapnya.
Petani sukses Aidi Musara mengajak para petani sawah Desa Linung Bulen II, Kecamatan Bintang untuk memperbanyak pengetahuan lewat study banding ke Kabupaten lain dalam rangka pembelajaran serta menurunkan biaya operasional petani.
Aidi Musara menyampaikan dari hasil studi banding ke wilayah pertanian lain. Petani semakin sejahtera kita terus berupaya hasil panen padi didapat dari 1 Ha persawahan mencapai 8 ton hingga 9 ton padi basah.
Agar petani Linung Bulen II bisa menaikkan hasil produksi pertanian. Tentunya kita harus menguasai ilmunya,” tutup Aidi Musara sambil tersenyum.(BA)






















