Kota Langsa – Doktor Emi berharap di bulan suci ramadan yang penuh berkah dan bulan penuh ampunan ini menjadi momen Persaudaraan sesama umat manusia (Ukhuwah Basyariyah), antar sesama anggota DPRK Langsa.
Mewujudkan ukhuwah, diantaranya: Saling memaafkan kesalahan dan kesalahpahaman antara sesama terutama pada sesema Muslim, berkomunikasi dengan baik dan saling mendengarkan, menjaga persatuan, menghargai perbedaan, menjaga toleransi.
Hal itu dikatakan oleh Dr Amiruddin Yahya Azzawiy MA, yang kerap disapa Doktor Emi pada media di Kopi Liqa, dini hari Senin (10/03/202), saat menikmati cita rasa secangkir kopi di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Gampong Paya Bujok Seuleumak, Kecamatan Langsa Baro.
“Dalam kekisruhan yang berlarut dan berkepanjangan sesama DPRK Langsa ini, menjadi peran Pj Walikota Langsa Dr. Syaridin, S.Pd, M.Pd, agar dapat sebagai lokomotif mediator memecah kebuntuan di tubuh legislatif,” tegas Doktor Emi.
Kita mendorong Pj Walikota Langsa segera melakukan dialog untuk memecah kebuntuan atas kisruh yang selama ini terjadi di tubuh legislatif.
Menurutnya, kewenangan Pj Walikota Langsa yang juga sebagai manajerial di Pemko Langsa untuk mencari formulasi yang mujarab untuk melakukan mediasi kisruh saat ini yang terus berkepanjangan.
Doktor Emi juga meminta dan mendorong Pj Walikota Langsa segera mengambil sebuah kebijakan yang arif terkait kisruh ini dan tidak menjadi pembiaran yang menciptakan bola panas.
“Momentum bulan Ramadan adalah waktu yang pas untuk melakukan rekonsiliasi terhadap para dewan yang tak kunjung terselesaikan. Kami selaku akademisi meminta dan mendorong Pj Wali Kota Langsa segera melakukan konsolidasi terhadap para anggota dewan,” pinta Dr Emi.
Sebagai top leader atau pucuk pimpinan di Kota Langsa memiliki kewenangan untuk melakukan langkah-langkah politik agar 25 anggota dewan bisa menjalankan fungsinya demi perbaikan dan perkembangan Kota Langsa.
“Pj Walikota Langsa harus memberikan pembelajaran politik yang apik, lagian beliau kan tidak sendiri, ada tokoh masyarakat, lembaga pemuka agama dan pendidikan serta Forkopimda, ” kata Dr Emi yang juga Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan pada IAIN Langsa.
Dimana saat ini Perwal pengesahan APBK tahun 2025 tak kunjung terselesaikan, ibarat ke langit tak sampai begitu juga ke bumi tak berpijak. Sehingga imbasnya pun pada OPD yang tidak dapat menjalankan fungsi secara efektif. Hal ini juga bisa memicu polemik di kalangan ASN, terutama mempengaruhi geliat ekonomi warga secara signifikan.
Dampak dari persoalan tersebut juga mematik reaksi dari banyak kalangan dan dirasakan banyak orang akibat tak kunjung ada Perwal, dan parahnya lagi hingga saat ini juga belum ada jadwal pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Langsa terpilih.
“Kenapa hal ini kita sampaikan ke publik, karena kisruh legislatif yang terjadi di kota jasa saat ini tak kunjung terselesaikan, ini adalah sejarah baru dalam dunia perpolitikan di tengah Indonesia melakukan efisiensi,” timpal Dr Emi.
Kiranya Pj Walikota Langsa tidak berdiam diri atas fenomena yang terjadi dalam kemelut di tubuh para wakil rakyat yang seharusnya merakyat, jangan sampai warga menilai kedua lembaga bobrok menjalankan fungsinya.
“Sekali lagi kami minta pada Pj Walikota Langsa lakukan mediasi yang berujung islah para anggota dewan dengan komunikasi yang baik, semoga kisruh ini dapat berakhir dengan baik, dimana bulan suci Ramadan bulan penuh berkah, karena dalam Al-Qur’an, Allah berfirman bahwa perbedaan yang ada bukanlah sebuah pembatas yang memisahkan setiap individu, ungkap Doktor Emi sembari tersenyum.






















