Kota Langsa – Gampong Seuriget, Kecamatan Langsa Barat, menggelar kegiatan Kenduri Laut dan santunan anak yatim sebagai upaya melestarikan kearifan lokal dan meningkatkan kepedulian sosial di kalangan masyarakat, Minggu (31/08/2025).
Lokasi kegiatan dilaksanakan di Pulau Ujong Tengku yang diikuti oleh Tuha Peut dan masyarakat Gampong Seuriget yang berprofesi nelayan, turut dihadiri Panglima Laut Sofyan Ar, Ketua Nelayan zulkifli, Pos Sar Langsa Budi Darmawan, Perikanan Langsa T Azhari, TNI AL Langsa Idham Ardhani.
Kenduri dipimpin oleh Pimpinan Dayah Futuhul Mu’arif Abana Murdani dan Pimpinan Dayah Sirajul Huda Abi Tengku Zulfadli, kedua Dayah tersebut berlokasi di Gampong setempat. Dalam prosesi kenduri laut dengan menyembelih seekor kambing dan langsung dimasak serta dinikmati oleh seluruh hadirin.
Kegiatan ini merupakan perpaduan antara tradisi budaya dan kegiatan sosial yang bertujuan untuk mempererat hubungan antar warga dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya melestarikan tradisi leluhur.
Pj Geuchik Gampong Seuriget, Nugroho, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada semua pihak yang telah mendukung kesuksesan kegiatan ini.
“Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung kegiatan Kenduri Laut dan santunan anak yatim ini,” kata Nugroho.
Kegiatan ini tidak hanya melestarikan kearifan lokal kita, tetapi juga menunjukkan kepedulian kita terhadap anak-anak yatim yang membutuhkan.
“Kenduri Laut yang digelar oleh masyarakat Gampong Seuriget merupakan salah satu bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nya,” ucapnya.
Kenduri Laut bukan hanya sekedar acara budaya, tetapi juga merupakan wujud rasa syukur dan pengakuan atas kekuasaan Allah SWT yang telah memberikan kelimpahan sumber daya laut dan kehidupan yang baik bagi masyarakat.
“Melalui Kenduri Laut, masyarakat juga berharap dapat memohon keberkahan dan perlindungan dari Allah SWT, serta memohon ampunan atas segala kesalahan dan dosa yang telah diperbuat,” paparnya.
Dengan mengadakan Kenduri Laut, masyarakat berharap dapat terus melestarikan warisan budaya dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga hubungan yang harmonis dengan alam dan sesama.
Sementara itu, santunan anak yatim bertujuan untuk memberikan bantuan dan dukungan kepada anak-anak yang membutuhkan.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi contoh bagi masyarakat lainnya,” pungkas Nugroho.






















