Kota Langsa – Tim dosen Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementrian Kesehatan (Kemenkes) Aceh Kampus Langsa memberikan edukasi pencegahan preeklampsia pada Ibu hamil di Gampong Karang Anyar, Jumat (22/08/2025).
Preeklampsia masih menjadi salah satu penyebab utama tingginya angka kesakitan dan kematian ibu hamil di Indonesia, termasuk di Aceh. Kondisi ini ditandai dengan tekanan darah tinggi yang muncul setelah usia kehamilan 20 minggu dan dapat membahayakan ibu maupun janin jika tidak terdeteksi sejak dini.
Menyadari pentingnya upaya pencegahan, tim dosen dari Poltekkes Kemenkes Aceh menginisiasi program pengabdian kepada masyarakat dengan fokus pada “Upaya Pencegahan Preeklampsia Pada Ibu Hamil Melalui Deteksi Dini dan Paket Edukasi Kesehatan”.
Kegiatan yang dilaksanakan di Desa Karang Anyar ini berlangsung dengan melibatkan ibu hamil, kader kesehatan, serta masyarakat setempat. Tim dosen bersama mahasiswa hadir langsung memberikan pelayanan deteksi dini berupa pemeriksaan tekanan darah, pengukuran protein urine, serta skrining faktor risiko preeklampsia.
Melalui kegiatan ini, para ibu hamil mendapat kesempatan untuk mengetahui kondisi kesehatannya sejak awal sehingga dapat segera melakukan tindak lanjut medis bila ditemukan gejala atau tanda yang mengarah pada preeklampsia.
Selain pemeriksaan, kegiatan ini juga dikemas dengan pemberian edukasi kesehatan. Paket edukasi yang disusun oleh tim pengabdian mencakup materi seputar tanda bahaya kehamilan, pola makan sehat untuk ibu hamil, pentingnya istirahat, serta pemantauan rutin ke fasilitas kesehatan.
Edukasi dilakukan dengan metode ceramah interaktif, diskusi kelompok, hingga pembagian media edukasi berupa leaflet dan buku saku agar informasi dapat dipahami dan dipraktikkan di rumah.
Masyarakat Desa Karang Anyar menyambut kegiatan ini dengan antusias. Para ibu hamil merasa lebih tenang dan percaya diri setelah memahami apa itu preeklampsia, bagaimana cara mengenalinya, serta langkah-langkah pencegahan yang bisa dilakukan.
Pj Geuchik Gampong Karang Anyar dalam sambutannya juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada Poltekkes Kemenkes Aceh atas kepedulian dan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu hamil di wilayahnya.
Menurut Ketua Tim Pengabdian Emilda AS, SST, MPH, kegiatan ini sejalan dengan misi Poltekkes Kemenkes Aceh dalam membangun generasi sehat melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Kami berharap, melalui kegiatan ini angka kejadian preeklampsia dapat ditekan. Lebih dari itu, ibu hamil dan keluarga semakin sadar akan pentingnya pemeriksaan rutin serta peran aktif dalam menjaga kesehatan selama masa kehamilan,” ujarnya.
Program pengabdian ini tidak berhenti pada kegiatan pemeriksaan dan edukasi semata. Tim dosen juga melakukan pendampingan berkelanjutan bersama bidan desa serta kader kesehatan, sehingga masyarakat tetap mendapat pemantauan meskipun kegiatan lapangan telah selesai.
“Upaya ini diharapkan menjadi model intervensi berbasis komunitas yang bisa dikembangkan di desa-desa lain di Aceh,” harapnya.
Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, Poltekkes Kemenkes Aceh menunjukkan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat, menjembatani ilmu pengetahuan dengan kebutuhan nyata di lapangan, serta memberikan kontribusi positif dalam menurunkan risiko komplikasi kehamilan.
Dengan sinergi antara tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat, pencegahan preeklampsia bukan lagi sekadar wacana, melainkan langkah nyata menuju keselamatan ibu dan anak di Aceh, pungkasnya.






















