A1news.co.id|Blangkejeren– Untuk mengembangkan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) Desa Paya Kumer kecamatan Rerebe Kabupaten Gayo Lues pada anggaran tahun 2024.
Perangkat beserta Geucik/Penghulu Desa Paya Kumer sepakat mengadakan pembelian Mobil Pick-up Jenis Suzuki carry keluaran 2021 secen,dan seperangkat Alat-alat perlengkapan daur ulang pengadaan Air bersih/minum.
Adapun kegiatan untuk pengadaan mobil pick-up,yang akan dipergunakan untuk mobilisasi kelancaran antar jemput penjualan Air minum yang dinakhodai para pengurus BUMK setempat dengan harga beli Rp 125.000.000,- juta.(Lihat gambar).
Dan mengenai alat perlengkapan daur ulang pengadaan Air minum dengan nominal beli Rp 62.000.000,- yang mana alat perlengkapan daur ulang tersebut, belum sampai dari Medan.
Karena kita terlebih dahulu harus mempersiapkan segala sesuatunya, untuk ditempatkan perangkat/alat-alat tersebut yang mengambil lokasi berdekatan kantor Desa, komentar Muslihibun selaku ketua BUMK,saat dikediamannya di wawancarai awak media a1news.co id. Sabtu 04-05-2024.
Adapun dalam kesempatan tersebut Muslihibun juga mengatakan,proses untuk pembelian Mobil Pick-up dan alat perlengkapan daur ulang/Air minum bagi kebutuhan masyarakat Paya Kumer,Rerebe dan sekitarnya.
Kegiatan pengolahan Air minum daur ulang tersebut yang direncanakan pihaknya merupakan total bisnis BUMK, guna meningkatkan perekonomian anggota pengurus/ warganya.
Dan didalam hal pengadaan mobilitas, juga telah melalui musyawarah bersama masyarakat, perangkat Desa, Penghulu, Urang Tue.
Dan kita juga melakukan koordinasi bersama pihak-pihak terkait, Babinkantibmas, Babinsa,dan juga pihak Inspektorat Kabupaten, ujarnya.
Hal senada juga disebutkan oleh Riyan Wahyu Widodo Geucik/Penghulu,yang ditemui wartawan, pada saat berada diperkebunan durian miliknya.
Terkait Perencanaan untuk mengembangkan Usaha Milik desa, melalui BUMK Desa yang kurang lebih satu tahun dipimpinnya itu,Riyan memang mengakui banyak kendala,tantangan dan sinergitas warga setempat.
Tetapi hal tersebut justru membuat kami/pengurus Desa/BUMK lebih bersemangat lagi dalam mengembangkan Usaha dimaksud, papar Riyan.
Kami selaku Penghulu, senantiasa membuka diri 24 jam terhadap masukan dan kritik masyarakat/warga, demi terciptanya BUMK yang “Sehat” dan dapat menjamin kebutuhan Air minum warga dan meningkatkan perekonomian para pengurus BUMK itu sendiri, tentunya, Harapan Riyan kedepannya. (AR)






















