A1news.co.id|Aceh Singkil – Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon datangkan Investor ke Aceh Singkil, berlangsung di Pulo Sarok, Kecamatan Singkil, Aceh Singkil.
Investor yang didatangkan itu, adalah pihak dari perusahaan PT Delima Makmur yang hadir langsung yaitu direksi dari perusahaan tersebut.
Dimana, sebelumnya pihak investor itu langsung datang ke pendopo Bupati Aceh Singkil, selanjutnya Bupati pun langsung mengajak mereka untuk melihat pelabuhan CPO yang ada di desa Pulo Sarok.
Kondisi di pantai Pulo Sarok di area bekas pelabuhan tanker cpo di era orde baru tersebut saat ini sedang berlangsung pendangkalan yang cukup masiv.
Diwaktu yang bersamaan pula , akibat kemunculan daratan baru di pantai Pulo Sarok menimbulkan hamparan tanah layak nya seperti gurun tanpa pepohonan.
Tentu saja di perlukan reboisasi terhadap lahan sekitar agar menciptakan kembali kawasan sejuk, apalagi kawasan itu juga di buat warga menjadi destinasi wisata gratis, tat kala menghadapi perayaan besar atau sekedar melepas penat.
Sehingga perkiraan pemancangan pilar pelabuhan tanker beserta terminal pipa harus lebih jauh ketengah , hal itu dilakukan agar mencegah kapal grounding saat sedang loading.
Bahkan di bekas terminal yang di yakini milik PT. Astra dalam hitungan belasan meter telah muncul tanjung yang cukup menarik perhatian pengunjung.
Sementara itu, kondisi pelanggan kargo Singkil, tidak lagi bisa berfungsi akibat pendangkalan lantaran perubahan arah sedimentasi .
Begitu tiba di pelabuhan kargo, Bupati pun menunjukkan kondisi fisik bangunan, dan lahan sekitaran pelabuhan.
Tak hanya itu, Bupati Aceh Singkil itu juga mengajak langsung untuk berkunjung ke pelabuhan Ferry pelabuhan antar propinsi yang ada dibelakang Pendopo Bupati setempat.
Direksi PT Delima Makmur, Gunawan mengatakan setelah meninjau langsung pelabuhan CPO, dirinya berharap nantinya ada perkembangan terkait pelabuhan tersebut.
“Dan tentunya nanti saya tidak perlu lagi melangsir CPO ke Belawan. Kan, melangsir ke Belawan biayanya tinggi, kemudian habis waktu,” ujarnya.
Bahwa, dari pelabuhan CPO Singkil itu, Gunawan mengaku mempunyai target ekspor keluar negeri yaitu ke India, Pakistan, dan Bangladesh atau mencakup ke Asia Selatan.
“Harapan kita Pak Bupati, terealisasi pelabuhan itu, pelabuhan Singkil untuk ekspor CPO seperti yang di Dumai,” terangnya.
Saat ditanyai apakah pelabuhan tersebut cocok untuk pelabuhan CPO, Gunakan menyampaikan sebenarnya di samudra Hindia itu menurutnya sangat cocok.
“Untuk pasar asia selatan ya, seperti India, Pakistan dan Bangladesh tadi, menurut saya cocok,” ungkap Gunawan.
Cuma, lanjut Gunawan, dan ini sangat perlu terkait kedalaman atau draufgt-nya pelabuhan tersebut.
“Kalau kedalamannya diatas 12 meter, itu sangat luar biasa. Kedalaman 12 meter itu, bisa masuk kapal bermuatan 10 ribu hingga 15 ribu ton. Jadi, harapan kita kedalamannya itu,” kata Gunawan.
Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon mengatakan dirinya terus minta bantuan supaya ada program terkait pelabuhan tersebut.
“Saya juga mengajak seluruh minyak CPO yang ada di Kabupaten Aceh Singkil, termasuk Subulussalam, kita arahkan supaya dapat mengekspor minyaknya dari pelabuhan CPO Singkil ini,” tuturnya. (Irfan)