A1news.co.id | RIAU || Musim kemarau sudah mulai terasa, dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali menghantui. Menyadari bahaya yang mengintai, jajaran Polsek Ukui tak tinggal diam. Senin siang (21/07), personel piket bersama Bhabinkamtibmas turun langsung ke lapangan, menyapa warga dan menyampaikan imbauan penting terkait pencegahan Karhutla.
Kegiatan ini bukan sekadar patroli biasa. Dengan membawa pesan-pesan edukatif, para petugas menyasar wilayah rawan kebakaran di Kecamatan Ukui. Selain berbicara langsung dengan warga, mereka juga memasang spanduk berisi larangan membakar hutan dan lahan. Langkah ini diharapkan bisa mengingatkan masyarakat secara terus-menerus akan dampak serius Karhutla.
Dalam sosialisasinya, para petugas menegaskan bahwa membuka lahan dengan cara membakar bukan hanya membahayakan lingkungan, tapi juga melanggar hukum. Warga diajak untuk mencari solusi alternatif yang lebih ramah lingkungan. Respons masyarakat cukup positif—mereka menyatakan siap menjaga lahan masing-masing dan turut aktif mencegah terjadinya kebakaran.
Kapolsek Ukui, AKP Rudi Hardiyono, SH, menyebutkan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat adalah bentuk nyata dari komitmen menjaga keamanan dan kelestarian lingkungan. “Kami ingin masyarakat tahu bahwa mencegah Karhutla bukan hanya tugas pemerintah atau aparat, tapi juga tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Meski dilakukan secara sederhana, kegiatan ini membawa dampak yang cukup besar. Selain meningkatkan kesadaran masyarakat, juga memperkuat hubungan antara warga dan Polri. Kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian pun semakin tumbuh seiring intensitas pendekatan seperti ini.
Uniknya, sosialisasi kali ini juga menyentuh sisi kreatif. Spanduk-spanduk berisi pesan-pesan Karhutla dibuat dengan desain mencolok agar mudah dibaca dan dipahami warga. Harapannya, pesan tersebut bisa terus “berbicara” meski para petugas telah kembali ke markas.
Dengan langkah seperti ini, Polsek Ukui membuktikan bahwa pencegahan Karhutla bisa dilakukan dengan cara yang humanis, edukatif, dan tetap efektif. Semoga gerakan ini terus berlanjut dan menjadi contoh bagi wilayah lain di Kabupaten Pelalawan.






















