Kota Langsa – Dalam serangkaian HUT Adhyaksa atau Hari Bhakti Adhyaksa ke-80, Kejaksaan Negeri (Kejari) Langsa gelar sosialisasi penerangan hukum dan bakti sosial (baksos) di pulau Telaga Tujuh/Desa Pusong, Kecamatan Langsa Barat, Kamis (07/08/2025).
Kegiatan bakso ini kolaborasi dengan pihak PTPN IV Regional VI, PT CMN, RSUCM Langsa, Bank Aceh Syariah Cabang Langsa dan Bea Cukai Langsa.
Adapun agenda baksos yaitu; penyuluhan hukum/penerangan hukum, screening kesehatan seperti pemeriksaan gula darah, kolesterol dan asam urat, tensi darah, dan pemeriksaan mata, sunat/khitanan, serta pembagian sembako.
Sembako 100 paket yang dibagikan pada masyarakat prasejahtera, 88 warga yang mendaftar untuk screening kesehatan set

Kepala Kejaksaan Negeri Langsa, Efrianto, menyampaikan, dengan adanya dana desa yang digulirkan sejak tahun 2015 ini banyak hal yang bisa kita lakukan.
Hari ini dari keterangan Camat Langsa Barat salah satunya subsidi yang diberikan oleh desa ke masyarakat adalah pemenuhan air bersih.
“Itu salah satu keuntungan adanya dana desa, walaupun tidak semuanya bisa tercover subsidinya,” terangnya.
Keberadaan dana desa pantas dan wajar kita bersyukur pada Allah SWT, maka kita manfaatkan dana desa sebaik-baiknya.

Pada kesempatan ini, kami menghimbau Geuchik dan perangkatnya, hati-hati dalam pengelolaan dana desa, hal ini sebagai bentuk kepedulian dan preventif kami agar hati-hati dalam pengelolaan dana desa.
Ada beberapa desa yang kita tindak lanjut laporan pengaduan terkait pengelolaan dana desa ini, kami harap desa Telaga Tujuh tidak ada persoalan dalam pengelolaan dana desa.
Kami tidak hanya melakukan penindakan tapi juga wajib untuk melakukan pencegahan, karena di dalam hukum itu ‘Penindakan’ itu adalah langkah terakhir ‘ultimum remedium’ namanya yaitu sanksi itu adalah langkah yang terakhir.
Jadi sekali lagi kami ingatkan berhati-hatilah dalam mengelola dana desa, cukup ambil hak saja jangan sampai melanggar hukum.
Erfianto menambahkan, kondisi kriminalitas khususnya di Kota Langsa itu didominasi oleh penyalahgunaan narkoba, tahun 2024 ada sekitar 111 dari 250 perkara yang kita tangani, 111 itu adalah perkara narkoba. Masyarakat dan generasi muda Langsa menjadi korban.

Bea Cukai Langsa telah berapa kali melakukan penangkapan yang besar, bukan sekilo atau dua kilo, namun puluhan kilo malah ratusan kilo.
Hari kita berkomitmen untuk bersama-sama memberantas peredaran narkoba itu, Pusong/Telaga Tujuh adalah salah pintu gerbang masuknya barang terlarang ke Kota Langsa, dengan banyak alur-alur sungai yang bisa dilewati, sehingga Bea Cukai dan Kepolisian tidak akan mampu untuk mendeteksi setiap saat 24 jam.
Jadi kita berkomitmen bersama bahwa narkoba ini adalah musuh kita bersama, mari kita perangi bersama, karena narkoba ini melahirkan kejahatan-kejahatan turunannya, ada pelecehan seksual, pencurian, dan segala macamnya.
Diakhir kesempatan Efrianto kembali mengingatkan Geuchik bila ada keraguan dalam pengelolaan dana desa, kita punya program Jaksa Jaga Desa.
Saat ini secara resmi ada empat desa yang kita berikan pendampingan hukum, tetapi tidak menutup kemungkinan kalau ada persoalan-persoalan dalam pengelolaan dana desa itu berkoordinasi dan berkonsultasi dengan kami, baik via telepon maupun langsung ke kantor, pungkasnya.

Sebelumnya Camat Langsa Barat, Hady Wijaya mengucapkan terima kasih kepada kejari, PT CMN dan PTPN IV Regional VI, yang telah berkunjung ke Gampong Telaga Tujuh, untuk melakukan bakti sosial.
Permasalahan utama di Gampong ini adalah kebutuhan air bersih, walau sudah pernah diobservasi namun tidak ketemu sumber air, sehingga banyak terkuras dana desa untuk keperluan air bersih.
“Saya mewakili Pemko Langsa mengucapkan terima kasih dan apresiasi setingginya kepada semua pihak telah memberikan perhatian khusus pada warga setempat,” ucapnya.
Turut hadir Direktur PT CMN, Ir Ernawati, SEVP Business Support PTPN IV Regional VI Ifri H Lubis, Kabag Sekretariat dan Hukum Sarjani, Kasubag Humas M Febriansyah beserta Tim TJSL, Kepala Bea Cukai Langsa, Dwi Harmawanto, Pimpinan Bank Aceh, TM Andika Putra, Kepala Rumah Sakit Cut Meutia, dr Hanafi, dan Staf Ahli Pemko Langsa, Sayed Hanafiah, serta Kapolsek Langsa Barat AKP Nirwan Novri dan perwakilan Koramil Langsa Barat.






















