A1news.co.id | RIAU || Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih menjadi ancaman serius bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat di Riau. Untuk mencegah hal ini, Polsek Teluk Meranti mengintensifkan sosialisasi Maklumat Kapolda Riau sekaligus memberikan pembinaan penyuluhan (Binluh) kepada warga di wilayah hukumnya, Senin (3/11/2025) pukul 13.00 WIB.
Kegiatan digelar di Jalan Lintas Bono, Kelurahan Teluk Meranti, yang merupakan kawasan perkebunan masyarakat dan rawan terjadinya Karhutla. Personel Polsek memberikan edukasi dan himbauan langsung kepada warga tentang bahaya membuka lahan dengan cara membakar, serta risiko yang timbul dari kebakaran, termasuk kerusakan lingkungan, polusi udara, dan ancaman keselamatan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, warga diingatkan agar tidak membakar lahan, tidak membuang puntung rokok sembarangan, dan menjaga lahan milik mereka dari potensi kebakaran.
“Kami berharap dengan pendekatan langsung dan humanis, masyarakat lebih sadar akan bahaya Karhutla dan turut menjaga lahan mereka,” ujar Kapolsek Teluk Meranti.
Selain aspek pencegahan kebakaran, kegiatan ini juga menekankan peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
Polsek menekankan bahwa kesadaran bersama dapat mencegah kerugian yang lebih besar akibat kebakaran dan dampak asap bagi kesehatan.
Kegiatan berlangsung aman dan kondusif hingga pukul 13.30 WIB. Dokumentasi kegiatan menunjukkan partisipasi aktif masyarakat, yang menyimak himbauan personel Polsek dengan serius. Pendekatan Door to Door sekaligus sosialisasi langsung ini menjadi strategi penting Polri untuk membangun kesadaran warga sejak dini, terutama di wilayah rawan Karhutla.
Polsek Teluk Meranti menegaskan bahwa kegiatan seperti ini akan terus dilakukan secara rutin, seiring dengan meningkatnya risiko kebakaran pada musim kemarau mendatang, sehingga diharapkan masyarakat menjadi mitra aktif dalam menjaga lingkungan dan mencegah Karhutla.






















