Makassar– a1news.co.id Aksi perang kelompok kembali terjadi melibatkan dua wilayah, antara warga kelurahan balang baru kecamatan tamalate dan warga kecamatan mariso, beruntung diwaktu yang tepat, aksi mereka berhasil di lerai oleh personel polsek tamalate yang tengah melaksanakan patroli (KRYD)
Personel yang tengah berpatroli, dengan sigap melerai dan mengamankan kedua kelompok yang bertikai, kedua kelompok yang terlibat pertikaian kemudian di amankan ke mapolsek tamalate untuk di lakukan pemeriksaan guna mengungkap motif dibalik pertikaian tersebut,
Berdasarkan hasil pemeriksaan, dari kedua kubu di ketahui bahwa, pertikaian yang melibatkan dua kelompok remaja tersebut di picu kesalah pahaman,
Untuk mencegah komflik berkepanjangan yang dapat memicu perang kelompok semakin meluas,, Panit 1 Unit Binmas Polsek Tamalate, Ipda Arwin Saleh.,S.H.,M.M, di dampingi Bhabinkamtibmas kel. Balang baru Polsek Tamalate, Aiptu H. Muh
Yusuf.,S.Sos. kemudian melakukan upaya mediasi terhadap kedua belah pihak.
Upaya mediasi tersebut di hadiri oleh orang tua mereka di dampingi Bhabinkamtibmas kelurahan Mario Polsek Mariso, Aiptu Lukman, bersama Pemerintah setempat, Tokoh Pemuda, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat dari kedua kelurahan.
Setelah di lakukan mediasi, yang melibatkan orang tua dan pemerintah setempat dari kedua belah pihak, “mereka sepakat untuk mendamaikan kedua kelompok remaja yang sebelumnya terlibat pertikaian dan menyerahkannya kepada orang tua masing masing.
Sebelum kedua kelompok remaja tersebut di serahkan kepada orang tua masing masing,, kapolsek Tamalate Kompol. H. Muh. Thamrin S., E. M. M. Terlebih dahulu memberikan pemahaman hukum, kepada kedua belah pihak,
Polisi hadir di temgah tengah masyarakat sebagai bentuk nyata dan upaya mewujudkan polri presisi, polisi hadir untuk menjadi mediator bagi kelompok yang bertikai, karena pada dasarnya tidak semua tindakan harus di proses secara hukum,
Perwira berpangkat kompol tersebut, menyampaikan himbauan dan pemahaman hukum kepada para remaja dan orang tua mereka, iya menghimbau agar orang tua meningkatkan pengawasan dan perhatian terhadap anak anak mereka, mengingat usia mereka yang masih sangat rentan dan mudah ter provokasi sehingga terlibat aksi melawan hukum. “Imbuhnya,,
“Kendati demikian,, peristiwa yang terjadi ini merupakan pembelajaran bagi kita semua, terutama bagi yang memiliki anak usia remaja, agar lebih meningkatkan pengawasan dan mengontrol aktifitas mereka, agar hal serupa tak terulang kembali, Tegasnya,
Gun.






















