Kasat Narkoba Polrestabes Makassar Disorot, Mahasiswa Ungkap Dugaan Tangkap-Lepas Kasus Liquid Sintetis
Makassar –a1news.co.id Dugaan praktik “tangkap-lepas” dalam penanganan kasus narkotika di Polrestabes Makassar menuai sorotan. Koalisi Lintas Mahasiswa (KLM) menuding ada dugaan permainan dalam kasus narkotika jenis liquid sintetis yang menyeret tiga orang terduga pelaku.
Dalam aksinya, Kamis (05/03/2026), di depan Polrestabes Makassar, mahasiswa menyebut tiga orang berinisial Al, As, dan Wm sebelumnya diamankan aparat kepolisian di kawasan Jalan Tidung, Kota Makassar. Ketiganya disebut tertangkap dengan barang bukti satu paket liquid sintetis.
Namun, penanganan kasus tersebut kini dipertanyakan. Mahasiswa menduga ketiga terduga pelaku tidak diproses lebih lanjut setelah adanya permintaan sejumlah uang oleh oknum aparat.
Koordinator Lapangan aksi, Kaharuddin, menilai dugaan tersebut tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut integritas penanganan kasus narkoba di jajaran Satres Narkoba Polrestabes Makassar.
“Kalau benar ada praktik tangkap lepas dalam kasus narkoba, ini sangat serius. Kami mendesak agar pihak yang bertanggung jawab, termasuk pimpinan di Satres Narkoba, diperiksa secara terbuka,” kata Kaharuddin dalam orasinya.
Mahasiswa juga menyoroti peran pimpinan satuan, termasuk Kasat Narkoba Polrestabes Makassar, yang dinilai perlu memberikan penjelasan kepada publik terkait dugaan tersebut.
“Kami meminta Propam Polda Sulsel segera turun tangan. Jika terbukti ada oknum yang bermain dalam kasus ini, maka harus dijatuhi sanksi tegas, bahkan sampai PTDH,” tegas Kaharuddin.
Menanggapi tudingan tersebut, Kabid Propam Polda Sulawesi Selatan Kombes Pol Zulham Effendy menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti setiap informasi yang berkembang dengan tetap mengacu pada aturan yang berlaku.
“Siapapun yang terlibat tentu akan kami proses sesuai aturan. Kami berpedoman pada Perpol Nomor 7 Tahun 2022,” kata Zulham Effendy saat dikonfirmasi, Selasa (10/03/2026).
Ia menegaskan pemeriksaan akan dilakukan berdasarkan fakta dan bukti yang ada.
“Jangan sampai ini hanya menjadi isu karena ketidaksukaan pihak tertentu. Semua akan kami sesuaikan dengan fakta yang ada. Kalau terbukti tentu akan ada sanksi,” ujar Zulham.
Mahasiswa menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga ada kejelasan dari pihak kepolisian.
Mereka meminta penanganan dugaan praktik tangkap-lepas tersebut dilakukan secara transparan demi menjaga kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.
Gun






















