Aceh Tamiang – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Aceh dan International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC) menyalurkan bantuan non tunai senilai Rp.1 juta untuk 2.306 setiap kepala keluarga (KK) yang terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Tamiang.
Program bantuan tunai ini didukung pendanaan dari Disaster Response Emergency Fund (DREF) didukung Pemkab Aceh Tamiang dan bekerjasama dengan Pos Indonesia Kabupaten Aceh Tamiang untuk penyalurannya.
Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian kemanusiaan PMI terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan seremonial diwakili 60 KK penerima manfaat dari total keseluruhan penerima bantuan, berlangsung di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Tamiang, Jumat (13/3/2026).
Secara keseluruhan, proses penyaluran bantuan kepada masyarakat akan dijadwalkan berlangsung pada tanggal 14-18 Maret 2026 di GOR Aceh Tamiang.
Kegiatan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir di wilayah tersebut.
Sebelum penyaluran bantuan dilakukan, PMI terlebih dahulu melaksanakan proses verifikasi data penerima manfaat sejak 22 Februari 2026. Data awal diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai data sekunder.
Selanjutnya, dilakukan verifikasi faktual di lapangan dengan dukungan perangkat desa untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Aceh Tamiang Ismail, S.E.I, menyampaikan apresiasi kepada PMI dan IFRC atas dukungan yang diberikan kepada masyarakat Aceh Tamiang.
Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu pemulihan masyarakat pascabencana.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang mengucapkan terima kasih kepada PMI dan IFRC yang telah memberikan perhatian kepada masyarakat yang terdampak banjir.
“Bantuan ini tentu sangat berarti bagi warga dalam proses pemulihan,” ungkapnya.

Sementara itu, Delegasi IFRC T Khairil menyampaikan bahwa dukungan melalui DREF merupakan bentuk solidaritas kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana.
“Pihaknya berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat langsung bagi keluarga yang terdampak serta membantu mereka memenuhi kebutuhan dasar selama masa pemulihan,” katanya.
Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Pusat Asmawi Hisyam pun menegaskan bahwa PMI terus berkomitmen hadir dalam setiap respon bencana di berbagai daerah di Indonesia.
“PMI akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah serta mitra kemanusiaan untuk memastikan bantuan dapat tersalurkan secara cepat, tepat, dan akuntabel,” tandasnya.
Senada dengan Ketua PMI Aceh Murdani Yusuf, SE, bahwa proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mekanisme verifikasi yang ketat agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.
“Ia ingin memastikan seluruh proses dilakukan secara transparan dan melalui verifikasi lapangan agar bantuan tepat sasaran bagi masyarakat terdampak banjir di Aceh Tamiang,” ujarnya.
Salah seorang warga penerima manfaat, Siti Aisyah, warga Kecamatan Karang Baru, mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan tersebut.
“Ia sangat bersyukur atas bantuan ini, setelah banjir kemarin banyak kebutuhan rumah tangga yang harus dipenuhi kembali. Bantuan dari PMI ini sangat membantu untuk bangkit kembali,” pungkasnya.
Melalui program ini, PMI berharap bantuan yang diberikan dapat membantu meringankan beban masyarakat serta mempercepat proses pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang.






















