Kota Langsa – Pj. Geuchik Gampong Geudubang Jawa Aulia Rahman, S.STP, mengatakan bahwa kisruh warga yang terjadi di kantor setempat karena miskomunikasi, ia menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf karena terjadinya permasalahan ini.
Aulia Rahman pada media, Rabu (18/3/2026) di salah satu warkop mengatakan, bahwa kisruh yang terjadi hanya salah pemahaman dan miskomunikasi.
Ia pun menyampaikan himbauan, kepada bapak dan ibu warga Geudubang Jawa yang kami cintai, menanggapi kejadian terkait aksi di Kantor Geuchik pada tanggal 17 Maret 2026 oleh sebagian masyarakat, dengan ini kami menyampaikan beberapa hal sebagai berikut:
1. Bahwa pada prinsipnya permasalahan ini telah diselesaikan secara damai pada hari Senin, 16 Maret 2026, pada kesempatan tersebut Pj. Geuchik dan imam Dusun Seulanga telah saling menerima, serta bermaafan atas kesalahpahaman yang terjadi dan disaksikan oleh Ketua Tuha Peut Gampong beserta anggota, Kepala Dusun Seulanga, dan tokoh masyarakat yang hadir.
2. Pemerintah Gampong Geudubang Jawa memahami adanya aspirasi dan keresahan masyarakat terkait tata laksana kegiatan di musala. Hal tersebut menjadi perhatian kami untuk segera disikapi secara bijak, terbuka dan penuh tanggungjawab.
3. Terkait permasalahan yang berkembang, kami menegaskan bahwa tidak ada niat dari pihak pemerintah gampong untuk mencampuri serta melakukan pemaksaan terhadap urusan internal jamaah dusun seulanga, khususnya dalam hal penentuan imam dan tata kelola ibadah.
Apabila terdapat kesalahpahaman dalam komunikasi, kami telah menyampaikan permohonan maaf dan akan melakukan perbaikan kedepannya.
4. Kami menegaskan bahwa tidak benar kami melakukan pemecatan dan penahanan gaji terhadap imam Dusun Seulanga sebagaimana isu yang berkembang.
Adapun gaji Imam Dusun Seulanga langsung diberikan dan telah diterima pada hari pembagian tersebut.
5. Oleh karena itu, kami menilai bahwa permasalahan ini pada dasarnya merupakan hal yang dapat diselesaikan secara internal dan telah selesai dengan saling menerima serta memaafkan, namun kemudian berkembang dan dimanfaatkan oleh pihak tertentu sehingga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
6. Pemerintah Gampong Geudubang Jawa mengajak seluruh elemen masyarakat agar dapat menahan diri serta tidak terprovokasi, dan bersama-sama menjaga ketertiban, persatuan, dan keharmonisan di lingkungan gampong.
7. Perlu kami sampaikan juga bahwa Pemerintah Gampong Geudubang Jawa bersama Tuha Peut Gampong sebelumnya juga telah melaksanakan kegiatan Safari Ramadan di Mushala Dusun Cendana dan Dusun Damai, yang berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh kebersamaan.
Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan tersebut pada dasarnya bertujuan untuk mempererat silaturahmi dan tidak menimbulkan permasalahan di tengah masyarakat.
8. Sekali lagi kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat khususnya warga dusun seulanga atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat kesalahpahaman ini.
9. Pemerintah Gampong Geudubang Jawa berkomitmen untuk terus menjaga keharmonisan, serta mengedepankan musyawarah dalam setiap penyelesaian permasalahan di tengah masyarakat.
“Demikian klarifikasi ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kerjasama seluruh masyarakat dan perangkat gampong, kami ucapkan terima kasih,” tutup Pj. Geuchik Gampong Geudubang Jawa Aulia Rahman.






















