Kota Langsa – Pengurus Dewan Pengurus Cabang (DPC) Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) Cabang Langsa sah telah dilantik, Wike Liyendawari, SE, MM, jabat sebagai Ketua.
Sekretaris DPD PAPPRI Aceh, M Ryan Abdilla, melantik dan kukuhkan Ketua DPC PAPPRI Langsa, Wieke Liyendawari dan dipercaya sebagai Sekretaris, Aulia Ristama, dan Bendahara, Reza Mazuin serta para pengurus lainnya untuk masa bakti 2026-2031, di Station Coffee Premium, Senin (06/04/2026).
Usai Melantik, Sekretaris DPD PAPPRI Aceh, M. Ryan Abdilla, menyatakan permohonan maaf Ketua DPD PAPPRI Aceh tidak bisa hadir karena berhalangan.
Kehadiran PAPPRI sudah ada sejak tahun 1986 dan untuk Aceh sejak tahun 2002 lalu yang keberadaan sudah cukup lama, oleh karenanya Kota Langsa ini cukup potensial dan tentunya harus ada sinergi serta kolaborasi bersama pemerintah daerah.
“Kami mohon kepada pemangku kebijakan di Kota Langsa dapat membantu PAPPRI Langsa yang sejatinya organisasi ini adalah organisasi profesi yang akan membangun sistem ekosistem yang baik,” pinta M Ryan Abdilla.
Sambungnya, nantinya PAPPRI juga akan meningkatkan karya-karya yang memang selama ini ada di Aceh, meskipun dunia musik masih terkendala kreatifitasnya karena satu dan lain hal dan harapan kedepan dengan hadirnya PAPPRI akan menjaga seni, budaya, tari menjadi etnik Aceh yang terus terpelihara.
“Oleh karenanya baik dunia swasta, perbankan serta sejawat media kiranya menjadi influencer positif untuk memajukan PAPPRI Kota Langsa kedepannya,” ungkapnya.
Sementara itu Ketua DPC PAPPRI Kota Langsa, Wieke Liyendawari, mengatakan bahwa amanah ini bukan sekadar kehormatan, melainkan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan kesungguhan, integritas, dan komitmen yang kuat.
Menurutnya, dalam perspektif yang lebih luas, kami meyakini bahwa musik bukan sekadar hiburan, melainkan merupakan bahasa universal yang mampu melampaui batas perbedaan, menyatukan beragam latar belakang, serta menjadi media komunikasi yang efektif dalam menyampaikan nilai, gagasan, dan perasaan.

“Musik memiliki peran strategis dalam membangun identitas budaya, memperkuat karakter, serta menumbuhkan rasa kebangsaan di tengah masyarakat. Untuk itu, kehadiran PAPPRI di daerah diharapkan mampu mengambil bagian dalam proses membangun peradaban melalui karya dan kreativitas yang berakar pada nilai luhur budaya,” ujar Wieke.
Lebih lanjut, dengan terbentuknya kepengurusan DPC PAPPRI Kota Langsa, kami berharap pembinaan terhadap para penyanyi, pencipta lagu, dan pemusik dapat dilakukan secara lebih terarah, merata, dan menyentuh langsung para pelaku seni hingga ke akar rumput.
“Kami juga menyadari bahwa seluruh harapan tersebut tidak dapat terwujud tanpa dukungan dan sinergi dari berbagai pihak. Selanjutnya, kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan pemerintah daerah, pemangku kepentingan, serta seluruh elemen masyarakat demi kemajuan bersama,” imbuhnya.
Sebagai organisasi yang mewadahi para artis, penyanyi, pencipta lagu, dan pemusik, PAPPRI di tingkat daerah memiliki cita-cita besar, yaitu menghidupkan ekosistem musik lokal sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan para pelaku seni di daerah.
Dalam hal ini, kami memandang bahwa peran DPC PAPPRI tidak hanya bersifat administratif, tetapi harus mampu hadir secara nyata di tengah para musisi. Ke depan, kami berkomitmen untuk mendorong pengembangan potensi musik lokal agar karya-karya khas daerah dapat tumbuh dan memiliki daya saing, tidak hanya di tingkat regional, tetapi juga nasional bahkan internasional.
Lebih lanjut, ia juga ingin memastikan tersedianya ruang ekspresi yang layak bagi para musisi, sehingga mereka memiliki panggung untuk berkarya dan berkembang. Di sisi lain, upaya edukasi dan pelestarian akan menjadi perhatian penting, khususnya dalam menjaga keberlangsungan musik tradisional sebagai bagian dari warisan budaya, sekaligus menanamkan kecintaan terhadap seni kepada generasi muda.
Bersamaan dengan itu, kami juga akan berupaya menjadi jembatan dalam memperjuangkan hak-hak para musisi, termasuk terkait perlindungan karya. kami memohon dukungan, arahan, dan bimbingan dari seluruh pihak agar amanah ini dapat kami jalankan dengan sebaik-baiknya.
“Besar harapan kami, kepengurusan yang baru ini mampu memberikan kontribusi nyata serta membawa PAPPRI semakin eksis, bermartabat, dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” pungkas Wieke talenta muda Langsa itu.
Hadir Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Banta Ahmad, Kabid Kebudayaan dan Museum, Saifullah MM, Kabag Operasional PT. CMN, Waluyo, perwakilan Bank Aceh Syariah, Busdi, perwakilan Kejaksaan, Mahkamah Sya’riah, Bendahara KNPI Kota Langsa, Rizki Julianda SSTP, MM dan undangan lainnya.






















