{"id":11111,"date":"2024-06-05T08:17:16","date_gmt":"2024-06-05T08:17:16","guid":{"rendered":"https:\/\/a1news.co.id\/?p=11111"},"modified":"2024-06-05T08:17:16","modified_gmt":"2024-06-05T08:17:16","slug":"12-desa-di-kabupaten-aceh-utara-terindikasi-korupsi-dana-desa-dd","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/2024\/06\/05\/12-desa-di-kabupaten-aceh-utara-terindikasi-korupsi-dana-desa-dd\/","title":{"rendered":"12 Desa Di Kabupaten Aceh Utara Terindikasi Korupsi Dana Desa (DD)"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #0000ff;\">A1news.co.id|<span style=\"color: #ff0000;\">Aceh Utara<\/span><\/span>&#8211; Dana Desa yang di gelontorkan sejak sepuluh tahun yang lalu oleh Presiden Jokowi yang jumlah nominal nya bervariasi menurut luas Desa dan jumlah penduduk nya, ada yang menerima 1 miliar ( M) dan ada yang kurang dan juga ada yang lebih.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Menurut perencanaan dana tersebut diperuntukkan untuk pembangunan sarana dan prasarana di Desa, baik itu rabat beton jalan \/lorong Desa, buat paret Desa dan lainnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Menurut investigasi awak media dikampung\/ Desa, kepala Desa menggunakan dana Desa tersebut untuk membeli truck angkut material yang hasilnya buat kas Desa, dan juga membeli kan motor roda tiga untuk mengelola sampah dan ada juga buat membangun&#8217; meunasah.<\/p>\n<p>Uang yang tidak sedikit ini membuat kepala desa kelabakan untuk mengelola nya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ini dikarenakan minimnya latar pendidikan sang Kepala Desa yang rata rata cuma tamat SD, SMP, dan SMA juga ada yang Sarjana sehingga tidak memiliki skill dalam keuangan dan tidak memiliki ilmu manajemen.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Walau pemerintah mengirim petugas dari Kecamatan untuk mendampingi Kepala Desa dalam mengelola uang negara.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Karena setiap penggunaan uang Desa harus ada pertanggung jawaban nya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Malah menurut informasi di Desa ada, sebagian Desa tidak menggunakan kan dana Desa tersebut sampai habis masa berlakunya sehingga uang tersebut kembali ke pusat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dalam pengelolaan dana Desa yang jumlahnya sampai miliaran tersebut membuat kepala desa terlibat penyelewengan yang membuat tim inspektorat Daerah harus turun ke Desa guna menelusuri atas laporan warga dan laporan dari kepolisian.<\/p>\n<p>Di Aceh Utara terdapat 12 desa diduga melakukan penyelewengan dana Desa yang akan diperiksa\/audit oleh tim Inspektorat Aceh Utara.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Zulfahmi, Sekretaris Inspektorat Aceh Utara memberikan nama 12 nama Desa yang terindikasi terdapat penyelewengan dana Desa kepada awak media, Senin 03 Juni 2024.<\/p>\n<p>Gampung Matang Ulim kecamatan Samudera, dilaporkan Tuha Peut tanggal 6\/11\/2023.<\/p>\n<p>Gampung Blang Dalam Tunong Kecamatan Nisam, dilaporkan oleh tuha Peut tanggal 12\/12\/2023.<\/p>\n<p>Desa Matang Linye Kecamatan Baktiya, dilaporkan oleh Tuha Peut tanggal 22 Desember 2023.<\/p>\n<p>Gampung Paya Dua Uram Kecamatan Seuneudon, dilaporkan oleh tuha Peut tanggal 2 Februari 2024.<\/p>\n<p>Desa Paya Meudru Kecamatan Paya Bakong dilaporkan oleh tuha Peut dan kaur umum tanggal 10 Oktober 2023.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Desa Bukit Lintang Kecamatan Langkahan di laporkan oleh tuha Peut tanggal 19 February 2023.<\/p>\n<p>Gampung Punti kecamatan Samtalira Bayu dilaporkan oleh tuha Peut dan polres Lhokseumawe.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Inspektorat Aceh Utara juga melakukan pemeriksaan khusus terhadap pengelolaan Dana Desa tahun 2022 Sampai 2023 di Gampong Sangkelan Kecamatan Bandar Baro yang dilaporkan oleh warga nya.(Din)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>A1news.co.id|Aceh Utara&#8211; Dana Desa yang di gelontorkan sejak sepuluh tahun yang lalu oleh Presiden Jokowi yang jumlah nominal nya bervariasi menurut luas Desa dan jumlah penduduk nya, ada yang menerima 1 miliar ( M) dan ada yang kurang dan juga ada yang lebih. &nbsp; Menurut perencanaan dana tersebut diperuntukkan untuk pembangunan sarana dan prasarana di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":11112,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-11111","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11111","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11111"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11111\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11113,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11111\/revisions\/11113"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11112"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11111"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11111"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11111"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}