{"id":14231,"date":"2024-07-10T10:22:59","date_gmt":"2024-07-10T10:22:59","guid":{"rendered":"https:\/\/a1news.co.id\/?p=14231"},"modified":"2024-07-10T10:22:59","modified_gmt":"2024-07-10T10:22:59","slug":"indonesia-perkenalkan-135-produk-indikasi-geografis-di-sidang-majelis-umum-ke-65-wipo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/2024\/07\/10\/indonesia-perkenalkan-135-produk-indikasi-geografis-di-sidang-majelis-umum-ke-65-wipo\/","title":{"rendered":"Indonesia Perkenalkan 135 Produk Indikasi Geografis Di Sidang Majelis Umum Ke- 65 WIPO"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #0000ff;\">A1news.co.id|<span style=\"color: #ff0000;\">Jenewa<\/span><\/span>&#8211; Indonesia mendapatkan kesempatan emas untuk memperkenalkan 135 produk indikasi geografis lokal pada Sidang Majelis Umum ke-65 Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia (WIPO).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Produk-produk yang dipamerkan meliputi kopi, produk perkebunan, rempah, kerajinan tangan, hingga perikanan dan kelautan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Delegasi Indonesia dengan bangga memamerkan kekayaan budaya dan kearifan lokal di hadapan para delegasi dari berbagai negara anggota WIPO.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Produk-produk tersebut tidak hanya merefleksikan keanekaragaman alam Indonesia, tetapi juga nilai-nilai tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cProduk-produk indikasi geografis ini merupakan bukti nyata dari kerja keras petani dan pengrajin lokal,<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Serta komitmen pemerintah dalam mempromosikan dan melindungi kekayaan intelektual Indonesia,\u201d ucap Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual (Dirjen KI) Min Usihen terkait pameran pada Selasa, 9 Juli 2024 di Jenewa, Swiss.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Min berharap kesempatan ini dapat meningkatkan pemahaman global tentang pentingnya melindungi indikasi geografis untuk mendukung keberlanjutan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat lokal.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Indonesia sendiri merupakan negara biodiversitas dan penghasil kopi terbesar kedua setelah Brazil.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Lebih lanjut dia mengatakan bahwa pameran ini akan berlangsung pada 9-17 Juli 2024 di Lobby WIPO Saloon Apollon dengan tema komoditas yang berbeda setiap harinya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kehadiran Indonesia di Sidang Majelis Umum WIPO juga memberikan kesempatan untuk membangun kemitraan internasional dalam mengembangkan strategi perlindungan lebih lanjut untuk produk-produk indikasi geografis.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cIni diharapkan dapat membuka peluang baru bagi ekspor produk-produk tersebut ke pasar internasional, sambil menjaga keberlanjutan lingkungan dan mendukung penghidupan berkelanjutan bagi komunitas lokal,\u201d sambung Min.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Delegasi Republik Indonesia menyatakan pentingnya kerjasama antar negara untuk melindungi dan menghargai kekayaan intelektual yang merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas budaya dan ekonomi global.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Diharapkan partisipasi Indonesia di WIPO akan memberi dampak positif jangka panjang bagi pengembangan industri lokal dan promosi budaya Indonesia di dunia internasional.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Secara keseluruhan, kehadiran Indonesia di Sidang Majelis Umum WIPO memberikan momentum positif dalam memperkuat posisi negara ini sebagai pemain utama dalam perlindungan dan promosi produk-produk indikasi geografis global.(BA)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>A1news.co.id|Jenewa&#8211; Indonesia mendapatkan kesempatan emas untuk memperkenalkan 135 produk indikasi geografis lokal pada Sidang Majelis Umum ke-65 Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia (WIPO). &nbsp; Produk-produk yang dipamerkan meliputi kopi, produk perkebunan, rempah, kerajinan tangan, hingga perikanan dan kelautan. &nbsp; Delegasi Indonesia dengan bangga memamerkan kekayaan budaya dan kearifan lokal di hadapan para delegasi dari berbagai negara [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":14232,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-14231","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14231","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14231"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14231\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14233,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14231\/revisions\/14233"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14232"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14231"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14231"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14231"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}