{"id":14398,"date":"2024-07-12T05:07:58","date_gmt":"2024-07-12T05:07:58","guid":{"rendered":"https:\/\/a1news.co.id\/?p=14398"},"modified":"2024-07-12T05:07:58","modified_gmt":"2024-07-12T05:07:58","slug":"masyarakat-asahan-inginkan-pemimpin-daerah-hasil-pilkada-2024-yang-pro-rakyat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/2024\/07\/12\/masyarakat-asahan-inginkan-pemimpin-daerah-hasil-pilkada-2024-yang-pro-rakyat\/","title":{"rendered":"Masyarakat Asahan Inginkan Pemimpin Daerah Hasil Pilkada 2024 Yang Pro Rakyat"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #0000ff;\">A1news.co.id|<span style=\"color: #ff0000;\">Asahan<\/span><\/span>&#8211; Masyarakat Asahan dari berbagai elemen, serta para tokoh dari berbagai profesi memberikan harapannya,agar Pilkada Tahun 2024. Dapat menghasilkan pemimpin daerah dengan kebijakan yang pro rakyat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Adapun janji-janji politik yang direalisasikan dikisaran 50 persen saja sebenarnya sudah baik, tetapi seringkali pemimpin daerah lebih yang lebih condong mengutamakan perintah induk partai, dibandingkan janji politiknya pada rakyat,&#8221; kata salah seorang tokoh masyarakat Muhammad Rasid, Jumat (12\/7\/2024).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Selanjutnya M. Rasid menyampaikan hal tersebut dalam pertemuan dengan Calon Bupati Asahan R. Bambang. SS agar masyarakat Asahan dapat menemukan figur Pemimpin yang Kebijakan dan Pro Rakyat&#8221; kegiatan tersebut sekaligus peluncuran agenda dukungan kepada sosok R. Bambang. SS.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Pemimpin daerah dengan kebijakan yang pro rakyat&#8221;, lanjut dia, termasuk juga harus membuat kebijakan atau regulasi yang pro perempuan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sementara itu, &#8220;salah seorang tokoh etnis Batak Karo&#8221; menyoroti untuk terpilihnya pemimpin daerah yang pro rakyat juga dihadapkan pada tantangan sikap pemilih yang berpikir masih instan dan tidak mau melihat rekam jejak calon peserta pilkada.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pemimpin daerah dengan kebijakan yang pro rakyat, lanjut dia, termasuk juga harus membuat kebijakan atau regulasi yang pro perempuan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Salah seorang tokoh akademisi lainnya berpandangan senada agar pemimpin daerah hasil Pilkada 2024 merupakan sosok yang tidak egois, yang bijaksana, seperti sosok R. Bambang. SS. Ujarnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Jika sudah terpilih, pemimpin daerah merupakan pemimpin milik bersama, dan tidak lagi menjadi pemimpin kelompok tertentu,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Muhammad Rasid, mengatakan pemimpin daerah harus memiliki integritas dan moral serta mau merangkul berbagai komponen masyarakat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ia pun menginginkan ke depan agar para intelektual atau cendekiawan tidak tinggal diam jika memang ada kebijakan pemerintah yang melenceng dan pers dapat menyuarakan yang sesungguhnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Kaum cendekiawan harus mau berbicara sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan jangan sampai melacurkan diri ketika pemimpin yang menjalankan kebijakan tidak pro rakyat,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Tokoh lingkungan Baskara menambahkan agar pihak perguruan tinggi dapat ikut berperan dalam menentukan calon pemimpin daerah, demikian juga para netizen harus cerdas.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Yang jelas masyarakat Asahan mendukung sosok R. Bambang. SS yang sudah tidak diragukan kepiawaiannya dalam memimpin, bahkan sosok ini sangat dekat dengan masyarakat, bahkan dia tidak pernah pamrih dalam memperjuangkan hak hak rakyat. (AR)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>A1news.co.id|Asahan&#8211; Masyarakat Asahan dari berbagai elemen, serta para tokoh dari berbagai profesi memberikan harapannya,agar Pilkada Tahun 2024. Dapat menghasilkan pemimpin daerah dengan kebijakan yang pro rakyat. &nbsp; &#8220;Adapun janji-janji politik yang direalisasikan dikisaran 50 persen saja sebenarnya sudah baik, tetapi seringkali pemimpin daerah lebih yang lebih condong mengutamakan perintah induk partai, dibandingkan janji politiknya pada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":14399,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-14398","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14398","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14398"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14398\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14400,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14398\/revisions\/14400"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14399"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14398"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14398"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14398"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}