{"id":14731,"date":"2024-07-16T01:36:27","date_gmt":"2024-07-16T01:36:27","guid":{"rendered":"https:\/\/a1news.co.id\/?p=14731"},"modified":"2024-07-16T01:36:27","modified_gmt":"2024-07-16T01:36:27","slug":"polda-metro-jaya-tetapkan-dua-tersangka-pengeroyokan-jurnalis-kompas-tv","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/2024\/07\/16\/polda-metro-jaya-tetapkan-dua-tersangka-pengeroyokan-jurnalis-kompas-tv\/","title":{"rendered":"Polda Metro Jaya Tetapkan Dua Tersangka Pengeroyokan Jurnalis Kompas TV"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #0000ff;\">A1news.co.id|<span style=\"color: #ff0000;\">Jakarta<\/span><\/span>&#8211; Polda Metro Jaya menetapkan dua tersangka kasus pengeroyokan wartawan Kompas TV saat sidang Syahrul Yasin Limpo (SYL). Pelaku pengeroyokan ditangkap kurang dari 24 jam dari kejadian.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Dua orang tersangka adalah MNM (54), itu diduga memukul korban. Satu lagi S (49) diduga memukul dan menendang korban dan juga kepada kamera korban,&#8221; jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam di kantornya, Senin, 15 Juli 2024.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Menurutnya, penyidik menetapkan tersangka usai dilakukan pemeriksaan kepada sejumlah saksi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Dilakukan olah TKP, pendalaman, klarifikasi terhadap korban dan saksi, pengecekan CCTV,&#8221; ujar Ade Ary.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Terhadap tersangka dijerat pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan dengan maksimal hukuman 5 tahun penjara.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Juru Kamera Kompas TV, Bodhiya Vimala, mendatangi Polda Metro Jaya untuk membuat laporan atas dugaan pengeroyokan oleh simpatisan terdakwa Syahrul Yasin Limpo (SYL).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Ada pemukulan sama penendangan dari massa dari SYL itu. Ormas pendukung SYL lebih tepatnya,&#8221; ujar Bodhiya di Polda Metro Jaya, Kamis (11\/7\/2024).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Laporan tersebut pun diterima dengan nomor LP\/B\/3926\/VII\/2024\/SPKT Polda Metro Jaya tertanggal 11 Juli 2024.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dijelaskan Bodhiya, pengeroyokan berawal saat pendukung SYL hendak mengambil gambar terdakwa keluar dari ruang sidang. Kemudian, simpatisan itu menutupi di pintu ruang sidang.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Saat itu kondisi ruang sidang penuh dan mereka masuk menutup pintu keluar itu, berjejer.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kita sebenarnya sudah sepakat sama ormas itu, karena anak-anak (wartawan) TV yang lain juga minta ngebuka jalan lah, supaya pas SYL keluar kita sama-sama dapat gambarnya,&#8221; kata dia.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Saat SYL keluar itu, kata dia, para simpatisan langsung desak-desakan keluar, mendorong, hingga akhirnya membuat keadaan rusuh.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Bahkan, banyak korban dari kalangan wartawan yang sedang menjalankan tugas terganggu oleh cara simpatisan SYL itu.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Bodhya sendiri sempat terjatuh saat kondisi tersebut karena melindungi peralatan liputannya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Setelah ada protes dari kalangan wartawan, para simpatisan melakukan aksi anarkis hingga Bodhya turut menjadi korban pemukulan dari tiga anggota simpatisan SYL itu.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Engga (luka parah) si, karena pas mukul dan nendang, saya menghindar, kena dikit aja paling, enggak sampai luka,&#8221; tutur dia.(Red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>A1news.co.id|Jakarta&#8211; Polda Metro Jaya menetapkan dua tersangka kasus pengeroyokan wartawan Kompas TV saat sidang Syahrul Yasin Limpo (SYL). Pelaku pengeroyokan ditangkap kurang dari 24 jam dari kejadian. &nbsp; &#8220;Dua orang tersangka adalah MNM (54), itu diduga memukul korban. Satu lagi S (49) diduga memukul dan menendang korban dan juga kepada kamera korban,&#8221; jelas Kabid Humas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":14732,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-14731","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14731","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14731"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14731\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14733,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14731\/revisions\/14733"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14732"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14731"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14731"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14731"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}