{"id":16281,"date":"2024-08-05T12:49:49","date_gmt":"2024-08-05T12:49:49","guid":{"rendered":"https:\/\/a1news.co.id\/?p=16281"},"modified":"2024-08-05T12:49:49","modified_gmt":"2024-08-05T12:49:49","slug":"polri-dan-menteri-atr-bpn-perkuat-sinergitas-pemberantasan-mafia-tanah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/2024\/08\/05\/polri-dan-menteri-atr-bpn-perkuat-sinergitas-pemberantasan-mafia-tanah\/","title":{"rendered":"Polri Dan Menteri ATR\/BPN Perkuat Sinergitas Pemberantasan Mafia Tanah"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #0000ff;\">A1news.co.id|<span style=\"color: #ff0000;\">Jakarta<\/span><\/span>&#8211; Kementerian Agraria dan Tata Ruang\/Badan Pertanahan Nasional (ATR\/BPN) bersama Polri memperkuat sinergitas dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait tindak pencegahan kasus pertanahan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PKS ini sebagai salah satu upaya pemberantasan mafia tanah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kerja sama ini dilakukan selaras dengan penerbitan Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang\/Kepala Badan Pertanahan Nasional (Permen ATR\/BPN) Nomor 15 Tahun 2024 tentang Pencegahan Kasus Pertanahan pada April 2024.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Menteri ATR\/BPN Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, sengketa menjadi salah satu isu yang selalu menjadi sorotan publik, termasuk konflik pertanahan yang disebabkan atau dimotori oleh oknum mafia tanah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Tak dipungkiri, banyak masyarakat yang menjadi korban mafia tanah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cBelasan tahun bahkan puluhan tahun kasus tidak selesai karena memang sudah sangat complicated dan ini perlu diurai secara rigit dan tidak boleh ada persepsi yang berbeda,&#8221; jelas Menteri ATR\/BPN, Senin (5\/8\/24).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Menteri ATR\/BPN berharap, dengan adanya perjanjian kerja sama ini akan semakin menguatkan sinergi, kolaborasi, dan semangat untuk memberantas mafia tanah sampai ke akar-akarnya melalui Satgas Anti Mafia Tanah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dengan begitu, apa yang menjadi atensi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dapat terlaksana.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ditambahkan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, sengketa tanah menjadi masalah yang berlarut-larut bahkan hingga mengganggu investasi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Padahal, di Indonesia terdapat Undang-Undang Dasar 1945 pasal 33 yang dengan jelas menyebutkan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam dikuasai oleh negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Tapi pada saat negara mau menggunakan tanah saja berhadapan dengan mafia tanah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Oleh karena itu tentunya kita sepakat bahwa harus ada kepastian terkait dengan kepemilikan tanah,<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sehingga ke depan masyarakat yang selama ini selalu dirugikan oleh kelompok-kelompok yang disebut dengan &#8216;mafia tanah&#8217; ini kemudian bisa kita berikan kepastian dan hukum,&#8221; jelas Sigit.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Tidak hanya itu, menurut Jenderal Sigit, masalah mafia tanah ini juga telah mengganggu masuknya investasi di Indonesia.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Bahkan, tidak jarang investor yang masuk pada akhirnya terkendala dengan masalah pertanahan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cKarena itulah, hal ini menjadi PR bersama agar Indonesia betul-betul bisa bersaing dalam hal investasi,\u201d ujar Jenderal Sigit.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dibeberkan Kapolri, dalam kasus mafia tanah tentunya ada persekongkolan dan permainan hukum. Ia pun mendukung Kementerian ATR\/BPN untuk melakukan pemberantasan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cJadi kalau istilah saya tambahannya dari gebuk mafia tanah sampai tuntas dan kita dukung,&#8221; ujar Jenderal Sigit.(Red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>A1news.co.id|Jakarta&#8211; Kementerian Agraria dan Tata Ruang\/Badan Pertanahan Nasional (ATR\/BPN) bersama Polri memperkuat sinergitas dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait tindak pencegahan kasus pertanahan. &nbsp; PKS ini sebagai salah satu upaya pemberantasan mafia tanah. &nbsp; Kerja sama ini dilakukan selaras dengan penerbitan Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang\/Kepala Badan Pertanahan Nasional (Permen ATR\/BPN) Nomor 15 Tahun [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":16282,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-16281","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16281","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16281"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16281\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16283,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16281\/revisions\/16283"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16282"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16281"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16281"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16281"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}