 {"id":18456,"date":"2024-09-09T13:58:44","date_gmt":"2024-09-09T13:58:44","guid":{"rendered":"https:\/\/a1news.co.id\/?p=18456"},"modified":"2024-09-09T13:58:44","modified_gmt":"2024-09-09T13:58:44","slug":"pb-pon-xxi-aceh-sumut-dirasa-kurang-optimal-menjalin-komunikasi-dengan-pemda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/2024\/09\/09\/pb-pon-xxi-aceh-sumut-dirasa-kurang-optimal-menjalin-komunikasi-dengan-pemda\/","title":{"rendered":"PB PON XXI Aceh &#8211; Sumut, Dirasa Kurang Optimal Menjalin Komunikasi Dengan Pemda\u00a0"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #0000ff;\">A1news.co.id|<span style=\"color: #ff0000;\">Redelong<\/span><\/span>&#8211; Kurang optimalnya koordinasi Pengurus Besar (PB) Pekan Olahraga Nasional ( PON) ke XXI di Aceh- Sumut, menyebabkan ada yang bingung termasuk masalah anggaran dan koordinasi kegiatan dilapangan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Hal itu, diungkapkan oleh ketua Karateker Konida Kabupaten Bener Meriah Nasiruddin, kepada Media Aceh co. Id, Senin (9\/9\/2024) di Bener Meriah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dinyatakannya, dirinya sempat merasa bingung dengan aturan yang diterapkan oleh PB PON ke XXI di Bener Meriah, awalnya kita ( Konida Bener Meriah) diminta sebagai tim di kabupaten bersama dengan pemerintah daerah termasuk didalamnya Kepala Dinas Parawisata, Pemuda dan Olahraga, &#8221; Hingga detik ini kita belum menerima SKnya, saya hanya mendapatkan baju berlambangkan PON Aceh &#8211; Sumut Ke XXI namun ketika saya tanya gimana untuk kelanjutannya, sementara dalam kegiatan tersebut saya harus melibatkan orang- orang, terus honornya siapa yang tanggung, terangnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Selain, itu kepada PB PON Ke XXI hendaknya ada perwakilan di daerah &#8211; daerah sehingga mudah untuk berkoordinasi, ini kita harus ke Banda Aceh, ucapnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Belum optimalnya garis koordinasi tersebut juga dirasakan di Aceh Tengah, di wilayah ini ada tiga Cabor olahraga yang di pertandingkan yakni Trithon, Brige dan Pacian Kuda, belum optimalnya garis komunikasi antara PB PON XXI dengan EO ( Event Organisasi) dan Pemerintah Daerah, seolah &#8211; olah ada yang saling berharap- harapan, artinya tidak ada koordinasi yang baik, ucap sumber tadi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Hal yang sama diucapkan oleh para media yang bertugas di wilayah tersebut, dimana masing masing event sudah di kontrakan kepada media tertentu, kami jadi penonton dirumah sendiri, terang salah satu wartawan di daerah tersebut.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Menurutnya, event besar seperti PON merupakan event empat tahunan belum tentu 20 tahun event ini digelar didaerah Aceh- Sumut lagi, Ungkap Joy.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Seharusnya pihak Panitia Besar atau apapun namanya harus telantin, terhadap pentingnya keberadaan media dalam sebuah even yang begitu besar, kenapa kami tidak di koordinasikan, jelas wartawan itu.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Emang dalam bahasanya, ada dibuka pendaftaran yang akan meliput tapi ada sebagian yang sempat mendaftarkan ada yang tidak sempat, namun alangkah indahnya jika kita menulis bersama &#8211; sama, katanya, walau angjel berbeda.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kenapa Pengurus Besar \/ Panitia Besar tidak memberikan kesempatan atau pemda dan EO tidak melakukannya, apa mentang &#8211; mentang sudah punya Face Book, IG, dan vedio serta orang &#8211; orang yang pinter IT, sudah mewakili media, terangnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Seharusnya PB PON bekerjasama sama dengan Sekretariat PON yang ada di kabupaten untuk mendata wartawan lokal yang tidak mendaftar atau tidak tau cara mendaftar agar wartawan lokal pun ikut serta berpartisipasi Even Besar di indonesia tercinta.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kami sebagai wartawan lokal yang ada di kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah sangat kecewa kepada panitia karena tidak melibatkan Wartawan Lokal dalam even yang megah dan sejarah bagi kami sebagai masyarakat dua kabupaten di dataran tinggi di Provinsi Aceh, Cetus Joy seorang wartawan yang bertugas Gayo.(Tim)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>A1news.co.id|Redelong&#8211; Kurang optimalnya koordinasi Pengurus Besar (PB) Pekan Olahraga Nasional ( PON) ke XXI di Aceh- Sumut, menyebabkan ada yang bingung termasuk masalah anggaran dan koordinasi kegiatan dilapangan. &nbsp; Hal itu, diungkapkan oleh ketua Karateker Konida Kabupaten Bener Meriah Nasiruddin, kepada Media Aceh co. Id, Senin (9\/9\/2024) di Bener Meriah. &nbsp; Dinyatakannya, dirinya sempat merasa bingung dengan aturan yang diterapkan oleh PB PON ke XXI di Bener Meriah, awalnya kita ( Konida Bener Meriah) diminta sebagai tim di kabupaten bersama dengan pemerintah daerah termasuk didalamnya Kepala Dinas Parawisata, Pemuda dan Olahraga, &#8221; Hingga detik ini kita belum menerima SKnya, saya hanya mendapatkan baju berlambangkan PON Aceh &#8211; Sumut Ke XXI namun ketika saya tanya gimana untuk kelanjutannya, sementara dalam kegiatan tersebut saya harus melibatkan orang- orang, terus honornya siapa yang tanggung, terangnya. &nbsp; Selain, itu kepada PB PON Ke XXI hendaknya ada perwakilan di daerah &#8211; daerah sehingga mudah untuk berkoordinasi, ini kita harus ke Banda Aceh, ucapnya. &nbsp; Belum optimalnya garis koordinasi tersebut juga dirasakan di Aceh Tengah, di wilayah ini ada tiga Cabor olahraga yang di pertandingkan yakni Trithon, Brige dan Pacian Kuda, belum optimalnya garis komunikasi antara PB PON XXI dengan EO ( Event Organisasi) dan Pemerintah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":18457,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-18456","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18456","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18456"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18456\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18458,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18456\/revisions\/18458"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18457"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18456"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18456"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18456"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}