{"id":19118,"date":"2024-09-23T03:57:41","date_gmt":"2024-09-23T03:57:41","guid":{"rendered":"https:\/\/a1news.co.id\/?p=19118"},"modified":"2024-09-23T03:58:33","modified_gmt":"2024-09-23T03:58:33","slug":"kip-gayo-lues-dituding-lecehkan-surat-kemenkumham-kuasa-hukum-paslon-independen-angkat-suara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/2024\/09\/23\/kip-gayo-lues-dituding-lecehkan-surat-kemenkumham-kuasa-hukum-paslon-independen-angkat-suara\/","title":{"rendered":"KIP Gayo Lues Dituding Lecehkan Surat Kemenkumham, Kuasa Hukum Paslon Independen Angkat Suara"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #0000ff;\">A1news.co.id|<span style=\"color: #ff0000;\">Blangkejeren<\/span><\/span>&#8211; Salah seorang oknum komisioner Komisi Independen Pemilihan (KIP) Gayo Lues,menuai kritik tajam setelah memberikan pernyataan yang dinilai merendahkan validitas surat dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Republik Indonesia.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Surat keterangan yang diserahkan oleh Tim LO pasangan calon independen dalam proses pendaftaran Pilkada Gayo Lues 2024 melalui aplikasi SILON dinyatakan oleh komisioner tersebut sebagai &#8220;tidak kuat&#8221; dan &#8220;syarat dengan rekayasa.&#8221;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Adapun Surat tersebut dikeluarkan oleh Badan Pemasyarakatan (BAPAS) Medan, Sumatera Utara, dan digunakan sebagai dokumen data pendukung mantan narapidana yang akan maju pada Pilkada di Kabupaten Gayo Lues tahun 2024.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Namun, pernyataan komisioner KIP Gayo Lues menolak surat itu, memicu tuduhan pelecehan terhadap lembaga negara. Ulasnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Muzakir, SH, I.C.IL, kuasa hukum pasangan calon Mael Gaya Abeng, menuding bahwa pernyataan komisioner tersebut merupakan tindakan yang melecehkan Kemenkumham, sebuah lembaga negara yang sah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Kami sangat menyayangkan pernyataan ini. Ini adalah bentuk penghinaan terhadap institusi negara yang sudah menjalankan fungsinya sesuai dengan hukum.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Tindakan ini melanggar Pasal 207 dan Pasal 219 KUHP tentang penghinaan terhadap lembaga dan pejabat negara, dengan ancaman pidana hingga tiga tahun enam bulan penjara,&#8221; ujar Muzakir.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kritik terhadap KIP Gayo Lues tidak berhenti di situ. Pernyataan mengejutkan juga datang dari Kepala Divisi Hukum KIP Gayo Lues yang menyatakan, &#8220;SAYA TIDAK FAHAM HUKUM karena saya sarjana farmasi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8221; Pernyataan ini memicu reaksi keras dari pihak-pihak yang mengharapkan profesionalisme dari penyelenggara pemilu.<\/p>\n<p>\u201cKami sangat terkejut dan prihatin mendengar pengakuan tersebut. Ini adalah pengakuan yang sangat keliru dan sesat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Seorang komisioner KIP seharusnya memiliki pengetahuan dan keahlian terkait penyelenggaraan pemilu, ketatanegaraan, dan kepartaian, sebagaimana yang diatur dalam persyaratan menjadi komisioner KIP. Senin 23\/09\/2024\u201d tambah Muzakir.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kasus ini telah menciptakan gelombang kekecewaan di kalangan masyarakat dan pihak-pihak yang terlibat dalam Pilkada Gayo Lues 2024.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Publik berharap agar kasus ini segera mendapat perhatian dari pihak berwenang, dan pelaksanaan Pilkada dapat berjalan dengan adil, sesuai aturan hukum yang berlaku. (AR)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>A1news.co.id|Blangkejeren&#8211; Salah seorang oknum komisioner Komisi Independen Pemilihan (KIP) Gayo Lues,menuai kritik tajam setelah memberikan pernyataan yang dinilai merendahkan validitas surat dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Republik Indonesia. &nbsp; Surat keterangan yang diserahkan oleh Tim LO pasangan calon independen dalam proses pendaftaran Pilkada Gayo Lues 2024 melalui aplikasi SILON dinyatakan oleh komisioner [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":19121,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-19118","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19118","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19118"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19118\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":19120,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19118\/revisions\/19120"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19121"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19118"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19118"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19118"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}