 {"id":25529,"date":"2025-02-13T04:29:00","date_gmt":"2025-02-13T04:29:00","guid":{"rendered":"https:\/\/a1news.co.id\/?p=25529"},"modified":"2025-02-13T04:29:00","modified_gmt":"2025-02-13T04:29:00","slug":"r-bambang-ss-pemangkasan-anggaran-prabowo-harus-tegas-paksa-obligor-blbi-bayar-utang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/2025\/02\/13\/r-bambang-ss-pemangkasan-anggaran-prabowo-harus-tegas-paksa-obligor-blbi-bayar-utang\/","title":{"rendered":"R. Bambang SS Pemangkasan Anggaran Prabowo Harus Tegas Paksa Obligor BLBI Bayar Utang"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #0000ff;\">A1news.co.id|<span style=\"color: #ff0000;\">Jakarta<\/span><\/span>\u00a0&#8211; Ketua Umum Corruption Investigation Committee (CIC), R. Bambang SS, kembali menyoroti kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang hingga kini masih menyisakan utang besar dari para obligor kepada negara.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ia mendesak Presiden terpilih Prabowo Subianto untuk mengambil langkah tegas guna menagih dana tersebut, terutama di tengah rencana pemangkasan anggaran negara yang berpotensi berdampak pada sektor publik.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Saat ini, pemerintah tengah menghadapi tantangan besar dengan rencana pemangkasan anggaran di berbagai sektor.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ironisnya, di saat rakyat harus berhemat dan menerima dampaknya, para obligor BLBI justru masih bebas tanpa kewajiban yang jelas. Ini tidak bisa dibiarkan!&#8221; tegas R. Bambang,SS dalam pernyataannya, Selasa 12-02-2025.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ia menilai bahwa pemerintah memiliki kewajiban moral dan hukum untuk memastikan dana yang telah dikucurkan negara kepada bank-bank swasta saat krisis moneter 1997-1998 benar-benar kembali ke kas negara.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Jika tidak, kata Bambang, maka kepercayaan publik terhadap keadilan dan integritas pemerintahan akan semakin menurun.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Jangan sampai rakyat yang terus dibebani dengan pajak dan kebijakan fiskal ketat, sementara para konglomerat yang berutang justru lepas tangan. Prabowo harus membuktikan bahwa pemerintahannya tidak tunduk pada oligarki,&#8221; ujar Bambang.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kasus BLBI sendiri menyebabkan kerugian negara yang diperkirakan mencapai lebih dari Rp110 triliun.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Beberapa obligor besar yang hingga kini belum sepenuhnya memenuhi kewajibannya,antara lain : Sjamsul Nursalim (Bank Dagang Nasional Indonesia), Bambang Sutrisno &amp; Samadikun Hartono (Bank Modern), serta Eka Tjipta Widjaja (Bank Internasional Indonesia).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Menurut R. Bambang SS, langkah yang dilakukan Satgas BLBI di era Presiden Joko Widodo memang menunjukkan hasil, tetapi masih jauh dari tuntas.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ia pun meminta agar pemerintahan Prabowo tidak hanya melanjutkan kebijakan tersebut, tetapi juga memperkuatnya dengan sanksi yang lebih tegas.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Jika perlu, segera lakukan penyitaan aset, pemblokiran rekening, hingga larangan bepergian ke luar negeri bagi mereka yang belum melunasi utangnya. Jangan ada kompromi!&#8221; tandasnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dengan kondisi anggaran negara yang semakin ketat, Bambang menekankan bahwa pemerintah tidak boleh membiarkan dana triliunan rupiah ini menguap begitu saja.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ia berharap Prabowo dapat membuktikan komitmennya dalam menegakkan hukum dan memastikan keadilan ekonomi bagi seluruh rakyat Indonesia.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Jangan sampai rakyat harus berkorban karena pemangkasan anggaran, sementara para obligor BLBI dibiarkan hidup nyaman.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pemerintahan yang kuat adalah yang berani menindak tegas kejahatan keuangan, bukan yang tunduk pada kepentingan segelintir elite,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pemerintah Prabowo kini ditunggu aksinya dalam menyelesaikan skandal BLBI yang telah berlarut-larut.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Keberpihakan kepada rakyat dan komitmen terhadap keadilan ekonomi akan diuji melalui langkah-langkah konkret dalam menuntaskan persoalan ini.(AR)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>A1news.co.id|Jakarta\u00a0&#8211; Ketua Umum Corruption Investigation Committee (CIC), R. Bambang SS, kembali menyoroti kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang hingga kini masih menyisakan utang besar dari para obligor kepada negara. &nbsp; Ia mendesak Presiden terpilih Prabowo Subianto untuk mengambil langkah tegas guna menagih dana tersebut, terutama di tengah rencana pemangkasan anggaran negara yang berpotensi berdampak pada sektor publik. &nbsp; &#8220;Saat ini, pemerintah tengah menghadapi tantangan besar dengan rencana pemangkasan anggaran di berbagai sektor. &nbsp; Ironisnya, di saat rakyat harus berhemat dan menerima dampaknya, para obligor BLBI justru masih bebas tanpa kewajiban yang jelas. Ini tidak bisa dibiarkan!&#8221; tegas R. Bambang,SS dalam pernyataannya, Selasa 12-02-2025. &nbsp; Ia menilai bahwa pemerintah memiliki kewajiban moral dan hukum untuk memastikan dana yang telah dikucurkan negara kepada bank-bank swasta saat krisis moneter 1997-1998 benar-benar kembali ke kas negara. &nbsp; Jika tidak, kata Bambang, maka kepercayaan publik terhadap keadilan dan integritas pemerintahan akan semakin menurun. &nbsp; &#8220;Jangan sampai rakyat yang terus dibebani dengan pajak dan kebijakan fiskal ketat, sementara para konglomerat yang berutang justru lepas tangan. Prabowo harus membuktikan bahwa pemerintahannya tidak tunduk pada oligarki,&#8221; ujar Bambang. &nbsp; Kasus BLBI sendiri menyebabkan kerugian negara yang diperkirakan mencapai lebih dari Rp110 triliun. &nbsp; Beberapa obligor besar yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":25530,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-25529","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25529","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25529"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25529\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25531,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25529\/revisions\/25531"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/25530"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25529"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25529"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25529"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}