{"id":27167,"date":"2025-03-08T09:33:49","date_gmt":"2025-03-08T09:33:49","guid":{"rendered":"https:\/\/a1news.co.id\/?p=27167"},"modified":"2025-03-08T09:33:49","modified_gmt":"2025-03-08T09:33:49","slug":"kapolres-banyuasin-masyarakat-perbanyak-ibadah-jauhi-aksi-negatif-di-bulan-ramadan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/2025\/03\/08\/kapolres-banyuasin-masyarakat-perbanyak-ibadah-jauhi-aksi-negatif-di-bulan-ramadan\/","title":{"rendered":"Kapolres Banyuasin : Masyarakat &#8220;Perbanyak Ibadah, Jauhi Aksi Negatif Di Bulan Ramadan&#8221;"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #0000ff;\">A1news.co.id|<span style=\"color: #ff0000;\">Banyuasin<\/span><\/span>\u00a0&#8211; Polres Banyuasin Polda Sumatera Selatan menggelar Press Release. Selama 16 hari, operasi ini berhasil mengungkap 82 kasus dengan 41 tersangka yang diamankan, Lobby Polres Banyuasin, Jumat (7\/3\/25)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Salah satu kasus yang menyita perhatian publik adalah aksi tawuran berdarah antar remaja di Kabupaten Banyuasin yang menewaskan seorang pelajar dan melukai dua orang lainnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kapolres Banyuasin, AKBP Ruri Prastowo, menjelaskan bahwa tragedi terjadi pada 5 Maret 2025 sekitar pukul 02.30 WIB dini hari di depan SPBU Durian Daun, Kecamatan Suak Tapeh.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Aksi kekerasan ini melibatkan dua kelompok remaja, yakni &#8220;Kelompok Betung&#8221; dan &#8220;Kelompok Pangkalan Balai&#8221;, yang berawal dari saling ejek melalui chat Instagram. Kedua kelompok sepakat untuk &#8220;perang sarung&#8221;, namun berubah menjadi tragedi berdarah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Korban meninggal dunia adalah Riski Saputra (16), sementara Arkoni (19) dan M. Apriansyah mengalami luka bacok.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dari penyelidikan, empat tersangka berinisial AP (20), IX (17), RZ (16), dan RI (16) diamankan dalam waktu kurang dari 1&#215;24 jam.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>AP mengaku memukuli korban dengan tongkat baseball yang dibeli secara online, sementara tersangka lain membawa senjata tajam seperti parang dan pisau.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Polisi menyita sejumlah barang bukti, termasuk parang, badik, tongkat baseball, dua motor, sarung berwarna kuning-hijau, petasan, dan batu yang dibalut sarung.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Menurut keterangan tersangka, aksi ini dilatarbelakangi solidaritas kelompok dan keinginan untuk &#8220;membela harga diri&#8221; secara impulsif.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>AKBP Ruri Prastowo menegaskan bahwa operasi ini merupakan komitmen Polres Banyuasin memberantas &#8220;penyakit masyarakat&#8221; yang mengganggu ketenangan Ramadan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cRamadan adalah momentum memperbanyak ibadah, bukan mencari jati diri lewat tawuran atau balapan liar.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kami imbau orang tua lebih mengawasi anak-anak dan mengisi waktu mereka dengan kegiatan positif,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kapolres juga mengapresiasi peran masyarakat yang melaporkan kejadian ini, sehingga polisi dapat bergerak cepat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cBumi Sedulang Setudung harus aman. Tidak ada ruang bagi kejahatan! Kami akan terus bertindak tegas,\u201d tambah Ruri.<\/p>\n<p>Kasus ini menjadi pengingat bahwa kekerasan hanya meninggalkan luka dan penyesalan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Polres Banyuasin mendorong generasi muda untuk menjauhi narkoba, miras, dan aksi kriminal lainnya. \u201cMari jadikan Ramadan sebagai ajang memperbaiki diri, bukan merusak masa depan,\u201d tutup Ruri.(Amd)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>A1news.co.id|Banyuasin\u00a0&#8211; Polres Banyuasin Polda Sumatera Selatan menggelar Press Release. Selama 16 hari, operasi ini berhasil mengungkap 82 kasus dengan 41 tersangka yang diamankan, Lobby Polres Banyuasin, Jumat (7\/3\/25) &nbsp; Salah satu kasus yang menyita perhatian publik adalah aksi tawuran berdarah antar remaja di Kabupaten Banyuasin yang menewaskan seorang pelajar dan melukai dua orang lainnya. &nbsp; [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":27168,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-27167","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27167","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27167"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27167\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27169,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27167\/revisions\/27169"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/27168"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27167"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27167"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27167"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}