{"id":27819,"date":"2025-03-17T06:45:43","date_gmt":"2025-03-17T06:45:43","guid":{"rendered":"https:\/\/a1news.co.id\/?p=27819"},"modified":"2025-03-17T06:45:43","modified_gmt":"2025-03-17T06:45:43","slug":"mahmud-marhaba-pemred-bau-kencur-ancaman-terhadap-kredibilitas-media","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/2025\/03\/17\/mahmud-marhaba-pemred-bau-kencur-ancaman-terhadap-kredibilitas-media\/","title":{"rendered":"Mahmud Marhaba: Pemred &#8220;Bau Kencur&#8221; Ancaman terhadap Kredibilitas Media"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #0000ff;\">A1news.co.id|<span style=\"color: #ff0000;\">Opini<\/span><\/span>\u00a0&#8211; ERA digitalisasi kini telah menggandeng banyak media siber. Kehadiran sejumlah media dan wartawan baru dapat diibaratkan seperti jamur yang tumbuh di musim hujan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ini adalah sebuah fenomena yang mencerminkan dinamika demokrasi dan kemudahan dalam mengakses informasi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Namun, di balik pertumbuhan yang sangat pesat ini terdapat tantangan serius yang mengancam kredibilitas dan integritas jurnalisme di Indonesia, yaitu munculnya Pemimpin Redaksi (Pemred) yang kurang berpengalaman dan kurang memahami seluk-beluk jurnalisme serta praktik jurnalisme yang tidak bertanggung jawab.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kemudahan untuk mendirikan media online, yang dapat dilakukan dengan biaya relatif terjangkau dan prosedur yang cepat, telah menggugah banyak individu untuk terjun ke dunia jurnalistik.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sayangnya, hal ini seringkali tidak disertai dengan pemahaman yang mendalam mengenai etika jurnalistik, standar penulisan berita, dan tanggung jawab yang melekat pada profesi wartawan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Akibatnya, banyak media online yang beroperasi tanpa visi yang jelas, tanpa dukungan sumber daya manusia (SDM) yang memadai, dan tanpa komitmen untuk menjaga kualitas jurnalisme.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Salah satu persoalan yang paling krusial adalah penunjukan Pemred yang tidak memenuhi syarat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Banyak media online yang mengangkat individu yang minim pengalaman dan pengetahuan sebagai Pemred, seringkali hanya berdasarkan kedekatan atau alasan lain yang tidak relevan dengan kompetensi jurnalistik.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pemred yang tidak kompeten tentu akan kesulitan dalam membimbing dan mengawasi wartawannya, sehingga kualitas berita yang dihasilkan pun cenderung rendah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Berita-berita yang tidak akurat, tidak berimbang, hingga provokatif dan menyesatkan menjadi hal yang lumrah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Fenomena ini tidak hanya merusak kredibilitas media bersangkutan, tetapi juga menimbulkan keraguan publik terhadap media secara keseluruhan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Lebih jauh lagi, kemudahan akses informasi dan platform media sosial telah menciptakan budaya &#8220;jurnalisme instan&#8221; yang cenderung mengabaikan prinsip-prinsip dasar jurnalistik.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Banyak wartawan, khususnya yang masih muda dan kurang berpengalaman, terjebak dalam godaan untuk memproduksi berita sensasional dan provokatif demi menarik perhatian publik.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sering kali, mereka tidak melakukan verifikasi fakta secara seksama, tidak memberi kesempatan kepada pihak terkait untuk memberikan klarifikasi, bahkan tidak segan-segan menyerang pribadi seseorang tanpa bukti yang kuat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Praktik-praktik semacam ini jelas melanggar Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan dapat berujung pada tuntutan hukum.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dewan Pers telah menetapkan KEJ sebagai panduan bagi seluruh wartawan di Indonesia. Prinsip independensi, akurasi, dan keseimbangan berita harus menjadi landasan utama dalam setiap proses pembuatan berita.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Wartawan yang profesional senantiasa berupaya untuk menghadirkan fakta-fakta yang akurat, memberikan ruang bagi semua pihak untuk mengungkapkan pandangannya, dan menghindari penyebaran informasi yang menyesatkan atau berpotensi menimbulkan konflik.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dalam hal ini, Pemred yang berkualitas memainkan peran penting untuk memastikan bahwa semua berita yang diterbitkan oleh medianya memenuhi standar KEJ.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Oleh karena itu, saatnya bagi pemilik media untuk menyadari pentingnya memilih Pemred yang kompeten dan berpengalaman.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Jangan sampai media online yang dibangun hanya menjadi sarana bagi individu yang tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan jurnalistik yang memadai.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pemilik media harus memberikan prioritas pada kualitas daripada kuantitas, serta membangun tim redaksi yang solid dan profesional.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dengan cara ini, media siber dapat berfungsi sebagai pilar demokrasi dan sumber informasi yang dapat dipercaya bagi masyarakat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Selain itu, pemilik media juga harus menyediakan pelatihan dan pembinaan berkelanjutan bagi para wartawannya, agar mereka dapat memahami dan menerapkan prinsip-prinsip jurnalistik yang baik.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dengan demikian, kita dapat bersama-sama membangun jurnalisme Indonesia yang lebih berkualitas, bertanggung jawab, dan bermartabat.(*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>A1news.co.id|Opini\u00a0&#8211; ERA digitalisasi kini telah menggandeng banyak media siber. Kehadiran sejumlah media dan wartawan baru dapat diibaratkan seperti jamur yang tumbuh di musim hujan. &nbsp; Ini adalah sebuah fenomena yang mencerminkan dinamika demokrasi dan kemudahan dalam mengakses informasi. &nbsp; Namun, di balik pertumbuhan yang sangat pesat ini terdapat tantangan serius yang mengancam kredibilitas dan integritas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":27821,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-27819","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27819","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27819"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27819\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27822,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27819\/revisions\/27822"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/27821"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27819"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27819"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27819"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}