{"id":28837,"date":"2025-03-28T07:29:58","date_gmt":"2025-03-28T07:29:58","guid":{"rendered":"https:\/\/a1news.co.id\/?p=28837"},"modified":"2025-03-28T07:29:58","modified_gmt":"2025-03-28T07:29:58","slug":"lapas-blangkejeren-beri-remisi-idul-fitri-2025-kepada-128-narapidana","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/2025\/03\/28\/lapas-blangkejeren-beri-remisi-idul-fitri-2025-kepada-128-narapidana\/","title":{"rendered":"Lapas Blangkejeren Beri Remisi Idul Fitri 2025 Kepada 128 Narapidana"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #0000ff;\">A1news.co.id|<span style=\"color: #ff0000;\">Blangkejeren<\/span><\/span>\u00a0\u2013Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Blangkejeren berpartisipasi dalam acara Pemberian Remisi Khusus Bagi Narapidana dan Pengurangan Masa Pidana Khusus Bagi Anak Binaan dalam rangka Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1947 &amp; Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah, yang diselenggarakan oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Acara ini dilaksanakan serentak pada Jumat, 28 Maret 2025, dengan pusat kegiatan di Lapas Kelas IIA Cibinong dan diikuti oleh sejumlah lapas dan rutan di seluruh Aceh melalui Zoom Meeting.Jum&#8217;at(28\/03\/2025)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pada acara tersebut, Lapas Kelas IIB Blangkejeren mengajukan proposal remisi bagi 128 warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang memenuhi persyaratan administratif dan substantif sesuai dengan peraturan yang berlaku.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pemberian remisi ini diarahkan untuk mendorong pembinaan warga binaan agar berkelakuan baik dan aktif mengikuti program pembinaan yang telah ditetapkan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Remisi ini menjadi salah satu instrumen kebijakan pemasyarakatan dalam rangka mendukung proses rehabilitasi narapidana dan anak binaan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dalam skala nasional, sebanyak 5.550 warga binaan di seluruh Aceh diajukan untuk menerima remisi khusus, dan sebagian besar dari mereka telah menerima surat keputusan (SK) remisi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Namun, masih ada sejumlah narapidana yang masih dalam tahap verifikasi di Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Remisi yang diberikan bervariasi tergantung pada lama masa pidana yang telah dijalani dan tingkat kepatuhan narapidana terhadap aturan dan program yang ada di Lapas.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Di Lapas Kelas IIB Blangkejeren, besaran remisi yang diberikan berkisar antara 15 hari hingga 1 bulan 15 hari, yang bergantung pada faktor-faktor seperti masa tahanan yang telah dijalani dan tingkat kepatuhan narapidana terhadap program pembinaan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Remisi tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas perilaku positif dan upaya pembinaan yang dilakukan oleh narapidana.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Melalui pemberian remisi, Kepala Lapas Kelas IIB Blangkejeren Dekki Susanto, A.Md.IP., S.H., M.H., berharap agar warga binaan semakin termotivasi untuk terus menunjukkan perilaku positif, memanfaatkan waktu di dalam penjara untuk belajar dan berkembang, serta mempersiapkan diri untuk reintegrasi ke dalam masyarakat sebagai individu yang lebih baik.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dengan demikian, program remisi tidak hanya menjadi sarana pengurangan hukuman, tetapi juga sebagai upaya nyata dalam pembinaan dan pembentukan kembali narapidana untuk bersaing di masyarakat setelah bebas.tutupnya.(SH)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>A1news.co.id|Blangkejeren\u00a0\u2013Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Blangkejeren berpartisipasi dalam acara Pemberian Remisi Khusus Bagi Narapidana dan Pengurangan Masa Pidana Khusus Bagi Anak Binaan dalam rangka Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1947 &amp; Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah, yang diselenggarakan oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. &nbsp; Acara ini dilaksanakan serentak pada Jumat, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":28838,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-28837","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28837","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28837"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28837\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28839,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28837\/revisions\/28839"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28838"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28837"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28837"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28837"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}