{"id":29305,"date":"2025-04-11T11:08:16","date_gmt":"2025-04-11T11:08:16","guid":{"rendered":"https:\/\/a1news.co.id\/?p=29305"},"modified":"2025-04-11T11:08:56","modified_gmt":"2025-04-11T11:08:56","slug":"29305","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/2025\/04\/11\/29305\/","title":{"rendered":"Pembukaan Rute Lhokseumawe-Penang, Peluang Ekonomi dan Tanggung Jawab Kepabeanan"},"content":{"rendered":"<p><strong><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Lhokseumawe<\/span><\/span><\/strong><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\"> &#8211; Pada saat acara pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Lhokseumawe baru-baru ini, Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), mengumumkan langkah strategi untuk menghidupkan kembali Pelabuhan Krueng Geukueh.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Salah satu upaya konkret yang direncanakan adalah pengadaan kapal feri jenis roll-on\/roll-off (roro) yang akan melayani rute pelayaran Lhokseumawe-Penang, Malaysia.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Kepala Bea Cukai Lhokseumawe Agus Siswadi saat didampingi oleh Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Vicky Fadian, Jum&#8217;at (11\/04\/2025) menyampaikan, pembukaan rute ini menjadi angin segar bagi perekonomian daerah.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">\u201cInisiatif ini diharapkan dapat memperkuat arus perdagangan, investasi, dan pariwisata antara kedua wilayah, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, serta menciptakan lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat,\u201d ucapnya.<\/span><\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Dampak ekonomi dan kesiapan masyarakat<\/span><\/span><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">pada rute pelayaran Lhokseumawe-Penang berpotensi mendorong peningkatan ekspor komoditas unggulan Aceh ke Malaysia dan negara-negara Asia lainnya.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Agus Siswadi juga menjelaskan, berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, beberapa komoditas yang memiliki nilai ekspor tinggi antara lain:<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Kopi Arabika Gayo, dikenal dengan cita rasa khasnya dan telah menjadi favorit pasar internasional. Ikan Tuna dan Hasil Laut, Sektor perikanan yang kuat dan berpotensi menembus berbagai pasar global. Minyak Nilam, bahan baku utama parfum dunia, banyak diminati di Eropa dan Timur Tengah. Selanjutnya Cengkeh dan Pinang, komoditas pertanian yang digunakan di industri farmasi dan makanan.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">\u201cNamun, untuk mendukung kelancaran ekspor, para pelaku usaha dan masyarakat perlu memahami dan mematuhi ketentuan kepabeanan yang berlaku,\u201d tegas Agus.<\/span><\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Regulasi Kepabeanan, Panduan Penting bagi Eksportir dan Importir.<\/span><\/span><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Dengan semakin meningkatnya kegiatan ekspor dan impor, pemahaman terhadap ketentuan kepabeanan menjadi aspek penting untuk menjamin kelancaran arus barang lintas negara.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Agus Siswadi menjabarkan lima aspek utama regulasi kepabeanan yang wajib diketahui oleh para pelaku usaha:<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">1. Tata Laksana Impor untuk Dipakai Pengeluaran barang impor untuk dipakai diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor PMK-190\/PMK.04\/2022 dan Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai nomor PER-02\/BC\/2023.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Ketentuan ini mengatur bahwa: Impor untuk dipakai adalah kegiatan memasukkan barang ke dalam daerah pabean untuk digunakan sendiri atau dimiliki oleh orang atau badan yang berdomisili di Indonesia.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Barang harus diberitahukan melalui Pemberitahuan Impor Barang (PIB), disertai dokumen pelengkap seperti invoice, packing list, dan bill of lading.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Pengeluaran barang dari kawasan pabean dapat dilakukan melalui: Jalur Hijau: tanpa pemeriksaan fisik barang dan dokumen. Jalur Merah: dengan pemeriksaan fisik dan dokumen secara menyeluruh.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Selain kewajiban pembelian pabean, pelaku usaha juga wajib memenuhi kewajiban pabean berupa pembayaran, yaitu: Bea Masuk Cukai (Untuk Barang Kena Cukai). Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI), seperti PPN, PPnBM, dan PPh Pasal 22 Impor.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">2. Barang Bawaan Penumpang Menurut Peraturan Menteri Keuangan nomor PMK-203\/PMK.04\/2017, penumpang internasional yang membawa barang untuk keperluan pribadi atau komersial wajib:<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Mengisi Pemberitahuan Bea Cukai saat kedatangan dan memasukkan kepabeanan berupa pembayaran BM dan PDRI untuk barang dengan kategori penggunaan pribadi yang nilainya melebihi FOB USD 500.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Melaporkan membawa barang berharga ke luar negeri seperti: Perhiasan emas, batu mulia, dan logam mulia lainnya, Uang tunai atau instrumen keuangan senilai \u2265 Rp100 juta atau dalam mata uang asing setara.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Menyampaikan pemberitahuan kepada petugas Bea dan Cukai disertai dokumen pendukung seperti nota pembelian, tiket pesawat, jika membawa barang-barang keperluan pribadi yang memiliki nilai tinggi yang akan dibawa ke Luar Negeri dan akan dibawa kembali ke Indonesia.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Barang-barang tersebut diatas akan diperiksa oleh petugas Bea Cukai di terminal keberangkatan internasional sesuai dengan ketentuan yang berlaku.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">3. Ketentuan Umum di Bidang Ekspor dan Impor Ketentuan umum ini meliputi izin dan larangan atas kegiatan ekspor-impor yang diatur oleh Kementerian Perdagangan:<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Permendag No. 7 Tahun 2024 tentang pengaturan prosedur dan perizinan impor, termasuk barang larangan dan keterikatan.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Permendag No. 19 Tahun 2021 mengatur ketentuan ekspor, terutama untuk strategi komoditas dan barang kena bea keluar.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Pelaku usaha wajib mengakses sistem Indonesia National Single Window (INSW) untuk memperoleh persetujuan teknis, perizinan, dan kuota bila diperlukan.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">4. Barang yang Dilarang atau Dibatasi untuk Diekspor dan Diimpor Barang yang dilarang adalah barang secara tegas dilarang untuk diekspor\/impor berdasarkan peraturan nasional dan perjanjian internasional.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Sementara itu, barang yang dibatasi adalah barang yang memerlukan dokumen teknis tambahan dalam ekspor\/impor.<\/span><\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Peran Strategis Bea Cukai Lhokseumawe Kolaborasi Antar Stakeholder<\/span><\/span><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Sebagai instansi yang bertanggung jawab atas pengawasan dan pelayanan kepabeanan di Pelabuhan Krueng Geukueh, Bea Cukai Lhokseumawe memiliki peran penting dalam kelancaran arus barang dan penumpang.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">\u201cSelain itu, Bea Cukai Lhokseumawe juga aktif melakukan sosialisasi dan edukasi mengenai regulasi kepabeanan kepada masyarakat dan pelaku usaha,\u201d ujar Agus.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Kelancaran perdagangan melalui rute Lhokseumawe-Penang sangat bergantung pada sinergi antar-stakeholder.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">\u201cBeberapa langkah koordinatif yang telah dilakukan bersama Bea Cukai Lhokseumawe antara lain seperti dengan General Manager Pelindo Lhokseumawe yang bersinergi dalam memastikan proses bongkar muat berjalan sesuai ketentuan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, melalui Bidang Perdagangan Luar Negeri, yang menggagas rencana sosialisasi dan pelatihan ekspor bagi pelaku usaha,\u201d jelas Agus.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Komitmen ini diharapkan dapat membentuk ekosistem perdagangan yang sehat, efisien, dan berdaya saing tinggi. Rencana pembukaan rute kapal pesiar roro Lhokseumawe-Penang merupakan peluang besar bagi Aceh.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Namun, keberhasilan inisiatif ini bergantung pada kesiapan seluruh elemen masyarakat, khususnya dalam: Menawar komoditas ekspor yang berkualitas dan kompetitif. Mematuhi regulasi kepabeanan demi kelancaran perdagangan. Menjalin kolaborasi dengan pemerintah dan pelaku usaha lainnya.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">\u201cDengan kerja sama yang solid antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, Pelabuhan Krueng Geukueh berpotensi menjadi gerbang ekspor andalan Aceh yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan,\u201d tutup Kepala Bea Cukai Lhokseumawe Agus Siswadi saat didampingi oleh Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Vicky Fadian.<\/span><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lhokseumawe &#8211; Pada saat acara pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Lhokseumawe baru-baru ini, Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), mengumumkan langkah strategi untuk menghidupkan kembali Pelabuhan Krueng Geukueh. Salah satu upaya konkret yang direncanakan adalah pengadaan kapal feri jenis roll-on\/roll-off (roro) yang akan melayani rute pelayaran Lhokseumawe-Penang, Malaysia. Kepala Bea Cukai Lhokseumawe Agus Siswadi saat didampingi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":29306,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,8],"tags":[],"class_list":["post-29305","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-daerah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29305","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=29305"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29305\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":29308,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29305\/revisions\/29308"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/29306"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=29305"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=29305"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=29305"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}