 {"id":2947,"date":"2024-01-25T02:15:44","date_gmt":"2024-01-25T02:15:44","guid":{"rendered":"https:\/\/a1news.co.id\/?p=2947"},"modified":"2024-01-25T02:15:44","modified_gmt":"2024-01-25T02:15:44","slug":"inspektur-wilayah-i-apresiasi-invensi-alat-pendeteksi-getar-lapas-banda-aceh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/2024\/01\/25\/inspektur-wilayah-i-apresiasi-invensi-alat-pendeteksi-getar-lapas-banda-aceh\/","title":{"rendered":"Inspektur Wilayah I Apresiasi Invensi Alat Pendeteksi Getar Lapas Banda Aceh"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #0000ff;\">A1news.co.id|<span style=\"color: #ff0000;\">Banda Aceh <\/span><\/span>&#8211; Ika Yusanti, Inspektur Wilayah I secara terang-terangan mengapresiasi invensi alat pendeteksi getar yang tengah dikembangkan oleh Lapas Kelas IIA Banda Aceh.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Hal itu diungkapkannya saat mengunjungi Lapas Kelas IIA Banda Aceh pada hari ini, Rabu (24\/1\/2024). Turut mendampingi Kadiv Administrasi Sri Yusfini Yusuf dan Kalapas Banda Aceh Sigit Budiman beserta jajaran.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Bagus ini, saya mengapresiasi inovasi baru seperti ini. Apalagi yang menunjang tugas pemasyarakatan,&#8221; kata Ika.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Invensi ini dikembangkan oleh Israk, Kasubsi Keamanan Lapas Banda Aceh. Ia menjelaskan mekanisme kerja alat ini adalah dengan mendeteksi getaran pada tembok sel.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sinyal getaran akan langsung mengirimkan notifikasi pada handphone dengan menampilkan nomor dan lokasi blok hunian tersebut.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Tujuannya agar kita dapat mendeteksi, mengantisipasi, atau mencegah pelarian warga binaan dengan cara membobol dinding sel,&#8221; jelas Israk.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sementara itu, Kalapas Banda Aceh Sigit mengatakan alat pendeteksi ini sudah rampung sepenuhnya. Namun, saat ini tengah dilakukan penyempurnaan alat dalam menangkap sinyal getaran.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Insyaallah bulan Februari mendatang alat ini sudah dapat diaplikasikan,&#8221; kata Sigit.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Selain itu, Inspektur Wilayah I juga meninjau langsung proyek pembangunan strap sel. Ika juga memastikan seluruh sarana pelayanan yang ada pada Lapas Kelas IIA Banda Aceh dalam kondisi baik.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Berikan layanan dengan baik, itu wajib kita pastikan,&#8221; tuturnya.(SM)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>A1news.co.id|Banda Aceh &#8211; Ika Yusanti, Inspektur Wilayah I secara terang-terangan mengapresiasi invensi alat pendeteksi getar yang tengah dikembangkan oleh Lapas Kelas IIA Banda Aceh. &nbsp; Hal itu diungkapkannya saat mengunjungi Lapas Kelas IIA Banda Aceh pada hari ini, Rabu (24\/1\/2024). Turut mendampingi Kadiv Administrasi Sri Yusfini Yusuf dan Kalapas Banda Aceh Sigit Budiman beserta jajaran. &nbsp; &#8220;Bagus ini, saya mengapresiasi inovasi baru seperti ini. Apalagi yang menunjang tugas pemasyarakatan,&#8221; kata Ika. &nbsp; Invensi ini dikembangkan oleh Israk, Kasubsi Keamanan Lapas Banda Aceh. Ia menjelaskan mekanisme kerja alat ini adalah dengan mendeteksi getaran pada tembok sel. &nbsp; Sinyal getaran akan langsung mengirimkan notifikasi pada handphone dengan menampilkan nomor dan lokasi blok hunian tersebut. &nbsp; &#8220;Tujuannya agar kita dapat mendeteksi, mengantisipasi, atau mencegah pelarian warga binaan dengan cara membobol dinding sel,&#8221; jelas Israk. &nbsp; Sementara itu, Kalapas Banda Aceh Sigit mengatakan alat pendeteksi ini sudah rampung sepenuhnya. Namun, saat ini tengah dilakukan penyempurnaan alat dalam menangkap sinyal getaran. &nbsp; &#8220;Insyaallah bulan Februari mendatang alat ini sudah dapat diaplikasikan,&#8221; kata Sigit. &nbsp; &nbsp; Selain itu, Inspektur Wilayah I juga meninjau langsung proyek pembangunan strap sel. Ika juga memastikan seluruh sarana pelayanan yang ada pada Lapas Kelas IIA Banda Aceh dalam kondisi baik. &nbsp; [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2948,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-2947","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2947","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2947"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2947\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2949,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2947\/revisions\/2949"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2948"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2947"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2947"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2947"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}