 {"id":2978,"date":"2024-01-25T06:18:29","date_gmt":"2024-01-25T06:18:29","guid":{"rendered":"https:\/\/a1news.co.id\/?p=2978"},"modified":"2024-01-25T06:18:29","modified_gmt":"2024-01-25T06:18:29","slug":"lupakan-disharmonisasi-pj-gubernur-dan-sekda-dpp-cic-minta-segera-rotasi-mutasi-pejabat-struktural-pemerintah-aceh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/2024\/01\/25\/lupakan-disharmonisasi-pj-gubernur-dan-sekda-dpp-cic-minta-segera-rotasi-mutasi-pejabat-struktural-pemerintah-aceh\/","title":{"rendered":"Lupakan Disharmonisasi Pj Gubernur Dan Sekda, DPP CIC Minta Segera Rotasi\/Mutasi Pejabat Struktural Pemerintah Aceh"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #0000ff;\">A1news.co.id|<span style=\"color: #ff0000;\">Banda Aceh <\/span><\/span>&#8211; Ketua Dewan Pimpinan Pusat Corruption Investigation Committee (DPP CIC) Sulaiman Datu bersama-sama team memantau,dan mengunjungi secara langsung beberapa perkantoran Dinas dilingkungan Pemerintah Aceh.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dalam hal ini,kami sangat perihatin melihat keadaan staf dan para pejabat sepertinya kurang gairah,alias lesu tak berdaya, melihat kondisi ini.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Beberapa Anggota Team DPP CIC mencoba melakukan komunikasi dengan beberapa staf yang ada di lingkup perkantoran dinas itu, mengatakan, bahwa kami hanya staf biasa, dan beginilah keadaan saat ini.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Merespon hal diatas,Ketua DPP CIC, Sulaiman Datu meminta Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki untuk segera mengakhiri adanya disharmonisasi selama beberapa bulan belakangan ini dengan Sekda Aceh Bustami.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dan kami meminta, sudah saatnya juga mengisi kekosongan serta merotasi para pejabat eselon di lingkungan Pemerintah Aceh.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Demikian disampaikan Sulaiman Datu kepada awak media NR 25-01-2024, di Banda Aceh melihat banyaknya kekosongan jabatan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cSeperti pantauan kami bersama team DPW CIC Aceh, melihat banyaknya kekosongan jabatan akibat purna tugas pejabat eselon 2, 3 dan 4, maka sudah saatnya Pj Gubernur Aceh,untuk mengisi maupun merotasi pejabat di lingkungan Pemerintah Aceh.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sesuai dengan Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri Nomor: 821\/5492\/SJ tentang Persetujuan Menteri Dalam Negeri Kepada Pelaksana Tugas\/Pejabat\/Penjabat Sementara Kepala Daerah dalam Aspek Kepegawaian Perangkat Daerah,\u201d sebutnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Selanjutnya Sulaiman Datu kemudian menjabarkan,aturan Surat Edaran (SE) Mendagri Nomor: 821\/5492\/SJ menyebutkan ada poin-poin penting di dalam Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) itu yang harus segera dilaksanakan,<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Diantaranya yaitu tentang Persetujuan dalam Aspek Kepegawaian Perangkat Daerah, kepada Pelaksana Tugas (Plt), Penjabat (Pj), dan Penjabat Sementara (Pjs) Kepala Daerah (KDH).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cKepada para Penjabat (Pj) dari berbagai daerah untuk dapat segera membangun pemahaman terbitnya Surat Edaran Mendagri Nomor: 821\/5492\/SJ tersebut, tentu hal ini dalam rangka merespons banyaknya Pj Kepala Daerah, baik Gubernur maupun Bupati\/Walikota yang telah dilantik,\u201d ujar Sulaiman Datu.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cKemendagri menyederhanakan proses tahapan yang memerlukan persetujuan Mendagri. maka dari itu Pj Gubernur Ahmad Marzuki yang sudah menjabat ditahun kedua ini,dan sudah sepatutnya Pj Gubernur Aceh segera mungkin melaksanakan mutasi,<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Rotasi dan promosi demi untuk penyegaran ASN dilingkungan Pemerintah Aceh dibawah pimpinan Pj Gubernur Achmad Marzuki untuk melaksanakan pelantikan pengisian atau merotasi jabatan-jabatan yang kosong akibat purna tugas para pejabat eselon,<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Baik itu eselon 2, maupun 3 serta 4, dan juga sudah saatnya Pak Achmad Marzuki untuk segera mengganti pejabat-pejabat yang &#8220;lemah, letih, lesu dan jenuh (L3J) serta kurang mampu melaksanakan tugas, maupun menyesuaikan keadaan&#8221;,<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Demi untuk kelancaran jalannya roda pemerintahan Aceh, Tentu sudah saatnya Pak Achmad Marzuki menempatkan oknum-oknum yang tepat pada tempatnya,\u201d tutup Sulaiman Datu.(A1)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>A1news.co.id|Banda Aceh &#8211; Ketua Dewan Pimpinan Pusat Corruption Investigation Committee (DPP CIC) Sulaiman Datu bersama-sama team memantau,dan mengunjungi secara langsung beberapa perkantoran Dinas dilingkungan Pemerintah Aceh. &nbsp; &nbsp; Dalam hal ini,kami sangat perihatin melihat keadaan staf dan para pejabat sepertinya kurang gairah,alias lesu tak berdaya, melihat kondisi ini. &nbsp; &nbsp; Beberapa Anggota Team DPP CIC mencoba melakukan komunikasi dengan beberapa staf yang ada di lingkup perkantoran dinas itu, mengatakan, bahwa kami hanya staf biasa, dan beginilah keadaan saat ini. &nbsp; &nbsp; Merespon hal diatas,Ketua DPP CIC, Sulaiman Datu meminta Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki untuk segera mengakhiri adanya disharmonisasi selama beberapa bulan belakangan ini dengan Sekda Aceh Bustami. &nbsp; &nbsp; Dan kami meminta, sudah saatnya juga mengisi kekosongan serta merotasi para pejabat eselon di lingkungan Pemerintah Aceh. &nbsp; &nbsp; Demikian disampaikan Sulaiman Datu kepada awak media NR 25-01-2024, di Banda Aceh melihat banyaknya kekosongan jabatan. &nbsp; &nbsp; \u201cSeperti pantauan kami bersama team DPW CIC Aceh, melihat banyaknya kekosongan jabatan akibat purna tugas pejabat eselon 2, 3 dan 4, maka sudah saatnya Pj Gubernur Aceh,untuk mengisi maupun merotasi pejabat di lingkungan Pemerintah Aceh. &nbsp; &nbsp; Sesuai dengan Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri Nomor: 821\/5492\/SJ tentang Persetujuan Menteri Dalam Negeri Kepada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2979,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-2978","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2978","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2978"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2978\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2980,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2978\/revisions\/2980"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2979"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2978"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2978"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2978"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}