{"id":29870,"date":"2025-04-20T01:19:23","date_gmt":"2025-04-20T01:19:23","guid":{"rendered":"https:\/\/a1news.co.id\/?p=29870"},"modified":"2025-04-20T01:19:23","modified_gmt":"2025-04-20T01:19:23","slug":"demi-kesejahteraan-7-kabupaten-gerpa-minta-gubernur-aceh-dukung-dan-perjuangkan-ala","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/2025\/04\/20\/demi-kesejahteraan-7-kabupaten-gerpa-minta-gubernur-aceh-dukung-dan-perjuangkan-ala\/","title":{"rendered":"Demi Kesejahteraan 7 Kabupaten, GERPA Minta Gubernur Aceh Dukung Dan Perjuangkan ALA"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #0000ff;\">A1news.co.id|<span style=\"color: #ff0000;\">Jakarta<\/span><\/span>\u00a0&#8211; Gerakan Pemuda ALA (GERPA) pernyataan terbuka kepada publik nasional terkait perjuangan panjang masyarakat wilayah 7 kabupaten di Aceh yang mendambakan hadirnya Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Bertempat di Jakarta, Ketua GERPA Gilang Ken Tawar menyampaikan bahwa seorang pemimpin tidak cukup hanya hadir di tataran kata, tetapi mesti menegaskan sikap melalui kebijakan yang adil dan berani.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cCinta kepada rakyat bukanlah slogan di spanduk atau kutipan dalam pidato. Cinta sejati adalah ketika seorang pemimpin berani berdiri di persimpangan sejarah dan memilih jalan yang paling sunyi: jalan keadilan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Jika Pemerintah benar-benar mencintai Aceh, maka pemerintah tidak akan menghindari perjuangan pemekaran Provinsi ALA,\u201d ujar Gilang dalam nada tenang namun penuh makna.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Menurut Gilang, wilayah ALA yang meliputi Takengon (Aceh Tengah), Bener Meriah, Gayo Lues, Kutacane (Aceh Tenggara), Singkil, Subulussalam, dan Aceh Tamiang, selama ini berada dalam bayang-bayang pembangunan yang tidak setara.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ia mengibaratkan ALA sebagai taman yang subur, namun terus-menerus disiram dari jarak jauh.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cKami bukan menuntut istana, kami hanya menuntut atap bagi rumah kami sendiri (pemerataan).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Jangan biarkan sejarah mencatat bahwa yang kita sebut &#8216;Aceh&#8217; ternyata tak pernah benar-benar satu.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pemimpin, jika engkau berdiri di sisi rakyat dan berdirilah juga di bawah bendera keadilan. Bukan keadilan semu yang terucap, tapi keadilan yang hidup dalam tindakan,\u201d lanjut Gilang.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dalam waktu yang bersamaan Wakil Ketua GERPA, Sinar Harapan, menambahkan dengan bahasa yang tak kalah tajam namun elegan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cKami tidak sedang menggugat Aceh. Kami justru ingin menyelamatkan Aceh dari ketimpangan yang kian melebar.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>ALA bukan perpecahan, melainkan pemekaran dari harapan. Dan seorang pemimpin besar tidak takut pada suara rakyat yang jujur\u2014ia justru menyambutnya dengan keberanian,\u201d ujar Sinar.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cTerlalu lama wilayah kami bersabar, terlalu lama kami menunduk. Kini kami berdiri. Dan kepada pemimpin kami berkata: jika engkau ingin dikenang bukan hanya sebagai penguasa, tapi sebagai negarawan, maka ukir lah namamu dalam sejarah ALA.\u201d<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>GERPA menyerukan agar seluruh masyarakat persiapan KP3ALA tetap menjaga semangat dan kesabaran, sembari melangkah pasti di jalan konstitusi. Bagi mereka, pemekaran bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan zaman. Tutup sinar harapan.(AB)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>A1news.co.id|Jakarta\u00a0&#8211; Gerakan Pemuda ALA (GERPA) pernyataan terbuka kepada publik nasional terkait perjuangan panjang masyarakat wilayah 7 kabupaten di Aceh yang mendambakan hadirnya Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA). &nbsp; Bertempat di Jakarta, Ketua GERPA Gilang Ken Tawar menyampaikan bahwa seorang pemimpin tidak cukup hanya hadir di tataran kata, tetapi mesti menegaskan sikap melalui kebijakan yang adil [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":29871,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-29870","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29870","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=29870"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29870\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":29872,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29870\/revisions\/29872"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/29871"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=29870"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=29870"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=29870"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}