{"id":30350,"date":"2025-04-26T10:26:52","date_gmt":"2025-04-26T10:26:52","guid":{"rendered":"https:\/\/a1news.co.id\/?p=30350"},"modified":"2025-04-26T10:26:52","modified_gmt":"2025-04-26T10:26:52","slug":"rsucm-langsa-go-to-sman-5-edukasi-p3k-bahaya-free-sex-dan-lgbt","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/2025\/04\/26\/rsucm-langsa-go-to-sman-5-edukasi-p3k-bahaya-free-sex-dan-lgbt\/","title":{"rendered":"RSUCM Langsa Go To SMAN 5, Edukasi P3K, Bahaya Free Sex dan LGBT\u00a0"},"content":{"rendered":"<p><strong>Kota Langsa<\/strong> &#8211; Tim promosi kesehatan Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM) Langsa kembali mendatangi sekolah untuk memberikan edukasi Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K), bahasa seks bebas dan Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT)<\/p>\n<p>Tim promkes RSUCM Langsa dikoordinir oleh dr Zettira Natasya bersama dr Rini, dr Ghaskan, didampingi oleh Leli, Defri, Adam, Reza, Wahyu, Akbar, Ipop, Fara dan Muchtar, memberikan ilmu pengetahuan dan pengalaman di luar pelajaran umum, Sabtu (26\/04\/2025).<\/p>\n<p>dr. Zettira Natasya, menyampaikan pada para peserta tentang P3K adalah perawatan pertama yang dapat dilakukan penolong yang diberikan kepada orang yang mendapat kecelakaan atau sakit mendadak sebelum korban dibawa ke fasilitas kesehatan yang lebih baik, seperti dokter, klinik bahkan ke RSUCM Langsa.<\/p>\n<p>\u201cTujuan P3K menyelamatkan nyawa korban, mencegah cedera serius awal kejadian guna menunjang proses penyembuhan secara intensif,\u201d jelas dr Zettira Natasya saat proses materi berlangsung.\u00a0<img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-large wp-image-30353\" src=\"http:\/\/a1news.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Screenshot_20250426_170646_Photos2-1024x561.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"561\" srcset=\"https:\/\/a1news.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Screenshot_20250426_170646_Photos2-1024x561.jpg 1024w, https:\/\/a1news.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Screenshot_20250426_170646_Photos2-300x164.jpg 300w, https:\/\/a1news.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Screenshot_20250426_170646_Photos2-768x421.jpg 768w, https:\/\/a1news.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Screenshot_20250426_170646_Photos2-750x411.jpg 750w, https:\/\/a1news.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Screenshot_20250426_170646_Photos2.jpg 1080w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/>P3K dilakukan dengan memberikan bantuan awal kepada korban sebelum mendapatkan bantuan medis profesional yaitu perawatan pada rumah sakit terdekat yaitu RSUCM.<\/p>\n<p>Selanjutnya dr. Zettira Natasya membahas materi Bantuan Hidup Jantung Dasar (BHJD), suatu tindakan pertolongan medis sederhana yang dilakukan pada pasien yang mengalami henti jantung sebelum diberikan tindakan medis lanjutan.<\/p>\n<p>\u201cTujuan melakukan BHJD, memberikan bantuan sirkulasi dan pernafasan yang adekuat sampai keadaan henti jantung teratasi atau pasien dinyatakan meninggal,\u201d ucap Zettira.<\/p>\n<p>\u201cBeberapa contoh tindakan P3K adalah:\u00a0 Melakukan resusitasi jantung paru (RJP) pada korban yang mengalami henti jantung, Menghentikan pendarahan hebat, Membebaskan jalan napas yang tersumbat. Memberikan pertolongan pada korban tersedak, menjaga anggota tubuh tetap diam dengan pembidaian, Memberikan antiseptik pada luka, Menutup luka dengan plester atau pembalut steril,\u201d ungkap dr. Zettira Natasya.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-large wp-image-30351\" src=\"http:\/\/a1news.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Screenshot_20250426_170155_WhatsApp3-1024x617.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"617\" srcset=\"https:\/\/a1news.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Screenshot_20250426_170155_WhatsApp3-1024x617.jpg 1024w, https:\/\/a1news.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Screenshot_20250426_170155_WhatsApp3-300x181.jpg 300w, https:\/\/a1news.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Screenshot_20250426_170155_WhatsApp3-768x463.jpg 768w, https:\/\/a1news.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Screenshot_20250426_170155_WhatsApp3-750x452.jpg 750w, https:\/\/a1news.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Screenshot_20250426_170155_WhatsApp3.jpg 1080w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/>Sementara dr. Ghazkhan Shah Ghanar, memberikan materi bahaya Free Sex dan LGBT, dengan hati-hati dalam penyampaian dan ucapan di depan para siswa dan siswi tampak suasana sedikit riuh tapi fokus.<\/p>\n<p>Ghazkhan secara terperinci menjelaskan lembar per lembar materi yang disajikan lewat monitor infokus.<\/p>\n<p><strong>Penjabaran Lesbian Gay Biseksual Transgender (LGBT)<\/strong><\/p>\n<p><strong>Lesbian<\/strong>: Perempuan yang tertarik secara seksual atau romantis pada perempuan lain.<\/p>\n<p><strong>Gay<\/strong>: Pria yang tertarik secara seksual atau romantis pada pria lain.<\/p>\n<p><strong>Biseksual<\/strong>: Orang yang tertarik secara seksual atau romantis pada kedua jenis kelamin (pria dan wanita).<\/p>\n<p><strong>Transgender<\/strong>: Orang yang identitas gendernya tidak sesuai dengan jenis kelamin yang diberikan saat lahir.<\/p>\n<p>\u201cDiharapkan pada siswa-siswi jangan sampai terjerumus dalam LGBT, jauhi dan hindari, fokus belajar dan gapai cita-cita, jadilah anak yang shaleh dan shaleha bahagiakan kedua orang tua,\u201d ajak dr Ghaskhan.<\/p>\n<p><strong>Seks bebas dan dampak bagi kesehatan fisik dan mental serta psikologi<\/strong><\/p>\n<p>dr. Ghazkhan menjelaskan, seks bebas secara umum, seks bebas merujuk pada aktivitas seksual yang dilakukan diluar ikatan pernikahan. Ini bisa berarti hubungan seksual antara dua orang yang belum menikah (hubungan pranikah) atau antara orang yang sudah menikah dengan orang lain (selingkuh).<\/p>\n<p>Dampak Seks Bebas bagi Kesehatan Fisik dan Mental. Seks bebas sering dikaitkan sebagai perilaku seks yang berisiko tinggi terkena infeksi menular seksual (IMS). IMS ditularkan dari satu orang ke orang lainnya melalui aktivitas seks, baik melalui vaginal, oral, maupun anal.<\/p>\n<p>&#8220;Berikut adalah beberapa jenis IMS yang dapat menyerang pelaku seks bebas: Klamidia, Sifilis, Gonore, Infeksi Jamur, Kutil Kelamin, Herpes Simplex, Hepatitis B, Kutu Kelamin, HIV\/AIDS,&#8221; terang Ghazkhan.<\/p>\n<p>Dampak seks bebas secara Psikologis; munculnya rasa kekhawatiran akan kehamilan dan penyakit seksual, Mempengaruhi perkembangan karakter, Sulit memiliki hubungan yang serius, Depres, Kehamilan di usia muda,<\/p>\n<p>Semua dampak buruk di atas dapat dicegah dengan sebisa mungkin menghindari seks bebas atau hanya dengan satu pasangan saja ketika sudah waktunya untuk berkeluarga.<\/p>\n<p>Anda dapat melakukan seks, jika sudah merasa siap secara fisik dan mental. Selain itu, selalu utamakan keamanan dalam hubungan seks, seperti setia pada satu pasangan, serta hindari konsumsi alkohol dan narkoba dalam hubungan seksual, tutup dr. Ghazkhan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kota Langsa &#8211; Tim promosi kesehatan Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM) Langsa kembali mendatangi sekolah untuk memberikan edukasi Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K), bahasa seks bebas dan Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) Tim promkes RSUCM Langsa dikoordinir oleh dr Zettira Natasya bersama dr Rini, dr Ghaskan, didampingi oleh Leli, Defri, Adam, Reza, Wahyu, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":30352,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,4],"tags":[56,112,92,108,111],"class_list":["post-30350","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-kesehatan","tag-kota-langsa","tag-lgbt","tag-pt-cmn","tag-rsucm-langsa","tag-seks-bebas"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30350","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30350"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30350\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":30354,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30350\/revisions\/30354"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/30352"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30350"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30350"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30350"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}