 {"id":31476,"date":"2025-05-16T11:05:23","date_gmt":"2025-05-16T11:05:23","guid":{"rendered":"https:\/\/a1news.co.id\/?p=31476"},"modified":"2025-05-16T11:05:23","modified_gmt":"2025-05-16T11:05:23","slug":"jumpai-ratusan-nelayan-fitriana-mugie-pembongkaran-cangkul-padang-dihentikan-sementara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/2025\/05\/16\/jumpai-ratusan-nelayan-fitriana-mugie-pembongkaran-cangkul-padang-dihentikan-sementara\/","title":{"rendered":"Jumpai Ratusan Nelayan, Fitriana Mugie : Pembongkaran Cangkul Padang Dihentikan Sementara"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #0000ff;\">A1news.co.id|<span style=\"color: #ff0000;\">Takengon<\/span><\/span>\u00a0&#8211; Ratusan masyarakat yang tergabung dalam Himpunan Masyarakat Nelayan Serumpun menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRK Aceh Tengah, Jumat (16\/5).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah dalam upaya normalisasi Danau Lut Tawar yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat lokal.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Koordinator Dedi menyatakan bahwa masyarakat telah menyiapkan petisi sebagai bentuk aspirasi resmi dan akan menyerahkannya langsung kepada Bupati Aceh Tengah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Petisi ini adalah suara rakyat yang harus didengar. Kami ingin pemerintah hadir dan adil dalam setiap kebijakannya,&#8221; ujar dedi di hadapan massa aksi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ditambah, Sadikin menegaskan bahwa pemerintah semestinya menjadi pelayan rakyat, bukan sebaliknya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dalam orasinya, Sadikin bahkan mengibaratkan relasi antara masyarakat dan pemerintah layaknya keluarga.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Masyarakat itu anak, Bupati adalah bapak, dan DPRK adalah ibu. Maka sudah seharusnya mereka merawat dan melindungi, bukan malah menyakiti,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Aksi damai ini menjadi penanda kuatnya suara rakyat yang menuntut keadilan dan kejelasan atas proyek normalisasi danau yang selama ini menjadi sumber penghidupan ribuan warga di sekitar Danau Lut Tawar.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ketua DPRK Aceh Tengah Fitriana Mugie langsung menjumpai para nelayan cangkul Padang dan Dedem.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Fitriana Mugie dalam sambutannya menyatakan siap menyampaikan tuntutan nelayan di hadapan Bupati dan Wakil Bupati, kita ketahui keduanya sedang berada di luar daerah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Jadi sebelum nelayan bertemu dengan Bupati Haili Yoga dan Wakil Bupati Muchsin Hasan untuk menyampaikan tuntutan, maka dari itu &#8220;Pembongkaran Cangkul Padang dan Dedem Dihentikan Sementara&#8221;, Ucap Fitriana Mugie di hadapan para Nelayan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Selanjutnya Pembuatan surat pernyataan tuntutan Himpunan Masyarakat Nelayan Serumpun yang di tandatangani oleh ketua DPRK, Wakil Ketua DPRK, Pj Sekda Aceh Tengah dan Perwakilan Nelayan.(AB)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>A1news.co.id|Takengon\u00a0&#8211; Ratusan masyarakat yang tergabung dalam Himpunan Masyarakat Nelayan Serumpun menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRK Aceh Tengah, Jumat (16\/5). &nbsp; Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah dalam upaya normalisasi Danau Lut Tawar yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat lokal. &nbsp; Koordinator Dedi menyatakan bahwa masyarakat telah menyiapkan petisi sebagai bentuk aspirasi resmi dan akan menyerahkannya langsung kepada Bupati Aceh Tengah. &nbsp; &#8220;Petisi ini adalah suara rakyat yang harus didengar. Kami ingin pemerintah hadir dan adil dalam setiap kebijakannya,&#8221; ujar dedi di hadapan massa aksi. &nbsp; Ditambah, Sadikin menegaskan bahwa pemerintah semestinya menjadi pelayan rakyat, bukan sebaliknya. &nbsp; Dalam orasinya, Sadikin bahkan mengibaratkan relasi antara masyarakat dan pemerintah layaknya keluarga. &nbsp; &#8220;Masyarakat itu anak, Bupati adalah bapak, dan DPRK adalah ibu. Maka sudah seharusnya mereka merawat dan melindungi, bukan malah menyakiti,&#8221; tegasnya. &nbsp; Aksi damai ini menjadi penanda kuatnya suara rakyat yang menuntut keadilan dan kejelasan atas proyek normalisasi danau yang selama ini menjadi sumber penghidupan ribuan warga di sekitar Danau Lut Tawar. &nbsp; Ketua DPRK Aceh Tengah Fitriana Mugie langsung menjumpai para nelayan cangkul Padang dan Dedem. &nbsp; Fitriana Mugie dalam sambutannya menyatakan siap menyampaikan tuntutan nelayan di hadapan Bupati dan Wakil Bupati, kita ketahui [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":31477,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-31476","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31476","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31476"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31476\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31478,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31476\/revisions\/31478"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/31477"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31476"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31476"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31476"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}