{"id":33709,"date":"2025-06-11T11:58:22","date_gmt":"2025-06-11T11:58:22","guid":{"rendered":"https:\/\/a1news.co.id\/?p=33709"},"modified":"2025-06-11T11:58:22","modified_gmt":"2025-06-11T11:58:22","slug":"kombatan-gam-minta-gubernur-aceh-evaluasi-operasional-pt-msb-ii-terkait-dugaan-pencemaran-limbah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/2025\/06\/11\/kombatan-gam-minta-gubernur-aceh-evaluasi-operasional-pt-msb-ii-terkait-dugaan-pencemaran-limbah\/","title":{"rendered":"Kombatan GAM Minta Gubernur Aceh Evaluasi Operasional PT MSB II Terkait Dugaan Pencemaran Limbah"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"color: #0000ff;\">A1news.co.id|<span style=\"color: #ff0000;\">Subulussalam<\/span>&#8211;<\/span><\/span> Seruan keras datang dari mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Subulussalam, Ishak Munthe alias Gadis, yang meminta Gubernur Aceh segera menindaklanjuti persoalan limbah PT Medco Sumber Barito II (MSB II).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Permintaan tersebut merespons kekhawatiran masyarakat atas dugaan pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh aktivitas pabrik yang beroperasi di wilayah Kota Subulussalam.(11 Juni 2025).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dalam pernyataan kepada awak media, Gadis menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap surat resmi yang telah diajukan oleh Wakil Wali Kota Subulussalam kepada Pemerintah Aceh.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Khususnya menyangkut dugaan pencemaran Daerah Aliran Sungai (DAS) yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat lokal.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Saya sangat miris melihat kondisi ini. Jangan sampai rakyat kembali menjadi korban dari permainan kepentingan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Saya meminta Gubernur Aceh, yang merupakan tokoh perjuangan GAM, agar segera menelaah surat dari Pemko Subulussalam dan mengambil sikap tegas terkait keberlanjutan operasional pabrik PT MSB II,\u201d ujar Gadis.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Gadis menilai, konflik yang muncul di tengah masyarakat saat ini cenderung dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk kepentingan politik dan jabatan, sementara masyarakat menjadi korban nyata di lapangan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ia mengingatkan agar tidak ada pihak yang bermain api di tengah masyarakat yang baru saja pulih dari trauma konflik Aceh.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Jangan korbankan kami hanya demi kekayaan atau kekuasaan. Seratus ribu rupiah tidak sebanding dengan masa depan anak-anak kami. Kami tidak ingin kampung kami kembali dirusak oleh kerakusan,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dalam pernyataannya, Gadis juga menyampaikan tiga tuntutan utama kepada Pemerintah Aceh:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>1. Audit independen terhadap aktivitas pabrik dan dampaknya terhadap lingkungan, khususnya ekosistem sungai.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>2. Dialog terbuka yang melibatkan masyarakat, Pemko Subulussalam, dan manajemen PT MSB II guna mencari solusi yang adil dan transparan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>3. Penetapan status operasional pabrik berdasarkan hasil evaluasi menyeluruh, apakah tetap dilanjutkan, dibekukan, atau dihentikan sepenuhnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Gadis menyuarakan harapan besar bahwa ke depan, pembangunan Aceh harus berpijak pada prinsip keadilan lingkungan, bukan sekadar pertumbuhan ekonomi semu.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ia menegaskan bahwa Aceh membutuhkan pemimpin yang tidak hanya memahami sejarah perjuangan rakyat, tetapi juga berani mengambil keputusan demi melindungi masa depan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ini bukan sekadar isu limbah, ini ujian moral kita semua. Apakah kita berani memilih jalan yang benar untuk generasi mendatang?\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pemerintah Aceh maupun PT MSB II terkait desakan evaluasi tersebut.(Ramona).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>A1news.co.id|Subulussalam&#8211; Seruan keras datang dari mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Subulussalam, Ishak Munthe alias Gadis, yang meminta Gubernur Aceh segera menindaklanjuti persoalan limbah PT Medco Sumber Barito II (MSB II). &nbsp; Permintaan tersebut merespons kekhawatiran masyarakat atas dugaan pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh aktivitas pabrik yang beroperasi di wilayah Kota Subulussalam.(11 Juni 2025). &nbsp; [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":33710,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-33709","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33709","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=33709"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33709\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":33711,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33709\/revisions\/33711"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/33710"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=33709"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=33709"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=33709"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}