 {"id":3544,"date":"2024-02-01T02:27:22","date_gmt":"2024-02-01T02:27:22","guid":{"rendered":"https:\/\/a1news.co.id\/?p=3544"},"modified":"2024-02-01T02:27:22","modified_gmt":"2024-02-01T02:27:22","slug":"evaluasi-penerapan-spm-pentingnya-jaga-kualitas-pelayanan-kabupaten-gayo-lues","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/2024\/02\/01\/evaluasi-penerapan-spm-pentingnya-jaga-kualitas-pelayanan-kabupaten-gayo-lues\/","title":{"rendered":"Evaluasi Penerapan SPM, Pentingnya Jaga Kualitas Pelayanan Kabupaten Gayo Lues"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #0000ff;\">A1news.co.id|<span style=\"color: #ff0000;\">Blangkejeren<\/span><\/span>\u2013 Pj Bupati Gayo Lues melalui Asisten I Setdakab Gayo Lues dr. Nevirizal,M.Kes, M.H.Kes menegaskan untuk melengkapi dokumen penerapan SPM dalam rangka peningkatan mutu daerah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Hal ini disampaikan pada saat memimpin rapat Evaluasi ke IV penerapan SPM (Standar Pelayanan Minimal) provinsi Aceh dan Kabupaten\/Kota se-Aceh tahun anggaran 2023, Selasa (30\/1\/2024) di ruang kerja Bupati.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dikatakan, evaluasi ini bertujuan untuk mengkonfirmasi capaian kerja dan mutu barang dan jasa tiap instansi pemerintahan, kualitas dan jumlah SDM.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201c Setiap pemerintah Kabupaten\/Kota masih memiliki kesempatan untuk kembali mengevaluasi berkasnya hingga batas akhir pada 31 januari 2024.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pengisian SPM dilakukan dengan input berkas melalui website E-SPM,\u201d kata Nevi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pengisian SPM sendiri meliputi enam bidang urusan yaitu, bidang Pendidikan, Kesehatan, PU, Trantibum Limnas, dan Sosial.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pengkategorian ketercapaian SPM kabupaten\/kota se-Aceh rata-rata berada di tingkat 80-90%.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Saat ini kabupaten Gayo Lues sendiri berada di zona biru, dengan tingkat pencapaian SPM di angka 76.66%.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Hal ini akan terus naik dengan masuknya laporan baru dari instansi terkait hingga batas waktu yang ditentukan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dalam forum tersebut, tiap Pemerintah kabupaten\/Kota juga akan dikawal dalam mengkonfirmasi E-SPM masing &#8211; masing.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Fokus evaluasi SPM meliputi keterisian data, data penerima layanan hingga mutu barang, jasa dan SDM, capaian SPM dan pengisian anggaran dan kegiatan instansi terkait.(AR)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>A1news.co.id|Blangkejeren\u2013 Pj Bupati Gayo Lues melalui Asisten I Setdakab Gayo Lues dr. Nevirizal,M.Kes, M.H.Kes menegaskan untuk melengkapi dokumen penerapan SPM dalam rangka peningkatan mutu daerah. &nbsp; &nbsp; Hal ini disampaikan pada saat memimpin rapat Evaluasi ke IV penerapan SPM (Standar Pelayanan Minimal) provinsi Aceh dan Kabupaten\/Kota se-Aceh tahun anggaran 2023, Selasa (30\/1\/2024) di ruang kerja Bupati. &nbsp; &nbsp; Dikatakan, evaluasi ini bertujuan untuk mengkonfirmasi capaian kerja dan mutu barang dan jasa tiap instansi pemerintahan, kualitas dan jumlah SDM. &nbsp; &nbsp; \u201c Setiap pemerintah Kabupaten\/Kota masih memiliki kesempatan untuk kembali mengevaluasi berkasnya hingga batas akhir pada 31 januari 2024. &nbsp; &nbsp; Pengisian SPM dilakukan dengan input berkas melalui website E-SPM,\u201d kata Nevi. &nbsp; &nbsp; Pengisian SPM sendiri meliputi enam bidang urusan yaitu, bidang Pendidikan, Kesehatan, PU, Trantibum Limnas, dan Sosial. &nbsp; Pengkategorian ketercapaian SPM kabupaten\/kota se-Aceh rata-rata berada di tingkat 80-90%. &nbsp; Saat ini kabupaten Gayo Lues sendiri berada di zona biru, dengan tingkat pencapaian SPM di angka 76.66%. &nbsp; &nbsp; Hal ini akan terus naik dengan masuknya laporan baru dari instansi terkait hingga batas waktu yang ditentukan. &nbsp; &nbsp; Dalam forum tersebut, tiap Pemerintah kabupaten\/Kota juga akan dikawal dalam mengkonfirmasi E-SPM masing &#8211; masing. &nbsp; &nbsp; Fokus evaluasi SPM meliputi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":3545,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-3544","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3544","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3544"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3544\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3546,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3544\/revisions\/3546"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3545"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3544"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3544"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3544"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}