{"id":35467,"date":"2025-06-29T08:54:50","date_gmt":"2025-06-29T08:54:50","guid":{"rendered":"https:\/\/a1news.co.id\/?p=35467"},"modified":"2025-06-29T08:54:50","modified_gmt":"2025-06-29T08:54:50","slug":"kahmi-aceh-barat-arbitrase-sebagai-jalan-tengah-sengketa-jaga-stabilitas-dan-kepentingan-bersama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/2025\/06\/29\/kahmi-aceh-barat-arbitrase-sebagai-jalan-tengah-sengketa-jaga-stabilitas-dan-kepentingan-bersama\/","title":{"rendered":"KAHMI Aceh Barat : Arbitrase Sebagai Jalan Tengah Sengketa, Jaga Stabilitas Dan Kepentingan Bersama"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #0000ff;\">A1news.co.id|<span style=\"color: #ff0000;\">Meulaboh<\/span><\/span> &#8211; Merespon polemik yang terus bergulir antara Pemerintah Aceh Barat dan PT. Mifa Bersaudara.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Aceh Barat menyerukan perlunya jalan tengah yang cerdas dan beradab guna menghindari gejolak sosial yang lebih luas.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Meskipun persoalan ini telah masuk ke ranah hukum, Kami menilai ada ruang damai yang bisa ditempuh melalui mekanisme arbitrase sebagai bentuk penyelesaian sengketa diluar proses hukum.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>KAHMI menegaskan bahwa jalur hukum tetap harus dihormati, namun proses tersebut bisa berjalan bersamaan dengan mekanisme alternatif seperti arbitrase yang lebih berorientasi pada rekonsiliasi dan kepastian ke depan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dengan arbitrase, kedua belah pihak dapat menyampaikan argumen dan bukti secara terbuka dalam ruang tertutup dari tekanan politik dan opini publik yang bias.\u201d tambahnya<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kami menilai langkah pemerintah daerah dalam memperjuangkan pendapatan asli daerah (PAD) untuk aceh barat sangat penting dan dinilai sangat baik.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Bahkan patut kita apresiasi. Sama hal juga dengan kehadiran PT MIFA yang telah membawa manfaat nyata bagi aceh barat, terutama dari sisi ekonomi dan lapangan kerja.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Maka dari itu kami mendukung penuh program-program pemerintah daerah maupun inisiatif sosial dan pemberdayaan masyarakat dari pihak perusahaan, selama dijalankan secara transparan, akuntabel dan berkeadilan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Namun, KAHMI melihat masyarakat mulai terbelah, dan tensi publik meningkat. Ini bukan situasi ideal bagi daerah yang sedang membangun.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Karena itu KAHMI menawarkan solusi melalui jalur arbitrase yang bersifat netral, cepat dan tidak memperpanjang ketegangan sosial.\u201d ujar Dasni Husin, S.Ag selaku Koopres KAHMI Aceh Barat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Selain itu kami menghimbau kepada lembaga-lembaga pemerhati sosial, tokoh publik dan masyarakat kiranya menyajikan solusi konkrit untuk kedua belah pihak, mengingat pemerintah daerah sedang berfokus pada program pembangunan aceh barat dari pelbagai aspek.&#8221;Tambahnya<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>KAHMI sangat menyayangkan perbedaan pandangan atara PT MIFA dan Bupati Aceh Barat lebih banyak dikonsumsi publik dalam bentuk narasi konfrontatif ketimbang solusi subtantif.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Elite Daerah harus memberi contoh bagaimana beda pendapat diselesaikan secara dewasa bukan adu kuasa.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sudah saatnya kita menunjukkan bahwa aceh barat bisa menyelesaikan masalah secara tepat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kita butuh keteladanan dari pemimpin dan pelaku usaha, bukan hanya keberpihakan, tetapi juga kebesaran hati untuk berdialog bersama.(*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>A1news.co.id|Meulaboh &#8211; Merespon polemik yang terus bergulir antara Pemerintah Aceh Barat dan PT. Mifa Bersaudara. &nbsp; Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Aceh Barat menyerukan perlunya jalan tengah yang cerdas dan beradab guna menghindari gejolak sosial yang lebih luas. &nbsp; Meskipun persoalan ini telah masuk ke ranah hukum, Kami menilai ada ruang damai yang bisa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":35471,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-35467","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35467","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=35467"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35467\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":35472,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35467\/revisions\/35472"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/35471"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=35467"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=35467"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=35467"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}