 {"id":41409,"date":"2025-08-21T14:03:56","date_gmt":"2025-08-21T14:03:56","guid":{"rendered":"https:\/\/a1news.co.id\/?p=41409"},"modified":"2025-08-21T14:03:56","modified_gmt":"2025-08-21T14:03:56","slug":"ketum-cic-ott-wamenaker-jadi-bukti-kpk-masih-tajam-pemerintah-harus-berbenah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/2025\/08\/21\/ketum-cic-ott-wamenaker-jadi-bukti-kpk-masih-tajam-pemerintah-harus-berbenah\/","title":{"rendered":"Ketum CIC : OTT Wamenaker Jadi Bukti KPK Masih Tajam, Pemerintah Harus Berbenah"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #0000ff;\">A1news.co.id|<span style=\"color: #ff0000;\">Jakarta<\/span><\/span>\u00a0&#8211; Penangkapan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) mendapat sorotan dari berbagai kalangan. Ketua Umum Corruption Investigation Committee (CIC), R. Bambang SS, menilai kasus ini sebagai pukulan telak terhadap integritas kabinet dan sekaligus peringatan bahwa praktik korupsi di lingkaran kekuasaan masih marak.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cOTT terhadap pejabat setingkat wakil menteri menunjukkan bahwa korupsi tidak mengenal batas jabatan. Ini menjadi bukti KPK masih bekerja dengan tajam, meskipun banyak pihak meragukan,\u201d tegas Bambang dalam keterangan persnya, Kamis 21\/08\/2025.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Menurutnya, dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang menyeret Noel bukan hanya merugikan perusahaan, tetapi juga mencederai kepercayaan publik terhadap pemerintah. \u201cKebijakan sertifikasi seharusnya untuk melindungi pekerja, bukan dijadikan alat untuk mengeruk keuntungan pribadi,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Bambang menegaskan, CIC mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil langkah-langkah tegas, agar kasus ini tidak menggerus kredibilitas pemerintahannya. \u201cPresiden harus segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jajaran kabinet. Jangan sampai publik menilai ada pembiaran terhadap praktik kotor seperti ini,\u201d katanya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ia juga mengingatkan KPK agar mengusut kasus ini secara tuntas tanpa pandang bulu. \u201cKami mendukung penuh KPK untuk membongkar jaringan di balik kasus ini. Jangan berhenti hanya di satu nama, tetapi usut sampai ke akar-akarnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Di akhir pernyataannya, Bambang mengajak masyarakat tetap kritis,dan ikut mengawasi jalannya pemerintahan. \u201cKorupsi adalah musuh bersama. Tanpa tekanan publik, penegakan hukum seringkali melempem. Karena itu, kita semua harus bersatu melawan praktik busuk ini,\u201d tutupnya.(AR)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>A1news.co.id|Jakarta\u00a0&#8211; Penangkapan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) mendapat sorotan dari berbagai kalangan. Ketua Umum Corruption Investigation Committee (CIC), R. Bambang SS, menilai kasus ini sebagai pukulan telak terhadap integritas kabinet dan sekaligus peringatan bahwa praktik korupsi di lingkaran kekuasaan masih marak. &nbsp; \u201cOTT terhadap pejabat setingkat wakil menteri menunjukkan bahwa korupsi tidak mengenal batas jabatan. Ini menjadi bukti KPK masih bekerja dengan tajam, meskipun banyak pihak meragukan,\u201d tegas Bambang dalam keterangan persnya, Kamis 21\/08\/2025. &nbsp; Menurutnya, dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang menyeret Noel bukan hanya merugikan perusahaan, tetapi juga mencederai kepercayaan publik terhadap pemerintah. \u201cKebijakan sertifikasi seharusnya untuk melindungi pekerja, bukan dijadikan alat untuk mengeruk keuntungan pribadi,\u201d imbuhnya. &nbsp; Bambang menegaskan, CIC mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil langkah-langkah tegas, agar kasus ini tidak menggerus kredibilitas pemerintahannya. \u201cPresiden harus segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jajaran kabinet. Jangan sampai publik menilai ada pembiaran terhadap praktik kotor seperti ini,\u201d katanya. &nbsp; Ia juga mengingatkan KPK agar mengusut kasus ini secara tuntas tanpa pandang bulu. \u201cKami mendukung penuh KPK untuk membongkar jaringan di balik kasus ini. Jangan berhenti hanya di satu nama, tetapi usut sampai ke [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":41410,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-41409","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41409","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=41409"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41409\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":41412,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41409\/revisions\/41412"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/41410"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=41409"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=41409"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=41409"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}