 {"id":41660,"date":"2025-08-23T17:08:29","date_gmt":"2025-08-23T17:08:29","guid":{"rendered":"https:\/\/a1news.co.id\/?p=41660"},"modified":"2025-08-23T17:08:29","modified_gmt":"2025-08-23T17:08:29","slug":"dugaan-penyebaran-hoax-oleh-penerima-blt-gampong-parang-sikureueng-mencuat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/2025\/08\/23\/dugaan-penyebaran-hoax-oleh-penerima-blt-gampong-parang-sikureueng-mencuat\/","title":{"rendered":"Dugaan Penyebaran Hoax Oleh Penerima BLT Gampong Parang Sikureueng Mencuat  \u00a0"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #0000ff;\">A1news.co.id.co.id|<span style=\"color: #ff0000;\">Aceh Utara<\/span><\/span> &#8211; Sebuah video viral yang diduga berisi narasi hoax atau kebohongan telah menggemparkan Gampong Parang Sikureueng Kecamatan Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Setelah dilakukan penelusuran oleh awak media, terungkap bahwa pengunggah video tersebut di platform TikTok dan Facebook ternyata adalah salah satu penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Video berdurasi 19 detik itu sempat viral di media sosial, namun setelah ditelusuri lebih lanjut, narasi yang ditulis oleh pengunggah, ZA, diduga tidak benar.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Saat dikonfirmasi oleh awak media, ZA tidak dapat memberikan jawaban yang jelas mengenai item-item apa saja yang diduga dikorupsi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Jawaban ZA terkesan tidak masuk akal dan tidak dapat menjelaskan secara rinci. Ia hanya menjawab, &#8220;Kami tunggu rapat,&#8221; dan mengakui bahwa dirinya adalah salah satu penerima BLT di Gampong.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Kami masyarakat biasa menunggu kapan ada rapat pertanggungjawaban tahun 2024 dan 2025,&#8221; ucap ZA pada 23 Agustus 2025.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Saat ditanya lebih lanjut apakah benar dirinya merupakan penerima BLT di Gampong, ZA membenarkannya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Namun, ketika wartawan menanyakan tentang narasi yang ditulis dalam video tersebut mengenai korupsi senilai 680 juta, serta item-item apa saja yang tidak terealisasi atau diduga dikorupsi oleh Geuchik, ZA tidak memberikan jawaban.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pesan yang dikirimkan wartawan hanya dibaca (centang biru) hingga berita ini ditayangkan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Tuha Peuet, perangkat desa, dan beberapa warga yang diwawancarai oleh awak media menyatakan bahwa pertanggungjawaban anggaran tahun 2024 telah selesai dilakukan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Di tengah gemerlapnya era digital, terselip masalah yang menggerogoti fondasi masyarakat, terutama di wilayah Gampong.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Masalah itu adalah hoax, informasi sesat yang merajalela tanpa kendali, menjerumuskan masyarakat dalam kebingungan dan ketakutan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ironisnya, masyarakat di Gampong yang sering digambarkan sebagai komunitas tradisional dengan nilai-nilai kekeluargaan yang erat, kini menjadi sasaran empuk para penyebar hoax.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Keterbatasan mereka dalam mengakses informasi yang valid dan literasi digital yang rendah menjadikan mereka rentan terhadap berita bohong.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Hoax menyebar dengan cepat melalui jaringan media sosial di desa, seperti grup WhatsApp, TikTok, dan Facebook.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Tanpa filter dan verifikasi yang memadai, informasi yang beredar di sana bagaikan pisau bermata dua: dapat membawa manfaat, namun tak jarang pula berujung pada perpecahan dan keresahan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Lantas, siapa yang harus bertanggung jawab atas situasi ini? Pemerintah, dengan segala keterbatasannya, tidak dapat diandalkan sepenuhnya untuk menangkal informasi hoax.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Perlu ada upaya kolektif dari berbagai pihak, mulai dari akademisi, aktivis, hingga masyarakat Gampong itu sendiri.(Rz)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>A1news.co.id.co.id|Aceh Utara &#8211; Sebuah video viral yang diduga berisi narasi hoax atau kebohongan telah menggemparkan Gampong Parang Sikureueng Kecamatan Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara &nbsp; Setelah dilakukan penelusuran oleh awak media, terungkap bahwa pengunggah video tersebut di platform TikTok dan Facebook ternyata adalah salah satu penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT). &nbsp; Video berdurasi 19 detik itu sempat viral di media sosial, namun setelah ditelusuri lebih lanjut, narasi yang ditulis oleh pengunggah, ZA, diduga tidak benar. &nbsp; Saat dikonfirmasi oleh awak media, ZA tidak dapat memberikan jawaban yang jelas mengenai item-item apa saja yang diduga dikorupsi. &nbsp; Jawaban ZA terkesan tidak masuk akal dan tidak dapat menjelaskan secara rinci. Ia hanya menjawab, &#8220;Kami tunggu rapat,&#8221; dan mengakui bahwa dirinya adalah salah satu penerima BLT di Gampong. &nbsp; &#8220;Kami masyarakat biasa menunggu kapan ada rapat pertanggungjawaban tahun 2024 dan 2025,&#8221; ucap ZA pada 23 Agustus 2025. &nbsp; Saat ditanya lebih lanjut apakah benar dirinya merupakan penerima BLT di Gampong, ZA membenarkannya. &nbsp; Namun, ketika wartawan menanyakan tentang narasi yang ditulis dalam video tersebut mengenai korupsi senilai 680 juta, serta item-item apa saja yang tidak terealisasi atau diduga dikorupsi oleh Geuchik, ZA tidak memberikan jawaban. &nbsp; Pesan yang dikirimkan wartawan hanya dibaca (centang biru) [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":41661,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-41660","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41660","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=41660"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41660\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":41663,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41660\/revisions\/41663"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/41661"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=41660"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=41660"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=41660"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}