 {"id":43649,"date":"2025-09-09T08:58:37","date_gmt":"2025-09-09T08:58:37","guid":{"rendered":"https:\/\/a1news.co.id\/?p=43649"},"modified":"2025-09-09T08:58:37","modified_gmt":"2025-09-09T08:58:37","slug":"goresan-cindo-palembang-belagak-ditutup-mural-jadi-media-edukasi-stop-vandalisme","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/2025\/09\/09\/goresan-cindo-palembang-belagak-ditutup-mural-jadi-media-edukasi-stop-vandalisme\/","title":{"rendered":"Goresan Cindo Palembang Belagak Ditutup, Mural Jadi Media Edukasi Stop Vandalisme"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #0000ff;\">A1news.co.id|<span style=\"color: #ff0000;\">Palembang<\/span><\/span>\u00a0&#8211; Lomba mural dan grafiti bertema \u201cGoresan Cindo Palembang Belagak \u2013 Stop Vandalisme\u201d resmi ditutup, dilaksanakan di kawasan Simpang Charitas, depan Ruko Sari Bundo, Palembang.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kegiatan ini berlangsung selama dua hari dengan melibatkan 18 tim muralis yang masing-masing beranggotakan tiga hingga lima orang.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Asisten I Setda Kota Palembang, M. Icshanul Akmal, mewakili walikota, mengatakan lomba ini menjadi langkah awal untuk memberikan ruang bagi masyarakat menyalurkan kreativitas.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Menurutnya, mural harus dilihat sebagai seni yang indah, bukan sekadar coretan,selasa (09\/09\/2025).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cYang di wawancarai oleh awak media Kalau ingin berbuat baik, lakukan dengan cara seperti ini. Mural punya nilai seni dan keindahan. Vandalisme berbeda, hanya coretan tanpa arah,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Juri lomba, Sarida Yanto (Koko), menambahkan penilaian karya mural didasarkan pada aspek estetika, komposisi, kesesuaian tema, tingkat kesulitan, hingga kreativitas. Dari hasil penjurian, tim Kuda Poni berhasil meraih juara pertama,Perwakilan tim pemenang, Iyan Comic, mengaku bangga bisa menyabet gelar juara.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cAlhamdulillah kami bisa menjadi juara pertama. Tidak ada persiapan khusus, karena kami memang sudah terbiasa berkarya lewat mural, Acara penutupan ini turut dihadiri jajaran OPD Pemkot Palembang, camat, lurah, dan masyarakat sekitar yang ikut menyaksikan hasil karya para muralis.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Pemerintah berharap kegiatan seperti ini dapat terus digelar agar generasi muda punya wadah positif untuk berkarya sekaligus membantu menciptakan wajah kota yang lebih indah.(Ah)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>A1news.co.id|Palembang\u00a0&#8211; Lomba mural dan grafiti bertema \u201cGoresan Cindo Palembang Belagak \u2013 Stop Vandalisme\u201d resmi ditutup, dilaksanakan di kawasan Simpang Charitas, depan Ruko Sari Bundo, Palembang. &nbsp; Kegiatan ini berlangsung selama dua hari dengan melibatkan 18 tim muralis yang masing-masing beranggotakan tiga hingga lima orang. &nbsp; &#8220;Asisten I Setda Kota Palembang, M. Icshanul Akmal, mewakili walikota, mengatakan lomba ini menjadi langkah awal untuk memberikan ruang bagi masyarakat menyalurkan kreativitas. &nbsp; Menurutnya, mural harus dilihat sebagai seni yang indah, bukan sekadar coretan,selasa (09\/09\/2025). &nbsp; \u201cYang di wawancarai oleh awak media Kalau ingin berbuat baik, lakukan dengan cara seperti ini. Mural punya nilai seni dan keindahan. Vandalisme berbeda, hanya coretan tanpa arah,\u201d ujarnya. &nbsp; &#8220;Juri lomba, Sarida Yanto (Koko), menambahkan penilaian karya mural didasarkan pada aspek estetika, komposisi, kesesuaian tema, tingkat kesulitan, hingga kreativitas. Dari hasil penjurian, tim Kuda Poni berhasil meraih juara pertama,Perwakilan tim pemenang, Iyan Comic, mengaku bangga bisa menyabet gelar juara. &nbsp; \u201cAlhamdulillah kami bisa menjadi juara pertama. Tidak ada persiapan khusus, karena kami memang sudah terbiasa berkarya lewat mural, Acara penutupan ini turut dihadiri jajaran OPD Pemkot Palembang, camat, lurah, dan masyarakat sekitar yang ikut menyaksikan hasil karya para muralis. &nbsp; &#8220;Pemerintah berharap kegiatan seperti ini dapat terus digelar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":43653,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-43649","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43649","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43649"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43649\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":43655,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43649\/revisions\/43655"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/43653"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43649"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43649"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43649"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}