{"id":43919,"date":"2025-09-11T14:19:02","date_gmt":"2025-09-11T14:19:02","guid":{"rendered":"https:\/\/a1news.co.id\/?p=43919"},"modified":"2025-09-11T14:19:02","modified_gmt":"2025-09-11T14:19:02","slug":"makam-syekh-shabudin-berhasil-ditemukan-di-desa-lae-pinang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/2025\/09\/11\/makam-syekh-shabudin-berhasil-ditemukan-di-desa-lae-pinang\/","title":{"rendered":"Makam Syekh Shabudin Berhasil Ditemukan Di Desa Lae Pinang"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #0000ff;\">A1news.co.id|<span style=\"color: #ff0000;\">Aceh Tengah<\/span><\/span>\u00a0&#8211; Telah terjadi penemuan penting bagi sejarah Islam di Aceh Singkil terjadi pada Jumat 5 September 2025. Makam seorang ulama tarekat berpengaruh, Syekh Shabuddin, berhasil ditemukan di Desa Lae Pinang, Kecamatan Singkohor, Aceh Singkil.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sosok ini dikenal sebagai tokoh penyebar Tarekat Syattariyah yang berasal dari Barus, Sumatra Utara pada masanya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Penemuan makam tersebut berawal dari mimpi seorang ulama kharismatik Aceh Singkil, Abu Mahabbah pada malam Selasa 2 September 2025 pekan lalu. Mimpi itu kemudian mendorongnya melakukan penelusuran ke lokasi bersama Wali Nanggroe Majlis Pengkajian Tauhid Tasawuf Indonesia (MPTTI) , Ustadz Isnin serta sejumlah ustaz.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Rombongan disambut hangat oleh masyarakat setempat di Desa Lae Pinang.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Penemuan ini berawal dari &#8216;laduni tauhid&#8217; melalui mimpi Abu Mahabbah, lalu beliau menuju ke lokasi bersama para ustadz MPTTI Desa Rimo, Kecamatan Gunung Meriah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Saat sampai di lokasi, masyarakat menyambut dengan penuh antusias, Kamis (11\/9\/2025).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Syekh Shabuddin diketahui bermarga Solin dikenal sebagai guru beristilah Petupangan dan pengamal Tarekat Syattariyah. Ia masih satu perguruan dengan Syekh Tampat yang ada di Desa Gosong Telaga, Kecamatan Singkil Utara.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Catatan sejarah menyebutkan, Syekh Shabuddin merupakan salah satu penyiar Islam di masa pendudukan Jepang, yang berperan menjaga keteguhan spiritual masyarakat pada masa sulit tersebut.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pengaruh Tarekat Syattariyah sendiri begitu kuat di Tanah Singkil. Jejak ini tidak lepas dari warisan ulama besar abad ke-17, Syekh Abdurrauf as-Singkily, murid dari Syekh Ahmad al-Qusyasyi di Madinah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Melalui ajaran beliau, Syattariyah menyebar ke Nusantara, termasuk ke wilayah Singkil, dan hingga kini meninggalkan tradisi kuat dalam kehidupan keagamaan masyarakat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Penemuan makam Syekh Shabuddin menyimpulkan kesinambungan jaringan ulama Syattariyah lintas generasi, Dan memperlihatkan peran penting Tanah Singkil sebagai salah satu simpul penyebaran Islam.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Selama ini Abu Mahabbah dikenal aktif menelusuri serta memetakan makam-makam ulama di Aceh Singkil. Upaya ini diharapkan mampu memperkaya khazanah sejarah Islam lokal sekaligus mempertegas posisi Singkil dalam jaringan keilmuan Islam di Nusantara.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Penemuan makam tersebut diharapkan menjadi momentum bagi pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat untuk bersama-sama melestarikan situs sejarah Islam ini.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dari pada itu, makam Syekh Shabuddin dapat dijadikan sebagai pusat ziarah dan edukasi bagi generasi mendatang. (EW)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>A1news.co.id|Aceh Tengah\u00a0&#8211; Telah terjadi penemuan penting bagi sejarah Islam di Aceh Singkil terjadi pada Jumat 5 September 2025. Makam seorang ulama tarekat berpengaruh, Syekh Shabuddin, berhasil ditemukan di Desa Lae Pinang, Kecamatan Singkohor, Aceh Singkil. &nbsp; Sosok ini dikenal sebagai tokoh penyebar Tarekat Syattariyah yang berasal dari Barus, Sumatra Utara pada masanya. &nbsp; Penemuan makam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":43920,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-43919","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43919","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43919"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43919\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":43922,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43919\/revisions\/43922"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/43920"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43919"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43919"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43919"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}