 {"id":43923,"date":"2025-09-11T15:43:29","date_gmt":"2025-09-11T15:43:29","guid":{"rendered":"https:\/\/a1news.co.id\/?p=43923"},"modified":"2025-09-11T15:43:29","modified_gmt":"2025-09-11T15:43:29","slug":"rahmad-jangan-tunjangan-dprd-fakta-tunjangan-opd-dan-proyek-mangkrak-justru-menganga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/2025\/09\/11\/rahmad-jangan-tunjangan-dprd-fakta-tunjangan-opd-dan-proyek-mangkrak-justru-menganga\/","title":{"rendered":"Rahmad : Jangan Tunjangan DPRD, Fakta Tunjangan OPD Dan Proyek Mangkrak Justru Menganga"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #0000ff;\">A1news.co.id|<span style=\"color: #ff0000;\">Medan<\/span><\/span>\u00a0&#8211; Pernyataan seorang tokoh yang menyoroti besarnya tunjangan anggota DPRD Sumatera Utara kini menjadi sorotan dan menuai gelombang kritik keras dari berbagai kalangan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Wakil Ketua Koalisi Pemerhati Indonesia Raya (KAPIR), Rahmad Situmorang, angkat bicara dan menilai bahwa framing sepihak tersebut merupakan bentuk manipulasi informasi yang menyesatkan publik.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cJangan menggiring opini publik hanya pada satu sisi saja. Kalau bicara soal uang rakyat, mari kita buka semuanya secara terang.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Jangan buat seolah-olah DPRD Sumut adalah pihak yang paling menikmati anggaran, padahal tunjangan pejabat OPD di Provinsi jauh lebih fantastis,\u201d tegas Rahmad Situmorang dalam pernyataannya di Medan, Kamis (11\/9\/2025).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Rahmad mengungkapkan, berdasarkan data yang mencuat ke publik, Sekretaris Daerah Provinsi Sumut bisa mengantongi tunjangan hingga Rp125 juta per bulan, sementara Asisten Sekda menerima Rp54 juta, dan tenaga ahli gubernur menerima Rp47,7 juta. Tunjangan lain di lingkungan inspektorat dan OPD juga tidak kalah besar.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cKalau benar-benar ingin transparan, jangan setengah hati. Rakyat berhak tahu keseluruhan fakta, bukan hanya potongan-potongan yang dipelintir demi agenda politik,\u201d lanjut Rahmad.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Lebih lanjut, ia menilai bahwa pernyataan yang menyudutkan DPRD justru seperti upaya mengalihkan perhatian dari rekam jejak buruk saat tokoh tersebut menjabat sebagai Wali Kota Medan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kegagalan dan pemborosan anggaran terlihat jelas dari sejumlah proyek infrastruktur mangkrak yang menelan ratusan miliar rupiah, seperti:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Stadion Teladan yang dijanjikan menjadi ikon olahraga, hingga kini tak selesai.<\/p>\n<p>Islamic Center yang mangkrak tanpa kejelasan manfaat bagi masyarakat.<\/p>\n<p>Lampu Hias Jalan (lampu pocong) yang menjadi proyek kontroversial dengan nilai anggaran tinggi, tetapi dinilai tak berdampak pada kesejahteraan warga.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Basemen Lapangan Merdeka, yang justru tidak bisa difungsikan karena selalu banjir saat hujan\u2014sebuah proyek yang kini dianggap sia-sia dan menjadi beban anggaran.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cPernyataan itu seperti meludah ke atas. Menuduh pihak lain tamak, tapi lupa bahwa proyek-proyek masa jabatannya sendiri justru menyisakan tanda tanya besar. Ini bukan lagi soal DPRD, ini soal tanggung jawab terhadap anggaran publik,\u201d tambah Rahmad.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Aktivis mahasiswa dan masyarakat sipil juga mulai bersuara. Mereka mendesak agar aparat penegak hukum mengusut tuntas proyek-proyek mangkrak yang terjadi selama kepemimpinan tokoh tersebut.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Mereka menilai, isu tunjangan DPRD sengaja diangkat untuk menutupi &#8220;luka lama&#8221; dari pemborosan anggaran yang belum pernah dipertanggungjawabkan secara hukum maupun moral.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cKita tidak anti-kritik, tapi jangan pilih-pilih. Transparansi harus menyeluruh. Kalau DPRD dituding, maka OPD juga harus dibuka. Kalau tunjangan dipersoalkan, maka proyek mangkrak pun harus diusut,\u201d tutup Rahmad Situmorang.(Tim)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>A1news.co.id|Medan\u00a0&#8211; Pernyataan seorang tokoh yang menyoroti besarnya tunjangan anggota DPRD Sumatera Utara kini menjadi sorotan dan menuai gelombang kritik keras dari berbagai kalangan. &nbsp; Wakil Ketua Koalisi Pemerhati Indonesia Raya (KAPIR), Rahmad Situmorang, angkat bicara dan menilai bahwa framing sepihak tersebut merupakan bentuk manipulasi informasi yang menyesatkan publik. &nbsp; \u201cJangan menggiring opini publik hanya pada satu sisi saja. Kalau bicara soal uang rakyat, mari kita buka semuanya secara terang. &nbsp; Jangan buat seolah-olah DPRD Sumut adalah pihak yang paling menikmati anggaran, padahal tunjangan pejabat OPD di Provinsi jauh lebih fantastis,\u201d tegas Rahmad Situmorang dalam pernyataannya di Medan, Kamis (11\/9\/2025). &nbsp; Rahmad mengungkapkan, berdasarkan data yang mencuat ke publik, Sekretaris Daerah Provinsi Sumut bisa mengantongi tunjangan hingga Rp125 juta per bulan, sementara Asisten Sekda menerima Rp54 juta, dan tenaga ahli gubernur menerima Rp47,7 juta. Tunjangan lain di lingkungan inspektorat dan OPD juga tidak kalah besar. &nbsp; \u201cKalau benar-benar ingin transparan, jangan setengah hati. Rakyat berhak tahu keseluruhan fakta, bukan hanya potongan-potongan yang dipelintir demi agenda politik,\u201d lanjut Rahmad. &nbsp; Lebih lanjut, ia menilai bahwa pernyataan yang menyudutkan DPRD justru seperti upaya mengalihkan perhatian dari rekam jejak buruk saat tokoh tersebut menjabat sebagai Wali Kota Medan. &nbsp; Kegagalan dan pemborosan anggaran terlihat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":43924,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-43923","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43923","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43923"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43923\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":43926,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43923\/revisions\/43926"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/43924"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43923"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43923"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43923"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}