 {"id":45407,"date":"2025-09-26T12:46:55","date_gmt":"2025-09-26T12:46:55","guid":{"rendered":"https:\/\/a1news.co.id\/?p=45407"},"modified":"2025-09-26T12:46:55","modified_gmt":"2025-09-26T12:46:55","slug":"hasil-uji-lab-limbah-pt-nafasindo-tak-cemari-sungai-perusahaan-tetap-siap-pulihkan-lingkungan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/2025\/09\/26\/hasil-uji-lab-limbah-pt-nafasindo-tak-cemari-sungai-perusahaan-tetap-siap-pulihkan-lingkungan\/","title":{"rendered":"Hasil Uji Lab, Limbah PT. Nafasindo Tak Cemari Sungai, Perusahaan Tetap Siap Pulihkan Lingkungan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #0000ff;\">A1news.co.id|<span style=\"color: #ff0000;\">Aceh Singkil<\/span><\/span>\u00a0&#8211; Dugaan pencemaran sungai oleh limbah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik PT. Nafasindo di Aceh Singkil dipastikan tidak terbukti.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Singkil, Surkani, dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Bupati Aceh Singkil, Kamis (25\/9\/2024).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Setelah dilakukan uji sampel melalui laboratorium, hasil limbah menunjukkan masih di bawah ambang batas baku mutu atau bisa dikatakan negatif,&#8221; ungkap Surkani.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sebelumnya, warga melaporkan adanya dugaan pencemaran lingkungan akibat kebocoran kolam limbah nomor 9 milik PT. Nafasindo, yang diduga mengakibatkan matinya ikan secara tiba-tiba di aliran Sungai Lae Gombar.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Menindaklanjuti laporan tersebut, DLH bersama Kepolisian Polres Aceh Singkil, masyarakat, dan pihak perusahaan, melakukan investigasi lapangan dan pengambilan sampel air dari tiga titik lokasi, yaitu kolam 9 (lokasi limbah),badan air Lae Singkohor, dan sungai Lae Gombar.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sampel-sampel tersebut kemudian diuji di Laboratorium PT. Mutu Agung Tbk di Medan, Sumatera Utara.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Hasil pengujian laboratorium terhadap seluruh parameter kualitas air menunjukkan masih berada di bawah ambang batas baku mutu lingkungan yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku,&#8221; jelas Surkani.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Meskipun hasil laboratorium menyatakan tidak terjadi pencemaran, PT. Nafasindo tetap menyatakan komitmennya untuk melakukan pemulihan lingkungan sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada masyarakat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pihak perusahaan menyatakan kesediaannya untuk melakukan pembersihan alur sungai dari sedimen yang kemungkinan terbawa limbah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Memberikan kompensasi sosial kepada masyarakat terdampak secara adil dan proporsional.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Langkah ini diapresiasi sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar operasional. (Irfan)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>A1news.co.id|Aceh Singkil\u00a0&#8211; Dugaan pencemaran sungai oleh limbah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik PT. Nafasindo di Aceh Singkil dipastikan tidak terbukti. &nbsp; Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Singkil, Surkani, dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Bupati Aceh Singkil, Kamis (25\/9\/2024). &nbsp; &#8220;Setelah dilakukan uji sampel melalui laboratorium, hasil limbah menunjukkan masih di bawah ambang batas baku mutu atau bisa dikatakan negatif,&#8221; ungkap Surkani. &nbsp; Sebelumnya, warga melaporkan adanya dugaan pencemaran lingkungan akibat kebocoran kolam limbah nomor 9 milik PT. Nafasindo, yang diduga mengakibatkan matinya ikan secara tiba-tiba di aliran Sungai Lae Gombar. &nbsp; Menindaklanjuti laporan tersebut, DLH bersama Kepolisian Polres Aceh Singkil, masyarakat, dan pihak perusahaan, melakukan investigasi lapangan dan pengambilan sampel air dari tiga titik lokasi, yaitu kolam 9 (lokasi limbah),badan air Lae Singkohor, dan sungai Lae Gombar. &nbsp; Sampel-sampel tersebut kemudian diuji di Laboratorium PT. Mutu Agung Tbk di Medan, Sumatera Utara. &nbsp; &#8220;Hasil pengujian laboratorium terhadap seluruh parameter kualitas air menunjukkan masih berada di bawah ambang batas baku mutu lingkungan yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku,&#8221; jelas Surkani. &nbsp; Meskipun hasil laboratorium menyatakan tidak terjadi pencemaran, PT. Nafasindo tetap menyatakan komitmennya untuk melakukan pemulihan lingkungan sebagai bentuk tanggung jawab moral [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":45408,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-45407","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45407","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=45407"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45407\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":45410,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45407\/revisions\/45410"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45408"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=45407"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=45407"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=45407"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}