{"id":48774,"date":"2025-11-01T13:12:35","date_gmt":"2025-11-01T13:12:35","guid":{"rendered":"https:\/\/a1news.co.id\/?p=48774"},"modified":"2025-11-01T13:12:35","modified_gmt":"2025-11-01T13:12:35","slug":"dpra-bahas-ketertiban-dunia-maya-larangan-teumeunak-doxing-dan-lgbt-masuk-raqan-baru-tanggapan-anggota-wh-aceh-singkil","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/2025\/11\/01\/dpra-bahas-ketertiban-dunia-maya-larangan-teumeunak-doxing-dan-lgbt-masuk-raqan-baru-tanggapan-anggota-wh-aceh-singkil\/","title":{"rendered":"DPRA Bahas Ketertiban Dunia Maya: Larangan Teumeunak, Doxing Dan LGBT Masuk Raqan Baru, Tanggapan Anggota WH Aceh Singkil\u00a0"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #0000ff;\">A1news.co.id|<span style=\"color: #ff0000;\">Aceh Singkil<\/span><\/span>\u00a0&#8211; Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) tengah merancang aturan baru yang tak hanya mengatur ketertiban di ruang publik, tetapi juga perilaku warganya di ruang digital.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dalam Rancangan Qanun (Raqan) tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum, Ketenteraman, dan Perlindungan Masyarakat, media sosial kini menjadi fokus perhatian serius.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Raqan tersebut, yang sedang dibahas oleh Komisi I DPRA, memuat pasal-pasal yang mengatur kewajiban dan larangan bagi pengguna media sosial.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Aturan ini mencakup larangan berkata kotor atau \u201cteumeunak\u201d, menyebarkan hoaks, melakukan doxing, serta mempromosikan konten yang dianggap bertentangan dengan nilai-nilai Syariat Islam, termasuk promosi LGBT.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Menjaga Ketertiban Digital dalam Bingkai Syariat<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dalam draf Raqan yang diperoleh dari sumber media Nukilan, pengaturan mengenai media sosial dimuat dalam Pasal 79 Paragraf 24.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pasal ini menegaskan bahwa setiap warga, aparatur, maupun lembaga pengguna media sosial wajib menggunakan internet \u201csecara bijak\u201d dan sesuai dengan norma agama serta Syariat Islam.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Beberapa poin penting yang diatur antara lain:<\/p>\n<p>1. Dilarang menulis atau berkomentar kasar (teumeunak).<\/p>\n<p>2. Dilarang menyebar informasi bohong (hoaks) atau ujaran kebencian bernuansa SARA.<\/p>\n<p>3. Dilarang membuka atau menyebar data pribadi tanpa izin (doxing).<\/p>\n<p>4. Dilarang menampilkan atau mempromosikan perilaku LGBT di media sosial.<\/p>\n<p>5. Pengguna diwajibkan berpakaian sopan pada konten yang diunggah, terutama bagi umat Islam.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Raqan ini juga mengatur bahwa Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH) memiliki kewenangan untuk melakukan pengawasan terhadap aktivitas media sosial masyarakat Aceh, khususnya di Aceh Singkil.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pengawasan ini termasuk identifikasi pelanggaran dan koordinasi dengan instansi terkait.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sanksi Administratif Bagi Pelanggar<\/p>\n<p>Bagi warga yang melanggar, draf Raqan menetapkan tiga bentuk sanksi administratif:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Teguran lisan,<\/p>\n<p>Peringatan tertulis, dan<\/p>\n<p>Denda administratif.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Meskipun belum dirinci besaran dendanya, DPRA menegaskan bahwa aturan ini lebih bersifat preventif \u2014 menekankan pembinaan dan edukasi sebelum tindakan hukum.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Fenomena \u201cKebisingan Digital\u201d di Aceh Singkil<\/p>\n<p>Fenomena pelanggaran etika digital disebut paling marak terjadi di Kabupaten Aceh Singkil.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Anggota Wilayatul Hisbah (WH) Aceh Singkil Irvan menilai, langkah DPRA membentuk qanun tersebut sudah sangat mendesak.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cDi Facebook sering muncul postingan provokatif yang menimbulkan ketidaknyamanan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Banyak juga komentar yang bisa memicu konflik SARA. Bahkan tak jarang, fitnah dan tuduhan sepihak berujung pada kehancuran rumah tangga,\u201d ujarnya saat dihubungi A1 News.co.id, Rabu (1\/11\/2025).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ia juga menyoroti maraknya penyebaran informasi palsu di grup WhatsApp (WAG), mulai dari isu profesi, penyebaran virus APK, hingga gosip yang menimbulkan iri dan kebencian.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cTata krama digital di sebagian masyarakat masih rendah. Jadi tindakan preventif perlu dilakukan dari awal agar pelanggaran bisa dicegah,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Antara Regulasi dan Kebebasan Ekspresi<\/p>\n<p>Pembahasan Raqan ini memunculkan perdebatan di kalangan publik dan pemerhati kebebasan berekspresi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Di satu sisi, aturan ini dianggap perlu untuk menertibkan perilaku daring yang kerap kebablasan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Namun di sisi lain, muncul kekhawatiran bahwa regulasi ini bisa mengekang ruang ekspresi warga jika diterapkan tanpa batasan yang jelas.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pakar hukum tata negara dari Universitas Syiah Kuala, Dr. M. Rizal, menilai perlunya keseimbangan antara norma agama dan prinsip hak digital warga.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cAceh memang memiliki kekhususan dalam penerapan Syariat Islam, tetapi dalam konteks media sosial, pengawasan harus proporsional.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Jangan sampai penertiban berubah menjadi pembatasan kebebasan berekspresi yang dijamin oleh konstitusi,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Tahapan dan Prospek Pengesahan<\/p>\n<p>Raqan tentang Ketertiban Umum, Ketenteraman, dan Perlindungan Masyarakat saat ini masih dalam tahap Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Proses ini memberi kesempatan kepada publik, akademisi, dan tokoh masyarakat untuk memberikan masukan sebelum dibahas lebih lanjut bersama Pemerintah Aceh.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Jika disahkan, qanun ini akan menjadi regulasi pertama di Aceh yang secara eksplisit mengatur perilaku masyarakat di media sosial berdasarkan prinsip Syariat Islam.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Langkah DPRA ini mencerminkan tantangan baru bagi Aceh dalam menyeimbangkan moralitas publik, teknologi, dan kebebasan individu di era digital.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ketika ruang virtual menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, upaya menegakkan \u201cketertiban digital\u201d berbasis Syariat bukan hanya soal hukum, tetapi juga soal budaya dan literasi masyarakat. (EW)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>A1news.co.id|Aceh Singkil\u00a0&#8211; Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) tengah merancang aturan baru yang tak hanya mengatur ketertiban di ruang publik, tetapi juga perilaku warganya di ruang digital. &nbsp; Dalam Rancangan Qanun (Raqan) tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum, Ketenteraman, dan Perlindungan Masyarakat, media sosial kini menjadi fokus perhatian serius. &nbsp; Raqan tersebut, yang sedang dibahas oleh Komisi I [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":48775,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-48774","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48774","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=48774"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48774\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":48776,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48774\/revisions\/48776"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/48775"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=48774"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=48774"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=48774"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}