 {"id":50988,"date":"2025-11-27T13:01:10","date_gmt":"2025-11-27T13:01:10","guid":{"rendered":"https:\/\/a1news.co.id\/?p=50988"},"modified":"2025-11-27T13:01:10","modified_gmt":"2025-11-27T13:01:10","slug":"aceh-tengah-darurat-bencana-akses-lumpuh-total-pemkab-minta-bantuan-penanganan-segera","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/2025\/11\/27\/aceh-tengah-darurat-bencana-akses-lumpuh-total-pemkab-minta-bantuan-penanganan-segera\/","title":{"rendered":"Aceh Tengah Darurat Bencana : Akses Lumpuh Total, Pemkab Minta Bantuan Penanganan Segera"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #0000ff;\">A1news.co.id|<span style=\"color: #ff0000;\">Takengon<\/span><\/span>\u00a0&#8211; Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menetapkan status darurat bencana hidrometeorologi setelah hujan dengan intensitas tinggi memicu banjir bandang dan tanah longsor di berbagai wilayah sejak awal pekan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Penetapan tersebut diputuskan dalam Rapat Penanganan Bencana Hidrometeorologi yang dipimpin langsung oleh Bupati Aceh Tengah di Oproom Lantai II Setdakab Aceh Tengah, Rabu (26\/11\/2025).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dalam rapat tersebut, Bupati menekankan bahwa kondisi daerah saat ini tidak kondusif, sehingga diperlukan langkah cepat, terukur, dan terkoordinasi untuk penyelamatan warga.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ia meminta seluruh perangkat daerah dan tim penanganan darurat untuk menyampaikan data secara detail dan membangun komunikasi intensif baik antarinstansi dalam daerah maupun dengan pemerintah provinsi dan nasional.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cPrioritas kita menyelamatkan warga dan memastikan distribusi bantuan tepat sasaran. Untuk itu, setiap proses harus dilakukan cepat, tepat, dan terkoordinasi,\u201d tegas Bupati di depan peserta rapat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Berdasarkan data sementara BPBD Aceh Tengah, sebanyak 9 orang dinyatakan meninggal dunia, sementara proses evakuasi dan pencarian masih berlangsung di sejumlah titik terdampak.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Bencana juga menyebabkan 1.023 jiwa atau 426 kepala keluarga mengungsi dan tersebar di 28 titik pengungsian.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Seluruh jalur utama penghubung antar kabupaten lumpuh total akibat tertutup longsor. Beberapa ruas yang terdampak meliputi:<\/p>\n<p>1. Bireuen \u2013 Takengon<\/p>\n<p>-Merie I, Aceh Tengah<\/p>\n<p>-Jamur Ujung, Bener Meriah<\/p>\n<p>-Tenge Besi, Bener Meriah<\/p>\n<p>-Krueng Simpur, Bireuen<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>2. Bener Meriah \u2013 Aceh Utara<\/p>\n<p>-Gunung Salak<\/p>\n<p>3. Takengon \u2013 Blang Kejeren (Gayo Lues)<\/p>\n<p>-Isaq, Aceh Tengah<\/p>\n<p>4. Takengon \u2013 Nagan Raya<\/p>\n<p>-Paya Kolak, Aceh Tengah<\/p>\n<p>-Beutong, Nagan Raya<\/p>\n<p>-Genting Gerbang, Aceh Tengah<\/p>\n<p>5. Takengon \u2013 Pidie Jaya<\/p>\n<p>-Rusip Antara, Aceh Tengah<\/p>\n<p>-Pameu, Aceh Tengah<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kondisi ini bukan hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga menghentikan distribusi logistik, bahan pangan, dan komoditas pertanian.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Petani cabai di Aceh Tengah turut terdampak karena distribusi hasil panen sekitar 500 ton\/hari tidak dapat keluar daerah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dalam rapat tersebut, BPBD Aceh Tengah menegaskan perlunya dukungan alat berat dan logistik kemanusiaan untuk mempercepat penanganan darurat. Adapun kebutuhan mendesak antara lain:<\/p>\n<p>-Wheeled Loader sebanyak 3 unit<\/p>\n<p>-Excavator sebanyak 3 unit<\/p>\n<p>&#8211; Sembako dan kebutuhan dasar bagi pengungsi<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Selain itu, Bupati Aceh Tengah telah menghubungi sejumlah pihak untuk dukungan penanganan bencana, antara lain, Deputi Kedaruratan BNPB, Budi Wiranto, Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, Plt. Kepala Dinas Sosial Aceh, Chaidar<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dalam rangka memastikan koordinasi terpadu, Posko Utama Penanganan Darurat Bencana ditempatkan di Kantor Bupati Aceh Tengah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Seluruh proses informasi, pendistribusian logistik, bantuan relawan, dan kebutuhan penanganan lapangan terpusat melalui posko ini.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah mengajak seluruh pihak &#8211; pemerintah pusat, pemerintah provinsi, TNI\u2013Polri, lembaga kemanusiaan, dunia usaha, dan masyarakat luas \u2014 untuk bersama memperkuat upaya penyelamatan dan pemulihan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pemerintah memastikan pembaruan informasi akan disampaikan secara berkala melalui kanal resmi setelah jaringan komunikasi pulih.(WD)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>A1news.co.id|Takengon\u00a0&#8211; Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menetapkan status darurat bencana hidrometeorologi setelah hujan dengan intensitas tinggi memicu banjir bandang dan tanah longsor di berbagai wilayah sejak awal pekan. &nbsp; Penetapan tersebut diputuskan dalam Rapat Penanganan Bencana Hidrometeorologi yang dipimpin langsung oleh Bupati Aceh Tengah di Oproom Lantai II Setdakab Aceh Tengah, Rabu (26\/11\/2025). &nbsp; Dalam rapat tersebut, Bupati menekankan bahwa kondisi daerah saat ini tidak kondusif, sehingga diperlukan langkah cepat, terukur, dan terkoordinasi untuk penyelamatan warga. &nbsp; Ia meminta seluruh perangkat daerah dan tim penanganan darurat untuk menyampaikan data secara detail dan membangun komunikasi intensif baik antarinstansi dalam daerah maupun dengan pemerintah provinsi dan nasional. &nbsp; \u201cPrioritas kita menyelamatkan warga dan memastikan distribusi bantuan tepat sasaran. Untuk itu, setiap proses harus dilakukan cepat, tepat, dan terkoordinasi,\u201d tegas Bupati di depan peserta rapat. &nbsp; Berdasarkan data sementara BPBD Aceh Tengah, sebanyak 9 orang dinyatakan meninggal dunia, sementara proses evakuasi dan pencarian masih berlangsung di sejumlah titik terdampak. &nbsp; Bencana juga menyebabkan 1.023 jiwa atau 426 kepala keluarga mengungsi dan tersebar di 28 titik pengungsian. &nbsp; Seluruh jalur utama penghubung antar kabupaten lumpuh total akibat tertutup longsor. Beberapa ruas yang terdampak meliputi: 1. Bireuen \u2013 Takengon -Merie I, Aceh Tengah -Jamur Ujung, Bener [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":50989,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-50988","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50988","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=50988"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50988\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":50991,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50988\/revisions\/50991"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/50989"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=50988"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=50988"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=50988"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}