{"id":5380,"date":"2024-02-28T08:38:17","date_gmt":"2024-02-28T08:38:17","guid":{"rendered":"https:\/\/a1news.co.id\/?p=5380"},"modified":"2024-02-28T08:38:17","modified_gmt":"2024-02-28T08:38:17","slug":"pj-bupati-asra-2000-kader-posyandu-terima-kenaikan-honor-tahun-ini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/2024\/02\/28\/pj-bupati-asra-2000-kader-posyandu-terima-kenaikan-honor-tahun-ini\/","title":{"rendered":"Pj Bupati Asra : 2000 Kader Posyandu Terima Kenaikan Honor Tahun ini"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #0000ff;\">A1news.co.id|<span style=\"color: #ff0000;\">Aceh Tamiang<\/span><\/span>&#8211; 2000-an kader Posyandu Aceh Tamiang akan menerima kenaikan honor tahun ini. Hal ini disampaikan Pj. Bupati Asra dalam pembukaan kegiatan Penguatan Kapasitas Kader Posyandu dalam rangka Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Aceh Tamiang T.A. 2024 tahap pertama yang berlangsung sejak Senin (26\/2) sampai dengan hari ini, Selasa (27\/2\/24), di aula Bappeda.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dalam pembukaan kegiatan kemarin, sempat terjadi dialog menarik antara Pj. Bupati Asra dengan para peserta kegiatan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cIbu-ibu ini satu hari dibayar berapa?\u201d tanya Pj. Bupati Asra. \u201cBulanan pak,\u201d jawab peserta serempak. \u201cBerapa?\u201d ulang Pj. Bupati. \u201cRp. 150 ribu pak, dari dana desa,\u201d jawab mereka.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Mendapati jawaban itu, Pj. Bupati Asra kemudian memerintahkan Kepala DPMKPPKB, Mix Donal untuk mempertimbangkan kenaikan angkanya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cJadi ini boleh dipertimbangkan Pak Donal. Karena ada kenaikan harga akibat inflasi dan sebagainya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Jadi naikkan, dari Rp. 150 ribu jadi Rp. 152 ribu per bulan misalnya,\u201d ucap Pj. Bupati Asra sambil tersenyum yang lantas disambut koor tawa para peserta.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cNaikkan sekurangnya Rp. 200 ribu per bulan ya Pak Donal. Saya kira tidak masalah itu. Berapa ibu-ibu? Rp. 200 ribu, 250 ribu atau 300 ribu ibu-ibu?\u201d Kata Pj. Bupati Asra lagi. \u201cRp. 200 ribu saja pak,\u201d serempak mereka menjawab.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cJujur sekali ibu-ibu ini, ditawarkan angka Rp. 250 ribu atau Rp. 300 ribu gak mau. Ini luar biasa! Tolong Pak Donal disampaikan ke para datok penghulu perihal ini,\u201d tutur Pj. Bupati Asra.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dikatakan Pj. Bupati Asra, kenaikan uang lelah bagi kader-kader posyandu ini suatu kewajaran. Terlebih, biasanya para kader ini muncul secara alami dan punya semangat kerelawanan yang tinggi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cBiasanya orang-orang dengan kerelaan dan mau.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Jadi tinggal kita poles saja. Karena dasarnya mereka mau, suka punya semangat dan jiwa kerelawanan yang tinggi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Tinggal lagi kita memberikan pemahaman yang kuat dan ilmu yang cukup sesuai dengan perkembangan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Begitu juga dengan hoaks yang beredar dan bagaimana menyikapinya,\u201d ungkap Pj. Bupati Asra.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cIni masuk akal angkanya Pak Donal. Artinya kalau dilihat dari besaran honor, gak mungkin ibu-ibu ini mau kerja. Tapi karena berawal dari kerelaan dan semangat, mereka mau,\u201d sambung Pj. Bupati Asra lagi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>DATOK PENGHULU JANGAN SEMBARANGAN GANTI KADER POSYANDU<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dijelaskan, efektivitas posyandu sudah diakui dari sejak era orde baru. Karenanya Pj. Bupati Asra yang didampingi Kepala Bappeda, M. Zein dan Kepala DPMKPPKB, Mix Donal, meminta seluruh pihak mendukung percepatan penurunan stunting melalui optimasi fungsi posyandu di tiap kampung.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Termasuk kepada para datok penghulu, diminta jangan sembarangan mengganti kader posyandu di kampung masing-masing.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cSaya ada dengar-dengar, ada juga kader posyandu yang dipecat datok penghulu ini, apalagi kalo gak milih dia saat pildatok. Ini Dinas Kesehatan tolong diperhatikan ini.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Jangan para kader posyandu ini diganti sembarangan oleh datok penghulu, apalagi hanya karena gak memilih calon tertentu saat pildatok,\u201d ungkap Pj. Bupati Asra lugas yang dijawab oleh para peserta.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cBetul pak,\u201d jawab para peserta. \u201cIni kejadian ya?\u201d Ulang Pj. Bupati Asra meyakinkan jawaban mereka.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cTolong sampaikan kepada para datok penghulu Pak Donal, jangan sembarangan ganti kader. Jadi yang mengukur kinerja kader ini kan puskesmas.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalau ada kader posyandu yang betul-betul aktif dan bekerja ditukar oleh datok, jangan kasih Pak Donal, blokir rekening kampungnya,\u201d kata Pj. Bupati Asra yang ditepuk tangani para peserta kegiatan penguatan kapasitas kader posyandu tersebut.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Selaku pimpinan daerah, Pj. Bupati Asra menyebutkan lugas, supaya proses suksesi kepemimpinan di kampung tidak mengganggu program yang sedang berlangsung.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Terlebih bila itu program strategis nasional, seperti penanggulangan stunting.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cJangan sampai ada kader posyandu yang ditukar begitu terjadi suksesi kepemimpinan di kampung. Kita gak mau. Ini betul-betul harus kita jaga.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Yang perlu kita lakukan seperti hari ini, kita tambah ilmunya, kita perbaharui pengalamannya, terutama masalah pengukuran bayi dan tumbuh kembangnya,\u201d tukasnya lagi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Jadi kita sepakat, dalam waktu ke depan, minimal mulai hari ini, kita tidak mencetak lagi stunting-stunting baru.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Karena angka stunting yang ada hari ini, akan hilang oleh waktu, walau masalahnya gak selesai. Paling tidak, kita tidak menciptakan stunting baru.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Tapi dengan keadaan yang ada, kita bisa merehabilitasinya hingga bisa pulih hingga 80 persen menjadi lebih baik kondisinya,\u201d seru Pj. Bupati Asra penuh harap.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cSaya pikir angka ini akan sangat mendukung arah pembangunan negeri ini ke depan. Sebab, seperti yang saya sampaikan tadi,<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>20-30 tahun ke depan pasti akan berpengaruh terhadap kelangsungan generasi bangsa,\u201d ujarnya menekankan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Di akhir pesannya, Pj. Bupati Asra memberikan kesimpulan yang menjadi catatan panitia pada pelaksanaa kegiatan berikutnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cCatatan Pak Donal, pertama, besaran honor kader posyandu dalam anggaran 2024 ini langsung diubah. Karena ini lebih pada penghargaan sebenarnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Karena mereka pada dasarnya orang-orang yang rela dan ikhlas serta sangat mempengaruhi keberlangsungan generasi bangsa.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sekali lagi saya sampaikan, honor kader posyandu, dari Rp. 150 ribu naik menjadi Rp. 200 ribu per bulan,\u201d katanya memberi catatan, namun disahut lagi oleh para peserta.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cJangan kena pajak pak,\u201d kata para peserta memohon. \u201cHah, kena pajak lagi? Kalau pajak memang tidak bisa kita hilangkan. Tapi tolong disikapi ini. Lebihkan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Yang penting bisa bawa pulang uang Rp. 50 ribu empat lembar, begitukan ibu-ibu\u201d sahut Pj. Bupati Asra dengan senyum simpul dan tepuk tangan para peserta.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cKedua, gak boleh ada kader yang dipecat. Pesankan kepada datok penghulu agar jangan sembarangan ganti kader posyandu kalau kinerjanya baik. Ketiga, bikin acara ini di kecamatan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Saya mau terima laporan bahwa lanjutan kegiatan ini dibuat di kecamatan. Apakah menggunakan anggaran Bappeda atau Dinkes, disesuaikan segera,\u201d pungkas Pj. Bupati Asra memberi arahan.(Red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>A1news.co.id|Aceh Tamiang&#8211; 2000-an kader Posyandu Aceh Tamiang akan menerima kenaikan honor tahun ini. Hal ini disampaikan Pj. Bupati Asra dalam pembukaan kegiatan Penguatan Kapasitas Kader Posyandu dalam rangka Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Aceh Tamiang T.A. 2024 tahap pertama yang berlangsung sejak Senin (26\/2) sampai dengan hari ini, Selasa (27\/2\/24), di aula Bappeda. &nbsp; Dalam pembukaan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":5381,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-5380","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5380","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5380"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5380\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5382,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5380\/revisions\/5382"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5381"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5380"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5380"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5380"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}