 {"id":55754,"date":"2026-01-24T23:55:54","date_gmt":"2026-01-24T23:55:54","guid":{"rendered":"https:\/\/a1news.co.id\/?p=55754"},"modified":"2026-01-24T23:55:54","modified_gmt":"2026-01-24T23:55:54","slug":"sabotase-kemanusian-di-rsud-datu-beru-hentikan-politik-kotor-di-atas-nyawa-rakyat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/2026\/01\/24\/sabotase-kemanusian-di-rsud-datu-beru-hentikan-politik-kotor-di-atas-nyawa-rakyat\/","title":{"rendered":"Sabotase Kemanusian Di RSUD Datu Beru, Hentikan Politik Kotor Di Atas Nyawa Rakyat\u00a0"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #0000ff;\">A1news.co.id|<span style=\"color: #ff0000;\">Takengon<\/span><\/span>\u00a0\u2014 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Takengon-Bener Meriah mengecam keras aksi mogok kerja tenaga kesehatan di RSUD Datu Beru.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>HMI menilai gerakan ini bukanlah murni perjuangan kesejahteraan, melainkan sabotase terstruktur yang ditunggangi aktor intelektual haus jabatan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ketua Umum HMI Cabang Takengon-BM, Afdhalal Gifari, menegaskan bahwa mogok kerja di fasilitas vital adalah bentuk pengkhianatan terhadap sumpah profesi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Kami mencium aroma &#8216;Operasi Senyap&#8217;. Hak nakes dijadikan senjata politik oleh oknum internal untuk menggoyang kursi Direktur. Ini menjijikkan karena nyawa rakyat kecil dijadikan sandera demi ambisi kursi kekuasaan,&#8221; tegas Afdhalal.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Poin Tegas HMI:<\/p>\n<p>Provokasi Busuk: HMI menduga kuat ada &#8220;biang kerok&#8221; di dalam manajemen yang sengaja memicu chaos demi menjatuhkan kredibilitas pimpinan RSUD.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kejahatan Birokrasi: Menahan pelayanan publik saat anggaran tersedia adalah bentuk kesengajaan yang mengarah pada tindak pidana penelantaran pasien.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ultimatum: HMI tidak akan membiarkan rakyat menjadi tumbal pertarungan elit. Jika pelayanan tidak segera dinormalisasi, HMI akan menggalang massa untuk mengevaluasi paksa birokrasi yang gagal.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Jangan bermain api dengan nyawa manusia! Jika elit hanya sibuk sikut-sikutan sementara pasien terlantar, HMI pastikan kalian tidak akan pernah duduk tenang di kursi jabatan itu,&#8221; tutup Afdhalal dengan nada menantang.(*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>A1news.co.id|Takengon\u00a0\u2014 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Takengon-Bener Meriah mengecam keras aksi mogok kerja tenaga kesehatan di RSUD Datu Beru. &nbsp; HMI menilai gerakan ini bukanlah murni perjuangan kesejahteraan, melainkan sabotase terstruktur yang ditunggangi aktor intelektual haus jabatan. &nbsp; Ketua Umum HMI Cabang Takengon-BM, Afdhalal Gifari, menegaskan bahwa mogok kerja di fasilitas vital adalah bentuk pengkhianatan terhadap sumpah profesi. &nbsp; &#8220;Kami mencium aroma &#8216;Operasi Senyap&#8217;. Hak nakes dijadikan senjata politik oleh oknum internal untuk menggoyang kursi Direktur. Ini menjijikkan karena nyawa rakyat kecil dijadikan sandera demi ambisi kursi kekuasaan,&#8221; tegas Afdhalal. &nbsp; Poin Tegas HMI: Provokasi Busuk: HMI menduga kuat ada &#8220;biang kerok&#8221; di dalam manajemen yang sengaja memicu chaos demi menjatuhkan kredibilitas pimpinan RSUD. &nbsp; Kejahatan Birokrasi: Menahan pelayanan publik saat anggaran tersedia adalah bentuk kesengajaan yang mengarah pada tindak pidana penelantaran pasien. &nbsp; Ultimatum: HMI tidak akan membiarkan rakyat menjadi tumbal pertarungan elit. Jika pelayanan tidak segera dinormalisasi, HMI akan menggalang massa untuk mengevaluasi paksa birokrasi yang gagal. &nbsp; &#8220;Jangan bermain api dengan nyawa manusia! Jika elit hanya sibuk sikut-sikutan sementara pasien terlantar, HMI pastikan kalian tidak akan pernah duduk tenang di kursi jabatan itu,&#8221; tutup Afdhalal dengan nada menantang.(*)<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":55755,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-55754","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55754","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=55754"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55754\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":55756,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55754\/revisions\/55756"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/55755"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=55754"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=55754"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=55754"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}