{"id":59722,"date":"2026-03-16T15:50:33","date_gmt":"2026-03-16T15:50:33","guid":{"rendered":"https:\/\/a1news.co.id\/?p=59722"},"modified":"2026-03-16T15:50:33","modified_gmt":"2026-03-16T15:50:33","slug":"hmi-kutuk-aksi-biadab-terhadap-aktivis-kontras-negara-diminta-usut-tuntas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/2026\/03\/16\/hmi-kutuk-aksi-biadab-terhadap-aktivis-kontras-negara-diminta-usut-tuntas\/","title":{"rendered":"HMI Kutuk Aksi Biadab Terhadap Aktivis KontraS, Negara Diminta Usut Tuntas"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #0000ff;\">A1news.co.id|<span style=\"color: #ff0000;\">Nagan Raya<\/span><\/span>\u00a0&#8211; Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) mengecam keras tindakan kekerasan berupa penyiraman terhadap seorang aktivis dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Peristiwa tersebut dinilai sebagai bentuk teror terhadap gerakan masyarakat sipil yang selama ini konsisten memperjuangkan nilai-nilai keadilan, kemanusiaan, serta penegakan hak asasi manusia.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ketua Umum HMI Cabang Nagan Raya, Muhammad Agus Rifa\u2019i, menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap aktivis kemanusiaan merupakan ancaman serius terhadap kehidupan demokrasi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Menurutnya, serangan semacam ini tidak hanya menyasar individu, tetapi juga merupakan upaya membungkam suara kritis yang selama ini berperan penting dalam mengawal jalannya negara hukum.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cPeristiwa ini mencerminkan adanya upaya sistematis untuk menebar rasa takut terhadap para pejuang kemanusiaan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Aktivis yang bekerja mengadvokasi korban kekerasan dan pelanggaran HAM justru menjadi target intimidasi. Ini tidak boleh dibiarkan dalam negara yang mengaku menjunjung tinggi supremasi hukum,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ia menambahkan, negara memiliki kewajiban konstitusional untuk menjamin keamanan setiap warga negara, termasuk para aktivis yang bekerja di sektor advokasi hak asasi manusia.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Oleh karena itu, aparat penegak hukum didesak untuk bertindak cepat, transparan, dan profesional dalam mengungkap pelaku maupun dalang di balik peristiwa tersebut.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cHukum tidak boleh tunduk pada kepentingan apa pun. Aparat penegak hukum harus mengusut tuntas kasus ini tanpa tebang pilih.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Jika tidak, maka kepercayaan publik terhadap komitmen negara dalam melindungi demokrasi dan hak asasi manusia akan semakin tergerus,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>HMI juga menilai bahwa ruang demokrasi yang sehat hanya dapat terwujud apabila negara mampu menjamin kebebasan sipil dan melindungi para pembela hak asasi manusia dari segala bentuk ancaman maupun kekerasan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dalam konteks tersebut, tindakan represif terhadap aktivis sipil merupakan kemunduran serius bagi proses konsolidasi demokrasi di Indonesia.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sebagai organisasi kader yang lahir dari tradisi intelektual dan perjuangan moral, HMI menyatakan solidaritas penuh terhadap para aktivis kemanusiaan serta seluruh elemen masyarakat sipil yang terus berjuang menegakkan nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cHMI menegaskan bahwa perjuangan melawan ketidakadilan tidak boleh dipatahkan oleh teror dan kekerasan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Negara harus hadir secara tegas, memastikan keadilan ditegakkan, serta menjamin agar tindakan serupa tidak kembali terulang di masa mendatang,\u201d tutupnya.(*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>A1news.co.id|Nagan Raya\u00a0&#8211; Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) mengecam keras tindakan kekerasan berupa penyiraman terhadap seorang aktivis dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS). &nbsp; Peristiwa tersebut dinilai sebagai bentuk teror terhadap gerakan masyarakat sipil yang selama ini konsisten memperjuangkan nilai-nilai keadilan, kemanusiaan, serta penegakan hak asasi manusia. &nbsp; Ketua Umum HMI Cabang Nagan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":59723,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-59722","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-blog"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59722","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=59722"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59722\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":59724,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59722\/revisions\/59724"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/59723"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=59722"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=59722"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=59722"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}