{"id":63255,"date":"2026-05-01T14:55:29","date_gmt":"2026-05-01T14:55:29","guid":{"rendered":"https:\/\/a1news.co.id\/?p=63255"},"modified":"2026-05-01T14:55:29","modified_gmt":"2026-05-01T14:55:29","slug":"pergub-no-2-tahun-2026-tentang-jka-melukai-hati-rakyat-aceh-cabut-atau-hadapi-gelombang-penolakan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/2026\/05\/01\/pergub-no-2-tahun-2026-tentang-jka-melukai-hati-rakyat-aceh-cabut-atau-hadapi-gelombang-penolakan\/","title":{"rendered":"Pergub No 2 Tahun 2026 Tentang JKA Melukai Hati Rakyat Aceh, Cabut Atau Hadapi Gelombang Penolakan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #0000ff;\">A1news.co.id|<span style=\"color: #ff0000;\">Aceh Tamiang<\/span><\/span>\u00a0&#8211; Edi,S Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Aceh Tamiang, menyatakan dengan tegas. Menolak keras tanpa kompromi terkait kebijakan Pemerintah Aceh,melalui Pergub Aceh No. 2 Tahun 2026 tentang Jaminan Kesehatan Aceh (JKA).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Selanjutnya Edi,S menuturkan kebijakan ini, bukan sekadar perubahan administratif.<\/p>\n<p>Ini merupakan pengikisan hak dasar rakyat Aceh secara sistematis.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>JKA sedari awal berdiri sebagai benteng terakhir rakyat Aceh, guna mendapatkan layanan kesehatan yang layak. Tegas ketua MPC tersebut.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Namun hari ini, melalui Pergub No 2 Tahun 2026 tentang JKA, hak rakyat Aceh itu dipreteli,dan dipersempit dengan dalih efisiensi. Sesal Edi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kami tegaskan,lanjut Edi.<\/p>\n<p>Rakyat Aceh bukan sekedar angka-angka dalam tabel desil. Kesehatan bukan komoditas yang bisa dipilah berdasarkan status ekonomi.<\/p>\n<p>Dan pembatasan penerima JKA berdasarkan kategori desil adalah bentuk nyata diskriminasi terselubung yang berpotensi menyingkirkan ribuan masyarakat rentan dari akses layanan kesehatan,papar Edi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Aceh Tamiang menilai :<\/p>\n<p>1. Pergub ini bertentangan dengan semangat Qanun Aceh yang menjamin pelayanan kesehatan untuk seluruh rakyat.<\/p>\n<p>2. Melanggar prinsip keadilan sosial sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi.<\/p>\n<p>3. Berpotensi menciptakan krisis kemanusiaan diam-diam, ketika rakyat sakit tidak lagi memiliki jaminan.<\/p>\n<p>4. Menunjukkan kegagalan pemerintah dalam melindungi rakyat, dengan menjadikan efisiensi anggaran sebagai alasan utama.<\/p>\n<p>Jika kebijakan ini dipaksakan, maka yang terjadi bukan efisiensi, melainkan.<\/p>\n<p>pemindahan beban negara ke pundak rakyat kecil.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sikap Resmi MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Aceh Tamiang ini.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u2022 Mendesak Gubernur Aceh untuk segera mencabut Pergub No. 2 Tahun 2026 tanpa syarat.<\/p>\n<p>\u2022 Meminta DPR Aceh untuk tidak diam dan segera mengambil langkah politik yang konkret.<\/p>\n<p>\u2022 Mengajak seluruh elemen masyarakat sipil untuk bersatu, menolak kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat.<\/p>\n<p>\u2022 Menyatakan kesiapan untuk melakukan langkah advokasi, aksi sosial, hingga gerakan massa apabila tuntutan ini diabaikan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Hal ini bukan sekadar isu kebijakan. Ini soal hak hidup rakyat Aceh. Ungkap Edi dihadapan awak media A1New co.id. Jumat 01\/05\/2026<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ketika akses kesehatan mulai dibatasi, maka yang dipertaruhkan bukan hanya layanan, tetapi nyawa manusia.<\/p>\n<p>\u201cJika kesehatan dibatasi, maka perlawanan adalah keniscayaan.\u201d Edi,S. Mengakhiri. (AR)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>A1news.co.id|Aceh Tamiang\u00a0&#8211; Edi,S Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Aceh Tamiang, menyatakan dengan tegas. Menolak keras tanpa kompromi terkait kebijakan Pemerintah Aceh,melalui Pergub Aceh No. 2 Tahun 2026 tentang Jaminan Kesehatan Aceh (JKA). &nbsp; Selanjutnya Edi,S menuturkan kebijakan ini, bukan sekadar perubahan administratif. Ini merupakan pengikisan hak dasar rakyat Aceh secara sistematis. &nbsp; [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":63256,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-63255","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/63255","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=63255"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/63255\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":63258,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/63255\/revisions\/63258"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/63256"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=63255"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=63255"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=63255"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}