{"id":64059,"date":"2026-05-11T14:19:41","date_gmt":"2026-05-11T14:19:41","guid":{"rendered":"https:\/\/a1news.co.id\/?p=64059"},"modified":"2026-05-11T14:19:41","modified_gmt":"2026-05-11T14:19:41","slug":"jangan-mudah-percaya-iming-iming-kesejahteraan-dari-investor-tambang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/2026\/05\/11\/jangan-mudah-percaya-iming-iming-kesejahteraan-dari-investor-tambang\/","title":{"rendered":"Jangan Mudah Percaya Iming- Iming Kesejahteraan dari Investor Tambang"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #0000ff;\">A1news.co.id|<span style=\"color: #ff0000;\">Takengon<\/span><\/span> &#8211; Masyarakat Aceh Tengah diminta untuk lebih berhati-hati terhadap berbagai iming-iming kesejahteraan yang ditawarkan oleh investor tambang.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Khususnya terkait kompensasi dan janji peningkatan ekonomi masyarakat.<br \/>\nPenolakan terhadap rencana eksplorasi emas oleh PT Pegasing Alam Makmur di kawasan Kampung Arul Badak, Kecamatan Pegasing, terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kali ini, penolakan datang dari tokoh masyarakat, Alimin kepada media, ia dengan tegas menyatakan penolakannya terhadap kehadiran perusahaan tambang tersebut.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Menurut Alimin, izin eksplorasi yang dimiliki PT Pegasing Alam Makmur berpotensi merusak lingkungan dan mengancam mata pencaharian masyarakat yang selama ini bergantung pada alam.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kawasan Arul Badak merupakan daerah aliran sungai yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat sehari-hari.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Selain itu, wilayah tersebut juga dikenal sebagai kawasan pertanian yang menjadi sumber penghidupan warga.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Aktivitas eksplorasi emas dikhawatirkan dapat mencemari sungai serta merusak lingkungan dan tatanan kehidupan masyarakat di wilayah tersebut.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Alimin juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap berbagai janji kesejahteraan dari investor tambang.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Menurutnya, janji yang disampaikan saat awal investasi sering kali tidak sejalan dengan realitas di lapangan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Bahkan, pihak yang menjanjikan dan pihak yang menjalankan kegiatan nantinya bisa berbeda, sehingga masyarakat kesulitan menuntut realisasi janji-janji tersebut.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ia juga meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah, khususnya Bupati Aceh Tengah, agar tidak terburu-buru memikirkan sektor pertambangan di tengah kondisi daerah yang dinilai masih belum sepenuhnya pulih.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah seharusnya lebih fokus membangkitkan ekonomi masyarakat pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor yang belum lama ini terjadi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Banyak kebun kopi masyarakat terdampak bencana tersebut, namun hingga saat ini belum tersentuh bantuan sama sekali, hal inilah yang seharusnya lebih diperjuangkan kepada pemerintah pusat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Alimin menegaskan, apabila investor tambang emas difasilitasi masuk ke Aceh Tengah, maka dikhawatirkan akan memicu bencana dengan skala yang lebih besar.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cKerusakan alam di Aceh Tengah saat ini sudah semakin masif. Jika ditambah dengan hadirnya perusahaan tambang, maka daerah ini sangat berpotensi mengalami bencana yang lebih parah,\u201d tutup Alimin.(*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>A1news.co.id|Takengon &#8211; Masyarakat Aceh Tengah diminta untuk lebih berhati-hati terhadap berbagai iming-iming kesejahteraan yang ditawarkan oleh investor tambang. &nbsp; Khususnya terkait kompensasi dan janji peningkatan ekonomi masyarakat. Penolakan terhadap rencana eksplorasi emas oleh PT Pegasing Alam Makmur di kawasan Kampung Arul Badak, Kecamatan Pegasing, terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat. &nbsp; Kali ini, penolakan datang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":64060,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-64059","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/64059","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=64059"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/64059\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":64061,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/64059\/revisions\/64061"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/64060"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=64059"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=64059"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=64059"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}