{"id":64890,"date":"2026-05-23T09:10:45","date_gmt":"2026-05-23T09:10:45","guid":{"rendered":"https:\/\/a1news.co.id\/?p=64890"},"modified":"2026-05-23T10:09:02","modified_gmt":"2026-05-23T10:09:02","slug":"bukan-hanya-pohon-berbuah-sman-4-takengon-warnai-halaman-dengan-ubi-dan-nanas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/2026\/05\/23\/bukan-hanya-pohon-berbuah-sman-4-takengon-warnai-halaman-dengan-ubi-dan-nanas\/","title":{"rendered":"Bukan Hanya Pohon Berbuah, SMAN 4 Takengon Warnai Halaman Dengan Ubi Dan Nanas"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #0000ff;\">A1news.co.id|<span style=\"color: #ff0000;\">Takengon<\/span><\/span>\u00a0\u2013 Suasana hijau dan semangat gotong royong mewarnai halaman SMA Negeri 4 Takengon pada Sabtu pagi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Seluruh warga sekolah, mulai dari siswa, guru, hingga tenaga kependidikan, bahu-membahu melaksanakan kegiatan penanaman pohon berbuah, bibit ubi cilembu, dan bibit nanas di lingkungan sekolah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kegiatan ini menjadi simbol nyata kepedulian terhadap lingkungan sekaligus wadah pembentukan karakter bagi peserta didik.<\/p>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-64893\" src=\"http:\/\/a1news.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/0_IMG_20260523_170750.jpg\" alt=\"\" width=\"720\" height=\"609\" srcset=\"https:\/\/a1news.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/0_IMG_20260523_170750.jpg 720w, https:\/\/a1news.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/0_IMG_20260523_170750-300x254.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><\/p>\n<p>Kegiatan ini dikemas dengan cara unik dan inspiratif. Para siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok berdasarkan cita-cita mereka di masa depan, seperti kelompok calon polisi, tentara, guru, dokter, dan wirausahawan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Setiap kelompok didampingi oleh guru pembina yang memberikan arahan serta motivasi selama kegiatan berlangsung.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kepala SMA Negeri 4 Takengon, Syafriadi, S.Si., menjelaskan bahwa konsep pembentukan kelompok berdasarkan cita-cita ini bertujuan menanamkan semangat perjuangan dan tanggung jawab sejak dini.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-64894\" src=\"http:\/\/a1news.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/0_IMG-20260523-WA0201.jpg\" alt=\"\" width=\"1000\" height=\"574\" srcset=\"https:\/\/a1news.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/0_IMG-20260523-WA0201.jpg 1000w, https:\/\/a1news.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/0_IMG-20260523-WA0201-300x172.jpg 300w, https:\/\/a1news.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/0_IMG-20260523-WA0201-768x441.jpg 768w, https:\/\/a1news.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/0_IMG-20260523-WA0201-750x431.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/p>\n<p>&#8220;Kami ingin setiap siswa menanam bukan hanya pohon, tetapi juga harapan dan tekad untuk masa depan mereka,&#8221; ujarnya penuh semangat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kegiatan ini dilaksanakan sejalan dengan arahan Kepala Dinas Pendidikan Aceh Murthalamuddin MSP yang tertuang dalam edaran Nomor 400.3.8\/5865 tentang pembentukan kelompok dan penamaan pohon di lingkungan sekolah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Setiap pohon yang ditanam wajib diberi label nama serta memiliki penanggung jawab yang jelas. Kebijakan ini bertujuan menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging) dan karakter tanggung jawab di kalangan siswa.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Penanaman dilakukan di berbagai titik strategis di lingkungan sekolah. Pohon berbuah, ubi cilembu, dan nanas menjadi pilihan utama karena memiliki nilai produktif dan manfaat jangka panjang.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Setiap kelas mendapatkan lahan khusus untuk dikelola secara mandiri, mulai dari proses penanaman hingga perawatan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Selain memperindah lingkungan, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi siswa tentang pentingnya menjaga alam dan mengelola sumber daya secara berkelanjutan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Melalui kegiatan ini, siswa belajar disiplin, kerja sama, dan tanggung jawab. Mereka juga memahami bahwa hasil besar berawal dari langkah kecil,&#8221; tambah Syafriadi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Yang menarik, hasil panen dari ubi cilembu dan nanas nantinya akan diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomis.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Siswa akan belajar mengolah ubi cilembu menjadi keripik, brownies, dan produk olahan lainnya, sementara nanas akan diolah menjadi selai, sirup, dan manisan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Produk-produk ini tidak hanya untuk konsumsi internal sekolah, tetapi juga akan dipasarkan untuk menghasilkan keuntungan yang dapat digunakan sebagai dana kegiatan siswa dan pengembangan program sekolah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Langkah ini sekaligus menjadi pembelajaran kewirausahaan praktis bagi siswa, mengajarkan mereka tentang manajemen produksi, pemasaran, dan pengelolaan keuangan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kegiatan penanaman ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari pendidikan karakter yang menanamkan nilai gotong royong, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dengan menggabungkan aspek lingkungan dan ekonomi, SMA Negeri 4 Takengon berkomitmen mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki jiwa tangguh, peduli lingkungan, dan berjiwa wirausaha.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dengan semangat hijau yang terus tumbuh, SMA Negeri 4 Takengon membuktikan bahwa menanam pohon berarti menanam masa depan yang lebih hijau, sehat, dan penuh harapan.(*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>A1news.co.id|Takengon\u00a0\u2013 Suasana hijau dan semangat gotong royong mewarnai halaman SMA Negeri 4 Takengon pada Sabtu pagi. &nbsp; Seluruh warga sekolah, mulai dari siswa, guru, hingga tenaga kependidikan, bahu-membahu melaksanakan kegiatan penanaman pohon berbuah, bibit ubi cilembu, dan bibit nanas di lingkungan sekolah. &nbsp; Kegiatan ini menjadi simbol nyata kepedulian terhadap lingkungan sekaligus wadah pembentukan karakter [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":64891,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-64890","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/64890","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=64890"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/64890\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":64895,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/64890\/revisions\/64895"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/64891"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=64890"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=64890"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=64890"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}