 {"id":67947,"date":"2026-06-29T04:58:45","date_gmt":"2026-06-29T04:58:45","guid":{"rendered":"https:\/\/a1news.co.id\/?p=67947"},"modified":"2026-06-29T04:58:45","modified_gmt":"2026-06-29T04:58:45","slug":"idh-fkl-dan-bytra-bantu-salurkan-1-800-bibit-di-kecamatan-langkahan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/2026\/06\/29\/idh-fkl-dan-bytra-bantu-salurkan-1-800-bibit-di-kecamatan-langkahan\/","title":{"rendered":"IDH, FKL Dan BYTRA Bantu Salurkan 1.800 Bibit Di Kecamatan Langkahan\u00a0"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #0000ff;\"><em><strong>A1news.co.id|<span style=\"color: #ff0000;\">Aceh Utara <\/span><\/strong><\/em><\/span>&#8211; Bina Rakyat Sejahtera (BYTRA) Aceh menyalurkan sebanyak 1.800 bibit kelapa sawit kepada petani terdampak bencana di Gampong Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (27\/6\/2026).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Direktur BYTRA Aceh, Muhadi, melalui Program Manager BYTRA, Rahmad, mengatakan bahwa distribusi bibit sawit tersebut didukungan oleh Inisiatif Dagang Hijau (IDH) dan Forum Konservasi Leuser (FKL).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Rahmad menjelaskan, bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya rehabilitasi lahan perkebunan sawit milik petani yang sebelumnya rusak akibat bencana untuk mendukung pemulihan ekonomi masyarakat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cProgram ini merupakan kegiatan lanjutan setelah sebelumnya kami juga memberikan dukungan pembersihan kebun bagi sekitar 300 petani terdampak,\u201d kata Rahmad.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dikatakan Rahmad, sebanyak 70 lebih petani menerima bantuan bibit setelah melalui proses verifikasi oleh tim lapangan guna memastikan lahan sawit mereka benar-benar mengalami kerusakan akibat bencana.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Para penerima bantuan juga dipastikan telah menyiapkan lahan dan membuat lubang tanam di sekitar pohon sawit yang rusak, sehingga bibit yang diterima dapat segera ditanam.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cJadi, tidak mengganti komoditas perkebunan lain seperti pinang dan kakao menjadi sawit. Tapi lahan sawit sebelumnya rusak akibat bencana yang dibantu,\u201d jelas Rahmad.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Selain diberikan kepada petani secara individu, sebagian bibit juga dialokasikan untuk kepentingan umum, seperti kebun milik masjid, balai pengajian, dan fasilitas umum lainnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cBibit yang didistribusikan merupakan bibit unggul bersertifikat jenis Tenera sehingga diharapkan dapat memberikan hasil yang baik bagi masyarakat di masa mendatang,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ia menjelaskan, pendistribusian bibit dilakukan dengan sistem pengantaran langsung ke tiga titik yang telah ditentukan, yakni satu titik di Dusun Pateng dan dua titik di Dusun Teungeh.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Selanjutnya, pemerintah gampong bersama perangkat terkait mendistribusikan bibit kepada masing-masing petani penerima manfaat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cSetelah bibit tiba di lokasi, pihak desa membantu pembagian kepada para petani untuk kemudian langsung ditanam pada lubang yang telah disiapkan sebelumnya,\u201d jelas Rahmad.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Rahmad berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta menjadi salah satu langkah pemulihan ekonomi warga yang terdampak bencana.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cHarapan kami, bantuan ini tidak hanya membantu pemulihan lahan perkebunan, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang perekonomian masyarakat di masa yang akan datang,\u201d katanya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sementara itu, salah seorang penerima bantuan, Muktar, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada IDH, FKL, dan BYTRA Aceh atas dukungan yang diberikan kepada masyarakat Buket Linteung.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cProgram ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini, terutama bagi warga yang kehilangan sumber penghasilan akibat kerusakan lahan perkebunan pascabencana,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Muktar menilai bantuan tersebut memberikan harapan bagi masyarakat untuk kembali membangun sumber mata pencaharian mereka.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Meski belum dapat menjangkau seluruh warga terdampak, ia mengapresiasi proses penyaluran yang dilakukan berdasarkan hasil verifikasi dan kondisi kebutuhan di lapangan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cMemang bantuan ini belum bisa menjangkau semua warga yang terdampak, tetapi kami bersyukur karena program ini sudah membantu sebagian masyarakat yang benar-benar membutuhkan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Semoga ke depan ada program lanjutan sehingga lebih banyak warga yang dapat merasakan manfaatnya,\u201d pungkas Muktar.(*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>A1news.co.id|Aceh Utara &#8211; Bina Rakyat Sejahtera (BYTRA) Aceh menyalurkan sebanyak 1.800 bibit kelapa sawit kepada petani terdampak bencana di Gampong Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (27\/6\/2026). &nbsp; Direktur BYTRA Aceh, Muhadi, melalui Program Manager BYTRA, Rahmad, mengatakan bahwa distribusi bibit sawit tersebut didukungan oleh Inisiatif Dagang Hijau (IDH) dan Forum Konservasi Leuser (FKL). &nbsp; Rahmad menjelaskan, bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya rehabilitasi lahan perkebunan sawit milik petani yang sebelumnya rusak akibat bencana untuk mendukung pemulihan ekonomi masyarakat. &nbsp; \u201cProgram ini merupakan kegiatan lanjutan setelah sebelumnya kami juga memberikan dukungan pembersihan kebun bagi sekitar 300 petani terdampak,\u201d kata Rahmad. &nbsp; Dikatakan Rahmad, sebanyak 70 lebih petani menerima bantuan bibit setelah melalui proses verifikasi oleh tim lapangan guna memastikan lahan sawit mereka benar-benar mengalami kerusakan akibat bencana. &nbsp; Para penerima bantuan juga dipastikan telah menyiapkan lahan dan membuat lubang tanam di sekitar pohon sawit yang rusak, sehingga bibit yang diterima dapat segera ditanam. &nbsp; \u201cJadi, tidak mengganti komoditas perkebunan lain seperti pinang dan kakao menjadi sawit. Tapi lahan sawit sebelumnya rusak akibat bencana yang dibantu,\u201d jelas Rahmad. &nbsp; Selain diberikan kepada petani secara individu, sebagian bibit juga dialokasikan untuk kepentingan umum, seperti kebun milik masjid, balai pengajian, dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":67948,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-67947","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/67947","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=67947"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/67947\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":67949,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/67947\/revisions\/67949"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/67948"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=67947"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=67947"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=67947"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}