 {"id":9157,"date":"2024-05-09T04:35:23","date_gmt":"2024-05-09T04:35:23","guid":{"rendered":"https:\/\/a1news.co.id\/?p=9157"},"modified":"2024-05-09T04:35:23","modified_gmt":"2024-05-09T04:35:23","slug":"maa-aceh-tamiang-gelar-pembinaan-pelopor-adat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/2024\/05\/09\/maa-aceh-tamiang-gelar-pembinaan-pelopor-adat\/","title":{"rendered":"MAA ACEH TAMIANG GELAR PEMBINAAN PELOPOR ADAT"},"content":{"rendered":"<p>Aceh Tamiang \u2013 A1news.co.id<\/p>\n<p>Prokopim: Majelis Adat Aceh (MAA) Aceh Tamiang menggelar Pembinaan Pelopor Adat bersama guru Mts Aceh Tamiang, di aula Pucok Suloh MAA, Rabu (8\/5\/24).<\/p>\n<p>Mewakili Pj. Bupati, Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab, Muslizar, S.Pd, MM, dalam pembukaannya menyampaikan perlunya mengoptimalkan peran lembaga adat, tokoh adat dan semua pihak untuk melestarikan berbagai adat istiadat, seni budaya, sesuai dengan kearifan lokal dan juga memperkenalkan sejarah agar tidak dilupakan.<\/p>\n<p>\u201cBanyak situs sejarah dunia di Aceh Tamiang ini, namun belum banyak diketahui masyarakat,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Ia penyebutkan Aceh Tamiang sudah mendapatkan tiga warisan budaya tak benda, yakni Silat Pelintau, Rateb Berjalan dan Dendang Lebah.<\/p>\n<p>\u201cWarisan budaya tak benda ini wajib kita lestarikan,\u201d serunya.<\/p>\n<p>Dalam pada itu, Muslizar meminta kepara para guru untuk mengintegrasikan pembelajaran terkait kearifan lokal dengan memberikan contoh yang berada di sekitar kita.<\/p>\n<p>\u201cJika ini dikembangkan, maka proses melestarikan budaya kita tidak akan terlalu lama,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Kepala Sekretariat MAA, M. Fajar pada laporannya menyampaikan, pembinaan ini sebagai upaya dalam membentu perpanjangan tangan dalam mempersiapkan generasi yang dapat melestarikan adat istiadat, seni budaya maupun sejarah.<\/p>\n<p>\u201cKami mengundang para guru sejarah dan seni budaya karena yakin melalui Bapak\/Ibu adat budaya, seni dan kearifan lokal akan tersosialisasikan kepada masyarakat luas,\u201d ujar Fajar.<\/p>\n<p>Sebanyak 40 orang guru yang terdiri dari guru sejarah dan seni budaya hadir mengikuti pembinaan. [ 4n5 ]<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Aceh Tamiang \u2013 A1news.co.id Prokopim: Majelis Adat Aceh (MAA) Aceh Tamiang menggelar Pembinaan Pelopor Adat bersama guru Mts Aceh Tamiang, di aula Pucok Suloh MAA, Rabu (8\/5\/24). Mewakili Pj. Bupati, Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab, Muslizar, S.Pd, MM, dalam pembukaannya menyampaikan perlunya mengoptimalkan peran lembaga adat, tokoh adat dan semua pihak untuk melestarikan berbagai adat istiadat, seni budaya, sesuai dengan kearifan lokal dan juga memperkenalkan sejarah agar tidak dilupakan. \u201cBanyak situs sejarah dunia di Aceh Tamiang ini, namun belum banyak diketahui masyarakat,\u201d ucapnya. Ia penyebutkan Aceh Tamiang sudah mendapatkan tiga warisan budaya tak benda, yakni Silat Pelintau, Rateb Berjalan dan Dendang Lebah. \u201cWarisan budaya tak benda ini wajib kita lestarikan,\u201d serunya. Dalam pada itu, Muslizar meminta kepara para guru untuk mengintegrasikan pembelajaran terkait kearifan lokal dengan memberikan contoh yang berada di sekitar kita. \u201cJika ini dikembangkan, maka proses melestarikan budaya kita tidak akan terlalu lama,\u201d pungkasnya. Sementara itu, Kepala Sekretariat MAA, M. Fajar pada laporannya menyampaikan, pembinaan ini sebagai upaya dalam membentu perpanjangan tangan dalam mempersiapkan generasi yang dapat melestarikan adat istiadat, seni budaya maupun sejarah. \u201cKami mengundang para guru sejarah dan seni budaya karena yakin melalui Bapak\/Ibu adat budaya, seni dan kearifan lokal akan tersosialisasikan kepada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":9158,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-9157","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9157","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9157"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9157\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9159,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9157\/revisions\/9159"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9158"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9157"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9157"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/a1news.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9157"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}